Kamis, 10 Desember 2015

"Cinta"

Assalamu'alaikuumm..

Cinta. Cinta itu apa sih? Pengorbanan? Perhatian? Kesetiaan? Atau dua insan yang saling takut kehilangan? Nope. Lebih dari itu.

Menurut saya, cinta itu dasar kehidupan. Kalian gak akan bisa ada di dunia tanpa cinta. Pun kalian gak akan bisa tertawa, menangis, atau memiliki rasa takut kalau tidak ada cinta. Bahkan, masalah yang kalian hadapi pun karena kecintaan dari Sang Khalik, bukan?

Tapi, tak jarang ada beberapa orang yang salah mengartikan cinta. Contohnya;

  • "Jangan marah kalo cewe lu banyak mau. Mau punya cewe cantik tapi gak modal. Lu pikir perawatan ke salon murah? Tas sama make up gak mahal? Realistis lah, jangan munafik"
  • "jangan munafik! Lu pikir setelah nikah bisa hidup cuma bermodal cinta. Mau makan apa kalau gak kerja? Makan tuh cinta"
Well, saya cuma bisa nyengir kuda waktu baca status-status model begini di facebook atau twitter.

Untuk status yang pertama. Perempuan baik gak akan pernah merepotkan orang yang dikasihinya. Apalagi dalam hal finansial. Perempuan yang tulus sayang gak akan lihat laki-laki dari apa yang ia punya. Perempuan baik akan menebalkan ilmu dan memperbaiki akhlaqnya. Karena itu adalah modal dasar bagi seorang Ibu. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Jadilah Ibu yang cerdas, yang dapat menciptakan generasi yanglebih baik dari dirinya. Karena itu, harus bermodalkan ilmu yang cukup dan akhlaq yang baik. Bukan bermodalkan bedak atau lipstick yang tebal. 

Untuk status kedua. Berjuang dari bawah dengan orang yang kamu kasihi akan terasa lebih indah ketimbang kamu menikmati hasil dari laki-laki yang sudah mapan. Cinta memang tidak bisa dimakan, namun bisa kamu rasakan. Hidup dengan serba kekurangan asalkan masih bisa bersama dengan orang yang kamu kasihi akan tetap terasa nikmat. Percayalah :)

Gak akan ada yang bisa mengalahkan kekuatan do'a. Entahlah, tapi saya sangat percaya bahwa rezeki makan pasti selalu ada. Entah makanan tersebut dari tetangga, atau hanya dapat makan nasi & garam sehari sekali, tapi intinya tetap makan. Karena Allah sudah menetapkan rezeki makan. Allah pun gak akan membiarkan hamba-Nya yang taat & selalu mau berikhtiar dalam kesusahan. Ingatlah bahwa Allah selalu ada.



Jadi, masih ragu jika kamu menikah dengan laki-laki yang belum mapan? Masih ragu dengan kekuatan doa? Atau masih ragu dengan cinta? Jangan mengukur segala sesuatu dengan uang, karena uang pun akan habis. Mungkin saja diantara kamu memang menginginkan laki-laki mapan & kaya raya, tapi jangan lupa bahwa ada yang lebih kaya, ada yang lebih berkehendak atas rezeki yang Dia titipkan. Ketika suatu saat Allah mengambil semua harta yang sedang Dia titipkan pada lelakimu, apakah kamu siap? Apakah kamu masih tetap ada untuknya? Atau justru kamu meninggalkannya?

Tampannya rupa bisa menua, banyaknya harta pun bisa musnah, tetapi hati yang tulus & akhlaq yang baik, insya Allah tak akan pernah luntur oleh waktu :))

Semoga bermanfaat. Kritik & saran monggo dikomen. Kalau mau berdiskusi juga boleh, asal diskusi sehat & bisa menambah ilmu.

Jazakumullah khairan katsir buat kalian yang sudah menyempatkan untuk membaca. Semoga hari-hari kalian diberkahi Allah.
Wassalamu'alaikum :))

With love,
Trirati
Share:

Kamis, 23 Juli 2015

Ofilham's Trip - Bukit Moko, Bandung

Assalamu'alaikuum..

Hi! Aku punya cerita baru nih huehehe :3

Jadi, akhir-akhir ini memang sedang dihadiahi banyak "teguran" sama Allah. Jadi hampir tiap hari nangis terus :" Lalu, kebetulan waktu lagi sedih pas banget Masil ada di rumah. 

Terus dia bilang "yaudah jangan sedih. Hari Selasa jadiin ya ke Bandung. Biar kamu seneng". 

Aku cuma ngangguk. Sebelumnya memang ada rencana touring ke Bandung. Dan Alhamdulillah kali ini diizinin walaupun ada rencana untuk bermalam.

Hari H. Selasa, 21 Juli 2015.
Pagi, sekitar jam 6.15 Masil udah ada didepan rumah. Padahal yang dijemput masih bikin sarapan-_-

Singkat cerita, kami berangkat jam 7 karena habis waktu untuk siap-siap & sarapan. 

Dijalan, dasar memang "Wanita pemilik seribu kata" (re: bawel), jarak dari rumah ke Puncak Bogor yang notabene menghabiskan waktu 4 jam itu tak terasa karena bibir ini tak dapat berhenti bercerita haha :") Beruntungnya, Masil punya Intercom, jadi ngobrolnya gak perlu teriak-teriak. Wajar aja kan kalo aku kuat ngomong 4 jam? Wajar kan? Wajar kok haha.

Sampai Cibodas, kami berdua bertemu 2 orang teman Masil yang memang berangkat lebih dulu. Lalu perjalanan dilanjutkan hingga sampai di daerah Ciranjang sekitar jam 12.30. Kami berhenti sejenak, sekedar untuk ishoma (istirahat, sholat, makan). Lalu sekitar jam 14.00 kami lanjutkan perjalanan dengan petunjuk GPS muehehe.

Singkat cerita (lagi), kami sampai Bukit Moko Bandung sekitar jam 16.00. Perjalanan naik ke atas puncak adalah route paling penuh perjuangan :") Karena Masil pakai motor bebek, dengan muatan box yang cukup berat, alhasil gak kuat naik. Aku rela jalan yang penting sampe puncak :3

Sampai di parkiran motor pun, kami masih harus jalan untuk sampai ke puncak. Tujuan utama memang Bukit Moko. Tapi setelah kami lihat keatas, pemandangannya mungkin lebih jelas dilihat dari atas sana. Jadi, secara mendadak kami ubah tujuan utama menjadi Puncak Bintang. Pohon pinus yang berbaris amat sangat menyejukkan mata :3 Di Tangerang mana ada yang begini hehehe

Untuk menuju Puncak Bintang dari Bukit Moko, kami hanya harus melewati jalan setapak. Pemandangan di sebelah kanan ada hamparan sawah & pepohonan dengan struktur tanah menurun.



Lalu di sebelah kiri kami ada barisan kebun tomat. Fyi, dikebun ini menjual hasil tomat dengan cara pembeli yang memetik buah tomat sendiri, semacam self-service :))


Sampai di Puncak Bintang, kami harus membeli tiket di loket yang tersedia. 1 pengunjung dikenakan biaya 12rb. Setelah melewati loket, mata kami dimanjakan dengan barisan pohon pinus yang amat sangat menyejukan mata.



(*note : maaf ya fotonya kurang bagus. Maklum, photographer amatir :"))

Sampai hutan pinus, kami cuma sekedar foto-foto gak jelas & jalan-jalan aja sih. Menikmati setiap oksigen sejuk yang masuk ke rongga paru-paru kami.

Sampai waktu pukul 17.30. Aku udah sibuk cari spot untuk ambil foto sunset. Sebelum kami nekat berangkat kesini, kami sudah browsing tentang bukit moko & puncak bintang. Salah satu moment paling bagus untuk difoto ya sunset & sunrise. Jadi, dikarenakan naik ke puncak ini penuh perjuangan, gak mau buang moment sunset gitu aja.

Sambil tunggu awan berubah warna menjadi jingga, aku sama Masil cuma duduk sambil ngobrol-ngobrol kecil. Well, salah satu moment yang selalu aku rindukan. Membicarakan banyak hal dengannya. Entah ya, mungkin karena rasa sayang, jadi tiap deket Masil itu rasanya nyamaaaaaan banget. Apalagi ditambah pemandangan seindah ini. Berasa romantis aja gitu :3



Senja yang ditunggu pun tiba. Lampu-lampu rumah penduduk pun mulai terlihat. Mungkin karena keadaan yang cukup berkabut, jadi lampu-lampu rumah penduduk kurang jelas terlihat.

(Foto sunsetnya di upload ke instagram: @ofitritiaraaw ya:) )

Malam pun tiba. Pemandangan ternyata jauh lebih indah. Lampu dari rumah penduduk, kendaraan lalu-lalang, & kelap-kelip lampu kota adalah pemeran utamanya.


Aslinya jauh lebih indah :')

Semakin malam, semakin dingin. Tangan serasa kaku kedinginan._.

Seusai sholat, sekitar pukul 7 malam, kami memutuskan untuk turun. Tadinya, aku sama Masil mau mampir ke Cafe di Bukit Moko untuk ambil foto lagi. Aku juga punya cita-cita untuk ambil foto siluet bareng Masil dengan background kelap-kelip lampu kota, biar kekinian. Lumayan kan buat foto pas anniversary ke-5 di bulan depan. Biar kaya ABG :3
Tapi semuanya kandas. Temennya Masil udah ngajak pulang :') karena kami kesini berempat, mau gak mau pulang pun harus berempat. Judulnya juga touring sama temen, jadi ya gak boleh egois kan?

Akhirnya kami turun. Menyadari kalau disekitar puncak gak ada penginapan sampai masuk kota, kami memutuskan untuk cari penginapan di Cibodas. Aku pikir, ya gapapa. Mungkin aja paginya sebelum pulang bisa mampir Taman Bunga atau Kebun Teh dulu :3

Tapi sampai Cimahi, Masil tiba-tiba bilang "kalau kita lanjut pulang, kamu kuat gak ay?". 

Diem. Gak bisa jawab._.

Setelah hening beberapa saat aku pun balik bertanya "memang kamu gak capek? Kamu belum tidur dari jam 4 pagi tadi, loh". 

Tapi dia jawab gak capek. Rencananya, mau tidur dirumahku aja. Aku pikir yaudah deh hehe. Karena merasa gak terlalu capek, ya dilanjut aja.

Sekitar jam setengah 11 malam, kami sampai di Cianjur. Mampir beli bensin & istirahat sejenak. Udah mulai terasa capeknya :" Mungkin ini pertama kalinya aku gak "kenapa-napa" waktu naik motor jauh. Sebelumnya, pulang dari Ancol naik motor aja sampai rumah langsung sakit :") Alhamdulillah, akhirnya gak lagi ringkih hehe.

Perjalanan dilanjut. Dijalan, Masil udah berkali-kali suruh aku untuk tidur. Tapi kan kasian Masilnya nyetir sendiri. Aku tau sebenernya dia capek banget. Aku juga tau sebenernya dia ngantuk. Tapi dipaksa gitu :(

Tertidur. Sewaktu terbangun, ternyata udah sampai Puncak Pass. Dan terasa badan udah mau remuk. Punggung udah mulai pegel, kepala udah mulai sakit. Mau bilang cari penginepan aja, tapi gak enak sama temen-temennya Masil. Akhirnya cuma diem. Padahal sepanjang jalan Masil nanya "ada yang sakit gak ay?", "pusing ya?", "ay, capek gak?". Aku cuma bilang "sedikit kok". Kasian Masil, dia yang nyetir, dia yang capek, tapi dia gak ngeluh. Masa aku yang duduk aja dibelakangnya ngeluh terus-_- jadi ya cuma diem aja.

Kami pisah dengan 2 orang teman Masil. Mereka jalan lebih dulu. Dan kami tertinggal. Jadi, dari Puncak Pass kami hanya jalan berdua.

Sampai akhirnya, gak kuat. Sampai ditempat oleh-oleh & sesudah beli oleh-oleh untuk orang rumah, aku akhirnya bilang "ay, aku capek. Gak kuat. Kita nginep aja yuk. Tapi tanggung udah jam 1. Tanggung juga udah sampe Ciawi. Tapi gak kuat. Mau tiduran". Udah pengen nangis sebenernya hehe. Terus Masil bilang "aku juga pegel. Kita cari pom bensin ya? Bobo di musholah aja mau gak? Gapapa ya? Tanggung kalau dipenginapan". Aku cuma nganggung. Yang penting tiduran!

Gak jauh dari tempat oleh-oleh, ada pom bensin. Tapi, musholahnya lumayan ramai orang tidur-_- Mungkin pemudik kali ya.

Tempat sholat laki-laki ada di luar, terbuka. Tempat sholat perempuan ada didalam, lumayan tertutup. Sesudah wudhu, Masil kasih rompinya. Aku diam. Masil bilang "pake buat selimut. Kamu kedinginan kan?". Iya memang kedinginan banget :"

"Kamu gimana?" tanyaku. 

"Aku ada jaket" jawab Masil.

Padahal, aku pun pakai jaket. Tapi akhirnya aku ambil juga rompinya._.

Setelah sholat isya', aku hanya melepas mukena bagian atas. Bagian bawah tetap aku pakai agar kakiku tertutup. Tas kecil aku jadikan bantal. Lalu, rompi Masil aku jadikan selimut. Hangat :3
Aku tertidur cukup lelap. Sampai aku merasa ada getar dibagian kepalaku. Handphone!! Aku langsung terbangun & langsung ambil posisi duduk. Panik. Aku pikir, sudah jam 4 pagi, karena aku memang pasang alarm jam 4. Tapi ternyata missed call dari Masil. 3 missed call. Dan waktu sudah pukul jam 3.45. Dasar kebo-_-

Pas ketemu Masil, dia bilang "enak ya tidurnya? Hehe". 

Aku cuma nyengir :3 Lalu dia lanjut bilang "aku gak bisa tidur". 

"Kenapa?" tanyaku. 

"Dingin banget" jawabnya.

Yah kan, jadi merasa bersalah. Dia rela tidur kedinginan di tempat terbuka. Ya ampun :')

Kami lanjutkan perjalanan kami. Aku masih ngantuk, tapi gak mau tidur lagi. Kasian Masilnya sendirian. Tapi masih sempat tidur sebentar-sebentar sih-_-

Singkat cerita, kami sampai rumahku jam 6 pagi. Kami bersih-bersih & langsung tidur. Eits, jangan negative thinking dulu ya, Masil tidur dikamar Kakakku kok hehe.

Sewaktu kami bangun, kami lihat-lihat foto. Ada sedikit raut kecewa. Fotoku & Masil cuma sedikit. Bahkan mungkin sangat sedikit. Berbeda ketika kami ke Ancol, handphoneku penuh dengan wajah kami berdua. Tapi kali ini, hhhh....

"Lain kali, perginya berdua aja deh, Yang. Kalo ajak temen tuh gitu, gak enak. Gak bebas waktu & gak bebas foto. Yang satu mau kesana, yang lain mau kesini. Susah satuin kepala. Kalo kita pergi berdua kan enak, terserah mau pulang atau nginep, terserah mau pulang jam berapa. Kita juga bebas foto" ucao Masil sembari melihat foto-foto kami, aku sempat terdiam.

"Lain kali aku juga gak mau kaya semalam. Kamu paksain lanjut pulang. Aku tau kamu pasti capek banget walaupun kamu bilang enggak. Jangan gitu, kalo capek ya berhenti. Toh, aku udah diizinin buat nginep kok" ucapku kemudian. Membuat Masil terdiam sejenak, lalu mengangguk.

Tapi kalau boleh jujur, ini salah satu liburan aku & Masil yang membahagiakan. Sebelumnya, izin ke Puncak sama Masil aja gak diizinin sama Mama. Tapi, sekarang dikasih izin. 

Lalu, yang paling membahagiakan adalah, aku sekarang yakin kalau Masil serius sayang. Dari awal harus bangun lebih pagi & harus jemput aku pagi-pagi, nyetir motor segitu jauhnya sendiri, sampai rela gak bisa tidur kedinginan, semuanya cuma karena mau aku senang. Aku pikir, sayangnya Masil ke aku cuma sekedar sayang biasa, tapi ternyata enggak :')

Masil kemarin sempat bilang "mungkin aku gak kaya cowo lain yang bisa ungkapin sayang pake kata-kata romantis. Aku cuma bisa lakuin apa yang mungkin bikin kamu seneng". Lagi-lagi aku bersyukur gak salah pilih pasangan :')

Nyatanya, Masil selalu ada. Dia memang gak pernah janji untuk selalu ada, tapi justru dia yang selalu ada. Apalagi waktu sedih :') Mungkin dia satu-satunya orang setelah Mama yang tau waktu aku sedih, sakit, seneng tanpa harus cerita. 

Well, terima kasih ice cream rasa coklat (re: manis). Terima kasih untuk selalu ada. Terima kasih untuk tak banyak janji manis. Terima kasih untuk selalu lakuin hal aneh. Terima kasih untuk selalu mau lakuin banyak hal & bikin aku senang. Terima kasih udah mau sayang sama wanita aneh ini. Terima kasih untuk kesetiaan kamu selama ini. Terima kasih untuk gak gampang bilang "pisah" sampai kita bisa selama ini. Terima kasih untuk tidak bersikap romantis namun selalu besikap manis. Terima kasih ya Buncitku yang ganteng :'D

Namamu tak aku hadirkan dalam sholat istikharahku, karena kamu bukan pilihan. Namun, namamu selalu hadir dalam sholat hajadku, karena kamu adalah permintaan.

Semoga gak akan ada yang berubah dari kami berdua. Tetap seperti ini sampai kapanpun. Tetap jadi "Ay"-ku.  Dan semoga, cepet-cepet halal ya! Biar bisa touring tiap bulan :'p

Bonus: 
Ini aku ketik dari aplikasi blog di handphone. Jadi maaf kalau format foto & textnya 'agak' berantakan.

Well, kalau ada yang mau ditanyakan seputar Bukit Moko, Puncak Bintang, atau apapun yang mau ditanyakan, monggo ke kolom ask.fm yang ada disebelah kiri (hanya bisa diakses dengan tampilan web). Insya Allah aku jawab secepat mungkin.

Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca cerita gak jelas ini.

Wassalamu'alaikum..

- Trirati -



Share:

Sabtu, 11 Juli 2015

Ramadhan usah pergi...

Assalamu'alaikum, Ramadhan..

Alhamdulillah, Allah masih memberi kita kesempatan untuk bertemu. Allah masih mempercayakan padaku untuk menikmati detik ditiap hari-mu.

Aku paham, mungkin kedatanganmu tahun ini bukanlah Ramadhan terbaikku. Bahkan, aku hampir melalaikan kehadiranmu. Aku melupakan setiap nikmat imbalan yang akan Allah berikan padaku jika saja kamu kulewati dengan baik.

Pun aku masih lalai mengerjakan setiap ibadahku.
Jika saja aku selalu mengerjakan tiap ibadah yang akan menghasilkan lipatan ganda kebaikan, mungkin aku tak akan menyesali kepergianmu. 

Diawali dari ibadah wajib yang kulakukan diakhir waktu, hingga ibadah sunnah yang terlupa selalu.
5 wajibku pun belumlah sempurna. Bahkan beberapa kukerjakan diakhir waktu. Pantaslah jika Allah pun melambankan rezekiku.
Sunnahku pun sering kali terlupa. Bahkan rasa malas selalu bergelantung pada kakiku untuk melangkah.

Ramadhan, bulan Al Qur'an.
Kamu adalah bulan pedoman hidupku.
Aku menyadarinya, pun melalaikannya.
Jangankan One Day One Juzz, sehelai lembar pun tak mampu ku lantunkan dengan baik.

Aku lebih memilih berkumpul diacara "Buka Bersama" ketimbang berkhusyu' bersama jama'ah shalat Tarawih.
Aku lebih memilih tertawa tak ada arti ketimbang bersujud memohon ampunan-Nya.
Aku lebih memilih meninggalkan kebaikan yang kamu tawarkan hanya untuk kebahagiaan yang sementara.

Saat malam datang, aku lebih memilih tertidur pulas ketimbang sujud di qiyamullail.
Padahal, ibadah malam tak akan merugikanku sedikit pun. Bahkan mungkin saja Dia mengabulkan tiap hajad-ku dalam tangis permohonanku.

Saat 10 hari menjelang kepergianmu pun, aku lebih memilih asyik menonton televisi ketimbang harus I'tiqaf diatas sajadah masjid.
Aku lebih memilih tidur dalam selimut hangatku ketimbang menghabiskan waktu untuk ber-"dingin" ria didalam masjid.
Didetik-detik kepergianmu pun, aku masih saja lalai beribadah. 

Sungguh, aku hanyalah manusia merugi yang melewatkan kehadiranmu begitu saja. Aku yang tak mengindahkan kehadiranmu. Aku yang pergunakan waktu emas-mu dengan kesia-siaan. Aku yang hanya melewatkanmu dengan kesibukan duniaku, yang bahkan tak dapat menjadi penolongku dihari akhir nanti.

Takbir berkumandang, namun hanya tangis penyesalan yang menghiasi malam terakhirmu ini. Aku begitu menyia-nyiakan kehadiranmu. Pun belum tentu kehadiranmu ditahun esok akan kunikmati.

Doaku malam ini hanyalah, semoga aku dapat tetap disini untuk menikmati kehadiranmu ditahun esok. Semoga Allah tak marah dan kembali mempercayakan waktu singkat hadirmu padaku.
Aku akan selalu merindukan beribu kebaikan dalam bulan-mu.
Semoga tahun esok aku tak akan melewatimu begitu saja dengan kesia-siaan yang telah aku lakukan ditahun ini.

Ya Allah yang Maha Baik, izinkan aku untuk bertemu Ramadhan ditahun esok.
Agar aku dapat memperbaiki tiap kecacatan yang aku ukir ditahun ini. Aamiin.

Semoga Allah mengizinkan kita untuk bertemu kembali ya, Ramadhan :')

Wassalamu'alaikum...

Trirati :')
Share:

Ampuni keegoisanku

Sungguh, aku sangat memaklumi waktumu. Ya. Aku sadar, hidupmu tak seperti hidupku. Mungkin di hidupku hanya ada kamu. Tapi tidak di hidupmu. Di hidupmu tak hanya ada aku. Ada keluargamu, pun teman-temanmu.

Namun jujur, aku selalu mencemburui tiap kamu bersama teman-temanmu. Walaupun aku sadar, waktu yang kau berikan untuk mereka hanya sebagian kecil dari waktu yang kau berikan untukku. Tapi entah mengapa aku selalu cemburu dengan teman-temanmu.

Aku mencemburui mereka yang selalu dapat melihatmu tetawa setiap hari. Lain hal denganku yang menjumpaimu satu kali dalam seminggu.

Mungkin aku terlalu egois. Aku yang hanya ingin memilikimu seorang diri. Tanpa menyadari bahwa ada puluhan orang yang juga selalu mengukir tawa dan senyuman dari bibir manismu.
Aku bahagia jika kau pun bahagia. Namun ada sedikit luka ketika aku mengetahui bahwa aku bukanlah sumber kebahagiaanmu.

Maafkan keegoisanku.
Aku hanya tak ingin kau pergi menjauh hanya karena ada yang lain, yang dapat membuatmu lebih nyaman.
Aku hanya ingin kau tetap disini. Bersamaku. Karena jika kau pergi, aku khawatir tak akan menemukan laki-laki sebaik dirimu.

Ampuni keegoisanku...
Share:

Kamis, 18 Juni 2015

Bahagia itu...

Bahagia itu ketika kamu sedih atau tertimpa masalah, namun tak ada satu orang pun berjalan mundur untuk meninggalkanmu.

Entah sudah berapa sahabat yang bilang "kuat ya Fi, harus kuat. Masih ada gue disini. Kalo ada apa-apa langsung cerita. Banyak yang sayang sama lu. Gak boleh putus asa. Kita tetep ada kok".
Setiap baca chat dari sahabat, pasti nangis. Pasti. 

Dari yang sahabat lama sampe sahabat yang udah gak ketemu hampir setahun. Nangisnya bukan karena sedih, tapi terharu. Mereka bahkan gak pernah bener-bener pergi buat ninggalin. Mereka bahkan gak pernah bosen dengerin Ofi yang hobi mengeluh ini. Mereka pun gak pernah bosen buat kasih semangat.

Walaupun gak punya apa-apa, gak punya materi berlimpah, gak punya fisik sekuat baja, tapi kalau selalu dikelilingi orang-orang yang sayangnya tulus, rasanya seperti mempunyai segalanya. Rasanya bahagia banget. Banget.

Buat kalian yang gak pernah bosen dengerin cerita Ofi, buat kalian yang selalu ada dalam kondisi apapun, Ofi cuma mau bilang, makasih untuk tetap disini, untuk tetap jadi penguat, untuk gak meninggalkan. Entah harus gimana nunjukin rasa terima kasih. Bahagia banget Allah kirim kalian :')

Terima kasih karena telah mengirimkan orang-orang baik nan tulus, Ya Rabbi. Beri aku kesempatan untuk tidak mengecewakan :')


Regards,
Trirati <3
Share:

Minggu, 17 Mei 2015

Dibawah Garis

Kini aku jatuh, jauh melewati garis.

Hidup memang berputar, terkadang diatas, terkadang dibawah. Namun kini, aku merasa hidupku jauh melewati garis paling bawah.

Terpuruk.

Terjatuh sangat dalam. Hingga tak ada secuil cahaya yang dapat mataku tangkap.

Gelap.

Kini kawanku hanya kegelapan. Tak ada lagi cahaya. Tak ada lagi kehangatan. Tawa pun sirna, hangus menjadi abu.

Sepi.

Pendengaran ini tak dapat menangkap gelak tawa bahagia yang dulu selalu mewarnai. Semua berubah menjadi sangat Abu-Abu. Terlalu banyak kabut yang menutupi "kebahagiaan" yang dulu jelas terlihat.

Menyedihkan.

Tawaku kini terasa getir. Hanya "kepedihan" yang tersirat dari suara parauku ini. Aku selalu menangis dalam diam. Menangis dalam sepi. Sendiri. 

Rapuh.

Aku tak sekuat baja. Aku hanyalah sebuah batu, yang selalu terkikis oleh air mataku sendiri. Aku rapuh. Sangat rapuh. Aku tak sekuat yang terlihat.

Tipu.

Kalian tertipu.
Tertipu senyum dan tawa yang menutupi setiap sayatan hati yang teramat perih.


- Trirati -
Share:

Kamis, 30 April 2015

Happy 21st Birthday, Masil

Happy birthday, Calon Ayah dari anak-anakku.
Semoga Allah senantiasa menjagamu dalam setiap pengawasan-Nya. Semoga Ia tak bosan memberimu waktu untuk memperbaiki diri.

Selamat ulang tahun, Calon Menantu Mamaku.
Semoga kelak kau menjadi Imam yg baik untuk keluargamu. Menjaga dan melindungi anak dan istrimu dari jilatan api neraka.

Yaumul milad, Calon Imam ditiap sujudku.
Semoga Allah selalu mengalirkan rezekimu bak air, mengalir tanpa henti. Jangan lupa bersyukur ya, Sayang. Dan semoga Allah selalu memberimu sehat, umur yang panjang, & rezeki yang halal.

Ada doa aku dan doa Ibumu ditiap langkah kakimu, Mas. Semoga segala hal baik yang kau inginkan dapat terwujud dalam waktu dekat.

Dan semoga, segala rencana kita sesuai dengan takdir yang Allah tetapkan.
Tetaplah menjadi Ilham Setianto yang ku kenal :)

Sekali lagi,
Selamat makin menua, Sayang.

With love,
Your Future <3
Share:

Rabu, 22 April 2015

Tell your parents!

Hai, kamu..

Mungkin ini hanya salah satu caraku untuk membuktikan pada orang tuamu bahwa aku layak menjadi pendampingmu.

Aku ingin bekerja bukan semata-mata aku membutuhkan uang. Bukan, bukan aku ingin menyombongkan diri. Karena memang tak ada yang pantas aku sombongkan. Hanya saja, aku ingin membuktikan sesuatu untuk kedua orang tuamu..

Katakan pada orang tuamu..
Bahwa aku bukan wanita manja yang akan menghamburkan semua hasil kerja kerasmu..

Katakan pada orang tuamu..
Bahwa aku bukan wanita pemboros yang akan merugikanmu..

Katakan pada orang tuamu..
Bahwa aku adalah wanita tahan banting yang mampu menjadi sandaran ketika kau lelah..

Katakan pada orang tuamu..
Bahwa aku adalah wanita kuat yang mampu melakukan banyak hal untuk kebahagiaanmu..

Katakan pada orang tuamu..
Bahwa aku adalah wanita mandiri yang pantas menjadi pendamping hidupmu kelak..

Sampaikan ini pada Calon Mertuaku. Agar mereka yakin, bahwa anaknya tak salah memilih.


Dari aku,
Calon Wanita Halalmu <3
Share:

Selasa, 14 April 2015

Happy 47th birthday, Bundadari

April 14th, 2015

47th sudah Allah memberikan keberkahan dalam hidupmu, Ma. Dan aku selalu menjadi putrimu yang beruntung karena memiliki Mama sepertimu. 

Satu hal yang harus kau ingat selalu.
Aku akan melakukan apapun yang kau inginkan, asal kau bahagia.
Mungkin, keadaan kita sekarang ini selalu menjadi alasanmu menitikkan air mata, dan aku hanya dapat berkata "Mama jangan sedih terus". Namun percayalah Ma, seperti apa yang selalu kau katakan padaku, "Allah pasti punya 'kejutan' untuk kita, Fi. Yang kuat ya sayang". Tenanglah Ma, aku akan selalu kuat. Karena kaulah alasanku untuk tetap berdiri kokoh.

Mungkin, saat ini kita tak sebahagia mereka atau sebahagia kita 'dulu'. Namun, aku tak akan membatasi apapun yang membuatmu bahagia. Lakukan segala inginmu, Ma. Jangan lagi jadikan kami --anak-anakmu-- sebagai alasan sakitnya batinmu. Kami tak apa, percayalah! Senyum & tawamu lebih sejuk daripada hujan ditengah kemarau bagi kami. Jadi, bahagiamu adalah bahagia kami juga.

Ya Rabbi yang Maha Membolak-balikkan Hati.
Jagalah hati Mamaku ini, bersihkan hatinya, jangan biarkan ia terlelap dalam kesedihan. Sejukkan hatinya, hilangkan segala hal yang membuatnya sedih. Kuatkan hatinya.

Ya Rabbi yang Maha Pemurah.
Berikan ia rezeki halalmu yang cukup. Mudahkan segala urusannya.

Ya Rabbi yang Maha Penyayang.
Sayangi ia selalu. Layaknya ia yang selalu menyayangi kami. 

Ya Rabbi yang Maha Mengobati.
Obati segala sakit yang ia rasa. Jangan biarkan rasa benci menetap dihatinya.

Ya Rabbi yang Maha Pengasih.
Izinkan ia hidup lebih lama. Agar aku dapat memberikan banyak kebahagiaan untuknya. Jangan biarkan ia terpuruk dalam kesulitan. Aku yakin, ditiap kesusahan yang kau berikan, selalu ada kemudahan yang kami rasakan. Jagalah ia dalam pengawasanmu, Ya Allah. Aku sangat menyayanginya. Sangat.

Selamat ulang tahun, Bundadari. Tetap menjadi Bunda berhati Bidadari kepunyaan 7 O bersaudara ini ya, Ma. I love you so much! :') ❤️❤️
Share:

Minggu, 15 Maret 2015

Trirati's 21st Birthday

Assalamu'alaikum..

Apa kabar kalian? Semoga Allah selalu beri nikmat sehat yang tak berujung. Aamiin.

8 Maret 2015. Alhamdulillah, tepat 1 minggu yang lalu, aku berulang tahun. Sudah 21 tahun usiaku. Alhamdulillah, Allah masih mempercayakan oksigen gratis-nya untuk aku hirup ditiap harinya.

Awalnya, aku tak berharap banyak. Yaa, kondisi yang memaksaku untuk tak banyak berharap. Ayah masuk Rumah Sakit karena lambung dan jantungnya kembali kambuh. Ibu yang masih di Surabaya dan juga sedang sakit. Sedih? Ya. Jelas. Air mataku pun tak kuasa aku tahan ketika membaca SMS dari Ibu. Aku merindukannya...

Tapi, aku bersyukur. Karena dihari itu juga, lagi-lagi Allah mengirimkan malaikat-Nya. Ada beberapa sahabat & Masil yang memaksakan datang kerumah. Walaupun kejutan mereka failed, tapi aku tetap bersyukur. Aku bersyukur karena mereka tak pernah mundur satu langkah pun untuk meninggalkanku dengan kondisi apapun. Alhamdulillah..

Malamnya, beberapa teman mengirimkan doa indah hingga aku terharu. Salah duanya, pasangan FRD, Fadlan dan Icha. Well, semoga Allah menyatukan kalian, selamanya. Aamiin :')

Mungkin curhatan ku kali ini tak sedetail biasanya. Karena, entah kenapa aku tak bisa mengungkapkannya dengan detail. Ini terlalu membahagiakan.

Well, terima kasih untuk kalian, semua orang yang menghadiahiku doa indah di 21 tahunku ini. Terima kasih Masil, satu-satunya orang yang tak pernah meninggalkanku dalam kondisi apa pun. Aku selalu bersyukur karena dipertemukan dengan laki-laki sepertimu, Mas :')

Ya Illahi Rabbi, sehatkan mereka yang menyayangiku, panjangkan umurku agar bisa membahagiakan mereka yang aku sayangi, aku mencintai mereka dengan segenap hatiku. Pertemukan kami kembali sebagai sahabat yang saling membela dihadapan-Mu kelak, Yaa Rabb.
Semoga, doa apa pun yang kalian panjatkan untukku, berbalik kembali ke kalian. Aamiin.



With Love,
Trirati <3
Share:

Selasa, 03 Maret 2015

Jika aku mati nanti…





"Penyakit adalah hal yang paling menjijikan!" - Hazel Grace

"Aku takut dilupakan untuk selamanya" - Augustus Waters

Baru semalam aku selesai membaca buku berjudul The Fault in Our Stars.
Inti singkatnya, dua orang yang saling mencintai dan saling mempertahankan hidup untuk orang-orang yang mereka cintai.

Tapi gak tau kenapa, aku suka banget sama kutipan kalimat diatas. Penyakit memang hal yang paling menjijikan! Tapi, Ibuku pernah bilang, "Allah kasih kamu kesempatan untuk melunturkan dosamu ketika kamu sakit. Jadi, kalau sakit jangan ngeluh. Istighfar yang banyak, berharap semoga Allah melunturkan setiap dosa kamu bersama lunturnya rasa sakit itu". Jadi sekarang kalau sakit, aku memilih untuk diam dan perbanyak istighfar. Sadar kalau dosa masih menumpuk. Mungkin Allah selalu kasih sakit, karena Dia mau aku melunturkan dosa-dosa ini. Yaaa, ber-khusnudzon sama Allah lebih baik, kan?

Tapi, kata-kata Augustus ada benarnya. Sewaktu baca kalimat itu, aku langsung membayangkan jika nanti aku mati. Mungkin, mereka yang sayang sama aku pasti sedih. Tapi, apa mereka gak akan lupain aku? Mereka akan ingat aku? Apa aku gak akan digantikan dengan orang baru? Mungkin dilingkup keluarga gak akan terjadi. Maksudku, keluarga gak akan lupa atau mencoba menggantiku dengan orang baru. Tapi, bagaimana dengan temanku? Pacarku? Orang-orang yang pernah aku kenal?

Sempat berpikir, aku pun ingin seperti Augustus, ingin dikenang selamanya. Ingin diingat selamanya. Tak ingin digantikan dengan orang lain. Tapi, aku mengutip kata-kata Hazel Grace;
"Akan tiba saatnya. Ketika kita semua mati. Kita semua. Akan tiba saatnya ketika tidak ada lagi umat manusia yang tersisa untuk mengingat bahwa manusia pernah ada atau spesies kita pernah melakukan sesuatu. Tidak akan ada siapa pun yang tersisa untuk mengingat Aristoteles atau Cleopatra, apalagi mengingatmu. Semua yang kita lakukan, dirikan, tuliskan, pikirkan, dan temukan akan terlupakan, dan semuanya ini tidak akan ada artinya. Mungkin saat itu akan segera tiba, mungkin juga jutaan tahun lagi, tapi seandainya pun kita bertahan hidup dari kebinasaan matahari, kita tidak akan bertahan hidup untuk selamanya. Ada masa sebelum organisme mengalami kesadaran, dan akan ada masa setelahnya. Jika kau khawatir dilupakan untuk selamanya oleh manusia, aku mendorongmu untuk mengabaikannya saja. Tuhan tahu, itulah yang dilakukan semua orang lainnya".




Yap! Masa itu pasti akan datang. Dan tak akan mungkin mengingat apapun yang telah dilakukan selama masih hidup. Tiap manusia pasti memikirkan diri sendiri. Takut kalau-kalau tak cukup bekal. Takut kalau-kalau tak cukup banyak amal yang dibawa. 

Tapi jujur, aku takut kegelapan. Aku takut sepi. Aku takut sendirian. Aku takut amalku tak cukup untuk menerangiku. Aku takut amalku tak cukup menemaniku. Takut! 

Kematian itu pasti! Walaupun, jujur, aku masih sangat takut bila kematian menjemputku tiba-tiba, disaat aku belum siap. Seberapa pun usahaku untuk siap, rasanya tak akan pernah siap. Aku merasa dosaku begitu menumpuk.

Tapi, siapa pun yang baca blog ini. Jika aku mati nanti, aku gak akan memaksa untuk diingat. Karena aku pun sadar, tak banyak yang aku tinggalkan agar bisa dikenang. Tapi setidaknya, kirim-kirim 1 Al Fatihah lah untukku, agar siksa kuburku menjadi sedikit lebih ringan, hehehe

Well, terima kasih yang sudah meluangkan waktu untuk membaca blog ini! Semoga Allah mengampuni setiap kesalahan kita, jangan lupa minta ampun juga. Allah gak akan mengampuni kalau bukan kita sendiri yang memohon. Hoho.
Have a great day, Ppl! <3


With Love,
Trirati <3
Share:

Senin, 16 Februari 2015

Surat Rindu untuk Bunda…

Dear Bundadari,

Assalamu'alaikum,

Apa kabarmu, Bun? Semoga Allah selalu memberi kesehatan dengan senyuman cantik yang menghiasi wajah "awet muda"-mu itu. Sudah lama rasanya kau dan aku terpisah oleh jauhnya jarak. Sudah cukup lama rasanya aku tak melihat langsung senyum peneduh hati milikmu. Sudah cukup lama lidah ini tak merasakan lezatnya masakanmu. Sudah cukup lama pula aku tak merasakan hangat pelukanmu. 

Bun, aku rindu…

Tak terasa air mata ini menitik satu-persatu tiap kali mengingatmu. Dan tanpa sengaja, aku memejamkan mata lalu terngiang lagu Hujan yang dilantunkan dengan syahdu oleh Opick dan Amanda. Ah, lagi-lagi air mata jatuh perlahan tanpa ku sadari. Jauh darimu adalah siksa dunia terberat bagiku, Bun…

Alhamdulillah…
Aku selalu bersyukur karena terlahir dari wanita kuat nan tegar sepertimu. Senyummu dikala rapuh adalah penguat terbesarku. Kau adalah wanita terhebat yang Allah beri untukku, Kakakku, dan Adik-adikku. Bun, kau paling hebat dari yang terhebat. Kau paling kuat dari yang terkuat. Kau pun rela melakukan apapun demi kami, anak-anakmu. Kau bahkan rela tak makan, tak tidur, dan melakukan hal yang menyakiti batinmu demi kami, anak-anakmu yang tak henti mengecewakanmu.

Maafkan kami yang terlewat sering membuatmu sedih, membuatmu marah, membuatmu merasa menjadi Bunda yang gagal. Maafkan kami yang terkadang membentakmu, mengecewakanmu, dan tak jarang membuatmu kehabisan air mata. Tapi percayalah Bun, kami amat sangat menyayangimu. 

Kurang lebih 9 bulan lamanya kau menimang ku dalam rahimmu. Membawa aku kemanapun kau pergi tanpa keluhan, bahkan kau selalu tersenyum dan mengusap ku dengan penuh kasih sayang. Ya, aku merasakannya, Bun. Kau telah mencintai ku walaupun kita belum bertemu.

Dan ketika aku lahir, tak henti kerepotan yang aku beri untukmu. Tak jarang aku membangunkan tidurmu dengan tangisan lapar. Kau kalahkan segala rasa lelah demi aku, demi timangan kasih sayang hingga aku terlelap kembali. Kau tak marah, justru kau menyunggingkan senyum tanda bahagia.

Ketika aku batita, lagi-lagi tak henti kerepotan yang aku beri untukmu. Aku yang ingin memamerkan bahwa bisa berjalan membuatmu lelah mengikuti kemana saja aku pergi. Khawatir aku terjatuh karena langkah yang masih tak seimbang. Tapi kau tak mengeluh. Lagi-lagi kau hanya menunjukkan senyum tanda bahagia.

Tak terhitung banyaknya kerepotan yang ku ciptakan untukmu. Namun kau selalu melakukan hal apapun untukku dengan senyuman.
Aku pun sadar, sampai nafas ini habis, sampai pernapasanku menolak oksigen untuk masuk kedalam rongga paru-paruku, sampai jantung ini tak berdenyut, sampai tubuh ini kaku tak bergerak, seberapa usahaku untuk membalas segala jasamu, tak akan pernah cukup, Bun. Dan tak akan ada yang bisa menandingi rasa cintamu padaku.

Cepatlah pulang, Bun.
Tak rindukah kau dengan kami -yang sering kau sebut malaikat-malaikat kecil-? Bosankah kau dengan segala kerepotan yang kami ciptakan? Jika iya, aku pastikan tak akan ada lagi hal-hal merepotkan yang memusingkanmu. 


Saat ini, tak ada lain yang kubutuhkan selain pelukanmu.
Cepatlah pulang, Bun.
Aku rindu...


With Love,
Your Little Angel <3
Share:

Sabtu, 14 Februari 2015

Valentine's Day is not Muslim's Day!

Assalamu'alaikum..

14 Feb.
Hari ini katanya hari "Kasih Sayang". Entah bagaimana sejarahnya, bagaimana mulanya. Banyak cerita simpang siur soal asal-muasal Hari Kasih Sayang atau -biasa disebut dengan bahasa kerennya "Valentine's Day"- ini.

Ada yang bilang, Valentine adalah nama dari pejuang cinta -ceileh- pada jaman Romawi Kuno dulu, yang dihukum mati oleh Raja Romawi. Entah benar atau tidaknya. Kalau benar, berarti Valentine's Day itu memperingati hari kematian Si Pejuang Cinta? Ngggg......

Dulu, dulu banget nih. Aku sempat merayakan hari Kasih Sayang ini. Dimana semua toko dan pusat perbelanjaan didekorasi dengan warna merah dan merah muda. Simbol "cinta" dimana-mana. Dan banyak yg menjual coklat ataupun bunga.

Sewaktu aku duduk dikelas 6 SD, aku selalu membeli coklat dan bunga untuk Ayah dan Ibuku. Gak cuma itu, akupun memeluk dan mencium mereka lebih banyak dari hari biasanya. Wajarlah ya, masih sangat jauh dari ajaran agama, masih belum tau kalau Val's Day bukan diperuntukkan untuk seorang Muslim sepertiku.

Alhamdulillah, makin tahun, makin banyak yang paham bahwa "Valentine's Day is not Muslim's Day". Aku selalu mengingat sebuah hadist yang Insya Allah berbunyi:
"Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kedalam golongan tersebut". Na'udzubillah!

Islam selalu mengajarkan tentang kasih sayang. Karena itu kita tak butuh hari khusus yang hanya disimbolkan dengan coklat & bunga. Hiasi setiap hari dengan saling mengasihi, saling menyayangi, saling melindungi. 

Bukan, ini bukan soal ke-fanatik-an tentang agama. Tapi ini tentang penjagaan ketat aqidah. Jangan nodai keimanan yg kalian punya dengan suatu hal yang dapat merusah aqidah. Dihari ini, hari kasih sayang ini, banyak yang menukar keimanan mereka dengan berdasarkan "Cinta". Dan melupakan kecintaannya pada Tuhannya sendiri.

Aku memang belum baik, bahkan masih jauh dari kata baik. Tapi setidaknya, aku selalu ingat dan berusaha menjadi hamba yang baik. Aku memang masih sering lalai, tapi aku tetap berusaha agar tak lagi lalai. Jadi, yuk sama-sama berusaha menjadi lebih baik lagi. Jauhi hal yang memang tak diperbolehkan.

Jadiiii, masih mau beli coklat & bunga buat orang yang kalian sayangi? Mendingan uangnya ditabung buat beli mahar untuk ngelamar si dia :3
Mau juga dong dilamar :3 *kodebanget*

Segitu aja ya~
Kalau belum jelas, atau mau nanya apapun, tentang segala postingan di Blog ini atau mau tanya hal pribadi silahkan ke kolom ask.fm di sebelah kiri postingan ini. Aku akan jawab asal pertanyaannya tetap sopan yaaa hehe.

Have a sweet day, Ppl!
Wassalamu'alaikum <3
Share:

Jumat, 06 Februari 2015

Rapuh dalam diam

Aku bagai karang di lautan
Yang selalu terkikis oleh derasnya ombak

Aku bagai mawar di musim kemarau
Yang akan mati bila tak terairi

Aku bagai pohon tak berakar
Yang pasti roboh ketika angin berhembus

Aku hanyalah gadis perenung
Yang hanya dapat meratap

Aku bukanlah gadis kuat
Yang tak mampu memikul beban hati seorang diri


Dan hatiku pun tak setegar senyumku yang pandai menipu.




-Trirati-
Share:

Rabu, 14 Januari 2015

Opick feat Amanda - Satu Rindu (Lirik)


Hujan kau ingatkan aku
Tentang satu rindu
Dimasa yang lalu
Saat mimpi masih, indah bersamamu

Terbayang satu wajah
Penuh cinta, penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau, Ibu...
Oh, Ibu...

Allah izinkanlah aku
Bahagiakan dia
Meski dia t'lah jauh
Biarkanlah aku, berarti untuk dirinya
Oh, Ibu...
Oh, Ibu...
Kau, Ibu...

Terbayang satu wajah
Penuh cinta, penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Terbayang satu wajah
Penuh cinta, penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau, Ibu...
Oh, Ibu...
Kau Ibu...
Oh, Ibu...
Oh, Ibu...

Hujan kau ingatkan aku
Tentang satu rindu
Dimasa yang lalu
Saat mimpi masih indah bersamamu
Kau, Ibu...
Oh, Ibu...
Share:

Senin, 22 September 2014

Happy twenty two, Masil! <3

Hari ini, 22 September 2014. Tepat 4 tahun 1 bulan kita bersama. Aku selalu bersyukur tiap aku mengingatmu. 
Aku bersyukur tak pernah ada kata "pisah" dalam hubungan kita. Dan aku lebih bersyukur, karena Allah telah mengirimkan salah satu "malaikat tak bersayap"-nya untuk menjagaku, untuk menghapus segala sedihku, untuk membuatku selalu merasa bahwa akulah wanita yang paling beruntung.

Ketika kita bertemu, aku tak pernah bosan memandangmu, menatap matamu, dan menikmati senyummu. Kamu adalah laki-laki terbaik yang pernah ku kenal. Bahkan kamu rela melakukan apapun demi kita.

Kamu yang paling baik. Kalaupun nantinya kita tak berjodoh, setidaknya aku tetap bersyukur pernah menetap dihatimu, pernah merasakan rasanya dicintai oleh laki-laki sebaik kamu. Laki-laki yang sebelumnya aku anggap 'semua sama saja'. Tapi kamu berbeda. Mungkin mereka yang tak mengenalmu bertanya 'apa baikmu?'. Aku tak akan bosan menjelaskan segala kebaikanmu, segala pengorbananmu, segala ketulusan hatimu, dan segala kebaikanmu yang lainnya.

Kita pernah berkomitmen untuk tetap bersama, dan aku harap komitmen kita berlaku sampai kapanpun.
Mas, aku hanya inginkanmu.
Aku bahkan merasa bahwa aku hanya memilikimu. Kamu pelengkap segala peran yang selalu kubutuhkan. Kamu bisa jadi Ayah, Kakak, sahabat, pacar, dan penjagaku dalam satu waktu saja.
Diwaktu aku sedih, aku hanya ingin bertemu, bercerita, dan menumpahkan segala keluh-kesahku padamu. Tak jarang kau melihatku menangis, bahkan aku tak lagi malu memperlihatkan air mataku padamu. Karena kamu yang mampu mengusap tiap air mataku yang jatuh, dan hanya kamu yang mampu mengubah segala sedih menjadi tawa. Kamu tak pernah meninggalkanku sedikit pun ketika aku sedih, ketika aku membutuhkanmu. Bahkan kau tak pernah bosan mendengar ceritaku ditiap pertemuan kita. Kamu perndengar yang sangat baik :')

Aku hanya ingin bersamamu sampai kaki ini tak mampu melangkah, sampai kulit ini keriput, sampai mata ini tak jelas melihat, sampai mulut ini tak mampu berucap, sampai Allah menghentikan 'pinjaman' oksigen-Nya padaku. Dan aku ingin, 'disana' nanti kita akan tetap bersama. Indah dalam istana-Nya.

Aku ingin menjadi pelayanmu, Mas. Pelayan yang setia menghapus segala peluhmu. Pelayan yang mencuci semua bajumu. Pelayan yang menyiapkan segala keperluanmu. Pelayan yang selalu setia melayanimu dalam hal apapun. 

Aku menginginkan Imam sederhana sepertimu, Mas. Aku tak masalah dengan apapun keadaanmu, justru aku ingin menjadi teman hidupmu, menikmati setiap proses menuju kesuksesanmu.
Aku tak ingin memiliki laki-laki bermobil mewah, aku hanya ingin kamu yang berdiri memimpin setiap sujudku.
Aku tak ingin laki-laki bersuara merdu yang mampu menyanyikan lagu romantis untukku, aku hanya ingin kamu yang memimpin setiap lantunan ayat Qur'anul Kareem.
Aku tak ingin laki-laki dari keluarga kaya raya untuk menjadi suamiku. Aku hanya inginkan kamu yang mampu memimpinku, berjalan beriringan dijalan menuju surga-Nya.

Kamu terlalu baik, justru itu aku tak ingin kau pergi. Aku hanya ingin menghabiskan setiap sisa detik hidupku bersamamu, bersama laki-laki baik sepertimu. Karena itu, doaku tak lagi "Jika kau jodohku.....", tapi menjadi "Jadikan dia jodohku". Aku berdoa ditiap aku mengingatmu. Aku takut, ketika pada akhirnya kita berpisah, aku tak lagi menemukan laki-laki sebaik kamu, Mas. Walaupun aku tau, Allah selalu memberi yang terbaik. Tapi aku tetap hanya menginginkanmu yang menjadi teman disisa nafasku.

Semoga kita selalu bersama sampai kapanpun :')
Aamiin!!

And, happy twenty two, Love! I'm a lucky girl! Sorry girls, there is no copy of Ilham Setianto. He is not one in a million or a billion. He is the only one. And he is mine!

 
Share:

Senin, 23 Juni 2014

Islam terasingkan…

Assalamu'alaikum

Kadang terbesit betapa sulitnya Rasulullah SAW mengabdi untuk Islam. Membela Islam, membela umat, membela agama Allah ini. Berperang dengan berbagai kaum agar memerdekakan Islam. Bahkan sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Beliau mengucapkan "ummati… ummati… ummati…". Bisa bayangkan betapa beliau mencintai kalian?
Betapa sedihnya Beliau melihat umatnya dijaman ini, Beliau akan sedih, bahkan menangis. Jangankan Rasulullah, akupun sedih. Sangat sedih. Sebegitu jauh mereka tentang Islam. Sebegitu hina mereka menilai agamaku. Ya Rabbi, inilah akhir jaman itu? Salah satu pertanda hari akhir itu? Islam semakin terasingkan.

Sobat, jika kau melihat seorang muslim dengan akidah yang buruk, salahkan saja orangnya, jangan agamanya. Percayalah sebagaimana aku mempercayai bahwa, tak ada satu agama pun yang mengajarkan hal buruk. Semua agama mengajarkan hal baik. Begitupun agamaku, Islam.
Ada beberapa oknum berlebel 'Islam', namun tak mencerminkan Islam. Merusak fasilitas umum, memporak-porandakan suatu daerah. Anarkis! MasyaAllah, jauh sekali dari ajaran Islam.
Islam tak pernah mengajarkan kekerasan. Islam selalu mengajarkan kelembutan hati. Contoh? Baginda Rasulullah SAW. Ketika beliau sedang sholat, beliau dilempar kotoran unta. Astaghfirullah. Apa yang beliau lakukan? Marah? Balas dendam? Tidak. Ketika beliau pulang, disambut tangisan sang puteri, Fatimah Az-Zahra R.A. Begitu sabarnya beliau. Jangan mengelak dengan berkata "dia kan Nabi. Manusia pilihan, beda sama kita yang manusia biasa". Iya memang berbeda, tapi kenapa tidak diikuti saja baiknya bagaimana? Membalas keburukan dengan kebaikan, apakah salah? Tidak. Justru kau akan dipandang mulia oleh Sang Illahi. 

Islam tak mengajarkan kekerasan. Sudah banyak contohnya. Tak perlu membalas keburukan dengan hal buruk pula. Balas hal buruk dengan hal baik.

Jangan rasis, teman-teman! Apa salah agamaku? Merugikan kalian kah? :")
Kenapa sebegitu bencinya kalian?
Aku sangat menghormati agama lain. Tak pernah sedikit pun berpikir bahwa kalian salah. Kita sama, kok! Yang membedakan hanya cara beribadah dan panggilan pada Tuhan. Selebihnya sama kan? Agama kita sama-sama mengajarkan hal baik.

Saudara seiman-ku yang selalu diberkahi Allah...
Dekatkan harimu pada Illahi. Sadarkah kalian bahwa kalian telah sangat jauh. Jauh mengenal agama dan Tuhan kalian sendiri. Mengabaikan tiap kewajiban. Apa yang ada dibenak kalian? "Besok ajalah" atau, "mulai besok aku pake jilbab", atau "mulai besok aku sholat rajib deh. Gak mau bolong-bolong lagi", atau kata "mulai besok" lainnya? Sadarlah, Saudaraku! Ajal tak tunggu taubatmu.

Bisa apa kalian dengan kata "mulai besok" itu jika detik selanjutnya malaikat maut telah menarik perlahan nyawamu? Taubat? Allah tak menerima taubat dipenghujung ajal! Ketika kalian sibuk dengan urusan duniawi kalian, sibuk dengan nafsu duniawi, sedangkan kain kafan kalian sedang ditenun. Allahu Akbar! 

Saudari muslimahku, tutup aurat kalian! Sia-sialah ibadah kalian jika kalian tak menutup aurat. Sedikit cerita ya:
Ada seorang ahli ibadah, sebut saja Fulan bin Fulan. Namun sayang Fulan tak berjilbab. Seringkali teman dan orang-orang disekitarnya menasihati, "Fulan, tutup auratmu. Sayang sekali, shalatmu rajin, puasamu pun rajin, sayang jika aurat masih terbuka" si Fulan hanya menjawab "nanti sajalah! Saya belum siap. Lebih baik jilbabi hati dulu saja".
Sampai suatu malam Fulan bermimpi. Didalam mimpi tersebut, Fulan berada ditaman yang sangat indah. Dia bertemu dengan salah satu muslimah, cantik dan berjilbab, menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Si Fulan bertanya, "Ukhty, dimanakah kita? Apakah kita di syurga?", muslimah itu menjawab "bukan, Ukhty. Ini bukan syurga. Ini hanya 'taman tunggu' menuju syurga. Syurga ada disana, dibalik pintu itu" jawab si Muslimah sembari menunjuk sebuah pintu. Fulan berpikir, "subhanallah, ini bukan syurga, tetapi sangat cantik. Apalagi syurganya?".
Tak lama, pintu tersebut terbuka. Si muslimah memanggil Fulan, "Ukhty, pintunya sudah terbuka, ayo kita berlari kesana", ujar Muslimah tersebut sembari berlari, langkahnya terlihat begitu ringan. Si Fulan segera menyusul langkah Muslimah, namun langkahnya terasa sangat berat. Fulan pun berkata "Ukhty, mengapa langkahmu begitu ringan? Sedangkan aku sangan berat melangkahkan kakiku ke arah pintu itu. Amalan apa yang kau lakukan tetapi tak aku lakukan?". Muslimah menjawab, "sesungguhnya, amalan sholatmu lebih baik dari amalan sholatku, puasamu lebih baik dari puasaku, sedekahmu lebih baik dari sedekahku. Namun, satu amalan yang tak kau lakukan namun selalu ku lakukan. Yaitu menutup aurat sesuai syari'at" ujar Muslimah tersebut, berkata sembari tersenyum lalu menghilang dibalik pintu syurga.
Sebangun dari mimpi, Fulan menangis lalu melakukan shalat taubat & qiyamullail.

Subhanallah.
Berjilbab bukan perintah dari Ulama, Udztad/Udztadzah, Habib, Nabi atau bahkan Rasul. Berjilbab perintah langsung dari Allah. Buka lagi An-Nur ayat 31. 

Tutup auratnya, shalihat :')
Agar kau terjaga.
Pernah seorang teman mem-posting seperti ini : pelecehan seksual bukan karena salah perempuannya juga kok. Laki-lakinya aja yg besar nafsu. Buktinya, yang dilecehkan bukan cuma perempuan tak berjilbab, ada juga yg berjilbab tapi hamil diluar nikah, jadi korban pelecehan seksua juga. Jadi, masih salahin perempuannya?

Aku bahas boleh ya?
Ada 3 hal yang dapat menghancurkan iman laki-laki. Harta, tahta, dan wanita.
Wanita! Memang, pelecehan sesksual gak cuma yg ber-hotpants aja. Tapi coba ditela'ah lagi. Mungkin wanita berjilbab yang jadi korban pelecehan seksual itu masih pake baju ketat, kerudung tak menutup dada. Apa yang ditutupi? Itu bukan menutup, tapi membalut. Bukankah menutup aurat sesuai syari'at itu; tidak menerawang, tidak ketat, tidak bertabarujj, kerudung longgar dan menutup dada, dan yang terlihat hanya wajah dan telapak tangan? Coba dikoreksi lagi. Allah sangat mencintai wanita. Tutuplah aurat sesuai syari'at agar kalian terjaga. 

Kenapa masih ragu? Malu? Takut dibilang kaya ibu-ibu? Dibilang gak modis? Gak fashionable? Allah ciptain bumi berseta isinya ini untuk apa? Gaya-gayaan? Bukan. Untuk beribadah pada-Nya. Buat apa gaya-gayaan? :')
Muslimah itu sederhana, Shalihat :') jangan hapus kesederhanaan itu.
Takut dibilang kaya ibu-ibu? Digodain dengan sebutan "udztadzah" atau "bu hajjah"? Aamiinkan aja. Dibilang ibu-ibu, berarti kita didoakan, semoga kita bisa  menjadi ibu yg baik kelak. Dibilang udztadzah atau bu hajjah, aamiinkan saja. Semoga jadi bu Hajjah beneran :')

Ada juga beberapa teman yang melepas jilbabnya ketika bekerja, dipakai lagi ketika keluar kantor. Alasannya, cari kerja susah. Sekalinya dapet, disuruh lepas jilbab. MasyaAllah, kalian tega menjual akidah? Tak percayakan bahwa Allah yang mengatur rezeki? Mungkin Allah akan menyiapkan rezeki yang lebih besar dari itu. Allah hanya menguji akidah kalian, tapi kalian tega menjualnya? Astaghfirullah :"

Ada seorang adik kelas dengan pandangannya yang luas berkata:
"Semakin bingung kan kak?:")
Islam Indonesia sdh bisa dibilang diambang kehancuran. Darah sesama Islam bahkan bagaikan darah ayam yg bebas disembelih tanpa ada hati nurani lagi.
Mereka terlalu membawa dunia kehati mereka. Mereka tak sisipkan sedikit asma Allaah dihati mereka. Hati mereka keras,mereka mengira apa yg mereka lakukan itu ya yg ada didepan mata.
Mereka tak berfikir bahwa ada Surga dan Neraka tempat kembali.
Bos bagaikan tuhan pembawa rezeki bagi mereka,padahal kita memiliki Allaah yg Maha Kaya. Bumi,langit,planet dll milik Allaah..
Tanpa Allaah menciptakan Nabi Adam alaihissalam,tak akan ada kita dan mereka. 
Bos bos itu bagaikan org yg paling berjasa bagi mereka,dgn sombongnya bos itu menyuruh bawahannya untuk buka hijab,tidak sholat pada waktu jam kerja. Padahal,sombong itu adalah pakaian Allaah. Tapi,Allaah tak memakainya..
Apalah kita ini kak? Seorg hamba yg berlumuran dosa,seorg hamba yg tak tahu rasa syukur.. Allaahu akbar.
Kemana mereka? Kemana Islam Indonesia yg katanya terbesar diantara negara yg lain? Maanaaaa???
Dengan membuat kerusakankah cara mereka bersyukur? 
Harusnya kita islam Indonesia hrs buka mata,buka telinga. Kita sdg diintel oleh AS.. Tapi,bagi org awam itu. "apalah intel,yg penting saya hidup&makan"" - Dina

Jangan ragu untuk mencari cinta illahi! Jangan jual akidah hanya untuk sesuap nasi! Tak apa dibenci insani, asal dicinta illahi. Tak apa sengsara didunia, tetapi bahagia kekal diakhirat. Dunia adalah neraka bagi orang-orang Shaleh/Shalehah, namun syurga bagi orang-orang kafir.
Dunia ini pilihan. So, pilihlah! Mau bahagia didunia yang sementara ini, atau merelakan kesenangan sesaat untuk kebahagiaan abadi? Syurga atau neraka ada ditangan kalian, dihati kalian :')

Aku tulis begini bukan berarti aku sudah baik. Aku masih jauh dari kata baik. Tapi setidaknya, aku selalu belajar agar menjadi baik dimata Allah.
Hanya Allah yang maha membuka, menutup, dan membolak-balikan hati umat-Nya.


Maaf kalau isinya 'agak' gak nyambung, hehe..
Happy nice day!
Wassalamu'alaikum :')
Share:

Selasa, 22 April 2014

Aku hanya ingin taat

Asslamu'alaikum..

Bismillaaaaahh.. Beberapa hari ini, Alhamdulillah udah mulai pake jilbab dirumah. Waktu keluar juga udah mulai pake jilbab sesuai syari'at. Alhamdulillah, akhirnya berani juga pake jilbab panjang ke kampus :")

Niat pake jilbab syar'i itu udah lama. Tapi masih ragu karena temen kampus yang mayoritas non-muslim. Muslim di kampus itu jadi minoritas. Gapapa sih, Alhamdulillah walaupun banyak temen non-Muslim, mereka baik. Sering ingetin "Ofi udah sholat? Mau gue temenin ke musholah" Allah baik banget kan? Tetep kasih temen yang ingetin waktu ibadah walaupun beda keyakinan :")

Udah bilang juga sama Masil kalo mau pake jilbab terus walaupun dia kerumah. Alhamdulillah di-support. Dia malah bilang "ya gapapa doong. Malah bagus" :")

Pake jilbab syar'i itu nyaman banget. Jalan juga jadi sering nunduk. Terus, jadi suka berkhusnudzon (berprasangka baik). Misalnya, sering banget liat perempuan berjilbab tapi bajunya ketat dan pakai legging, atau perempuan berjilbab yang pakai turban atau kerudung pendek gitu. Itu sama aja kaya berpakaian tapi telanjang kan? Pakaian dan jilbab seharusnya untuk menutupi aurat, bukan membungkus. Kalau liat yang begini, pasti langsung batin "Astaghfirullah, dia kok gitu sih? Emang dia gak tau ajarannya gimana? Kan harusnya bla… bla… bla…"
Terus langsung istighfar berkali-kali. Sambil batin "ah, dulu aku juga gitu. Pake kerudung pendek, pake celana jeans ketat. Mungkin ini bagian dari prosesnya? Siapa tau 1 atau 2 tahun kedepan dia lebih baik."

Jujur, dulu aku selalu menutup diri dari yang namanya jilbab syar'i. Emang sih, waktu SMP selalu pakai jilbab panjang, pakai rok, pakai kaos kaki, tapi itu karna peraturan sekolah. Dan memang salah satu guruku pernah bilang "pakai jilbab yang wajar aja. Gak usah pakai cadar segala. Cukup jilbab menutup dada, pakai rok, dan kaos kaki. Ingat, Allah pun gak suka jika ibadahnya secara berlebihan". Kata-kata itu nempel banget diotak sampai sekarang.

Karena dompet mahasiswa yang pas-pasan :" aku tetep pake jilbab paris yg tipis itu. Tapi didouble & cara pakainya diubah biar bisa panjang depan belakang. Dan ada satu temen kampus yang bilang "Ofi, lu bagusan pake jilbab yg disampirin ke pundak kanan kiri itu daripada yang gini". Terus aku jelasin "Jilbab harusnya nutup dada, panjang depan & belakang. Jadi walaupun gak cocok dengan yg begini, tetep gue pake kok. Lagian, gak peduli pantes atau enggak, yg penting sesuai syari'at"
Padahal dalem hati bilang "Kalau kata kamu aku gak cocok begini, tapi kata Allah aku cantikan begini" :'))

Keuntungan menutup aurat sesuai syari'at lainnya adalah, terlindung dari sinar matahari yang akhir-akhir ini cerah berlebihan, hehehe. Dan enaknya pakai jilbab syar'i itu, bebas gerak. Gak khawatir jilbabnya bakal kesampir atau terbang kemana-mana karena ketiup angin. Apalagi sampe terbang terus keliatan lehernya waktu naik motor. Hoho.

Teman Muslimahku yang cantik. Kalau aja kalian tau siapa saja orang-orang yang dirugikan ketika kalian keluar rumah tanpa menutup aurat. Yang dirugikan itu semua laki-laki tercintamu:
1. Ayah. Ayah bertanggung jawab atasmu didunia dan akhirat. Jika satu langkah saja kamu keluar rumah dengan tidak menutup aurat, maka kamu telah menyumbangkan satu langkah Ayahmu masuk kedalam neraka. Nau'dzubillah :"
2. Kakak/Adik laki-laki. Mereka pun bertanggung jawab atasmu. 
3. Suami. Suami adalah pengganti Ayah ketika kita telah menikah nanti. Semua tanggung jawab Ayah akan digantikan oleh suami kita kelak.
Wanita baik akan mencintai lelaki-lelaki tersebut dan melindungi mereka dari siksa neraka. Begitupun aku. Aku pakai jilbab bukan karena hanya ingin melindungi diri sendiri. Tapi melindungi Ayah, Saudara Laki-lakiku, dan calon suamiku kelak. Well, gak mau juga kalau suamiku nanti cuma dapet 'sisa'nya aja :(( kan kasian. 

Kalau kamu belum berjilbab, yuk berjilbab! Jangan tunggu besok-besok. Ingat, mati gak tunggu taubatmu. Kalau kamu berjilbab nunggu nikah, nunggu siap, nunggu dan terus nunggu, tapi kalau detik berikutnya kamu gak bisa nafas, kamu bisa apa? :(
Allah gak butuh berjuta orang buat sujud sama Dia. Tapi kita yang butuh pertolongan-Nya. Allah gak akan 'jatuh' kalau kita gak taat sama Dia, tapi kita yang 'jatuh' kalau kita jauh dari-Nya.

Dan andai kalian tau, aurat gak cuma hanya untuk lawan jenis. Sesama muslimah pun ada batasan aurat. Kalau bukan mahram, seluruh tubuh perempuan itu aurat kecuali wajah & telapak tangan. Tapi kalau sesama perempuan, aurat dari pundak sampai mata kaki. Artinya, minimal kalau sesama perempuan tetep pakai kaos lengan panjang atau pendek dan pakai celana panjang.

Jangan tunggu hidayah. Allah selalu menurunkan hidayah ke kamu. Tapi kamunya yang gak sadar, bahkan secara gak sadar mungkin kamu menolak hidayah tersebut.

Segitu aja sih.
Maaf ya kalau terjesan menggurui. 
Mungkin kamu pikir, itu cuma urusanmu sama Allah. Dosa juga dosamu.
Tapi, kalian harus tau. Kalau kalian gak berjilbab dan aku berjilbab lalu mengetahui aturannya sesuai syari'at, aku wajib mengingatkanmu. Karena, aku takut kamu tuntut diakhirat kelak. Semoga mengerti ya :'))

Oiya, ingetin Ofi ya kalau liat Ofi pakai jilbab pendek lagi. Semoga bisa istiqamah terus. Aku jg mendoakan semua teman yang belum istiqamah. Semoga Allah selalu memberikan hidayah-Nya dan kalian terima hidayah tersebut. Aamiin :'))
Share:

Jumat, 11 April 2014

Tepat satu tahun lalu…

Awal April tahun lalu, keluarga gue berencana jenguk Nenek kami yang lagi sakit keras di Surabaya. Memang, gue ada libur setelah UTS, cuma 4 hari, sih

H-2 sebelum kami berangkat. Ada perasaan yang selalu gak enak, selalu gelisah. Berkali-kali gue tanya ke orang tua gue "Yah, Bu, kita jadi pulang? Liburnya cuma 4 hari, loh!"
Tapi mereka selalu jawab "jadi. Gapapa, sehari disana juga gapapa. Yang penting bisa jenguk Mbah-mu"

2 tahun belakangan ini, Nenek gue yang tinggal satu-satunya itu emang lagi sakit keras. Stroke. Dia cuma bisa duduk dikursi roda sambil liat orang-orang disekitarnya.

Hari H, 10 April 2013
Kita berangkat malem. Sekitar jam 7-an. Semua normal, Alhamdulillah.
Subuh (11 April 2013), kita sampe di SPBU Muri Tegal. Niat untuk istirahat dan ketemu sama Pakde gue yang kebetulan mau pulang ke Surabaya juga. Bukan saudara sih, cuma karena deket jadi udah kaya saudara banget. Si Pakde ini profesinya memang Driver. Jadi udah handal bawa mobil dengan keadaan ngebut didaerah pantura.

Setelah istirahat, kami lanjutin perjalanan kami. Berhenti cuma buat sholat, makan, sama istirahat. Tapi, berasa banget lamanya, perjalanan kali ini itu lama banget. Banget! Biasanya, kalau bukan libur lebaran atau akhir tahun, perjalanan Tangerang - Surabaya cuma ditempuh 24jam. Bahkan bisa 18 jam aja. Tapi kali ini, udah lebih dari 24 jam dan belum sampai-sampai.

Sekitar jam 9-an malem, gue lupa ada didaerah mana, kebetulan yang bawa Kakak gue. Gue sih lagi tidur, karena 2 orang ade gue dan 1 orang temannya (entah ini anak tetangga ngikut) ikut mobil Pakde, akhirnya gue bisa tiduran dan selonjoran dikursi bagian paling belakang. Dalam kondisi yang tidur, walaupun gak pules-pules banget, tiba-tiba mobil banting setir ke arah kiri. Ternyata, kakak gue niat buat salip truk yang ada didepan mobil kami, tapi dari lawan arah ada truk juga. Jadi, mobil banting stir ke kiri. Gue dengan keadaan lagi tidur, reflek bilang "paling bentar lagi". 

Kita berenti lagi di Tuban. Kita makan malem, sekitar jam 10-an. Gak lama sih, cuma mampir makan. Dan gue pikir, sebentar lagi udah sampe. Alhamdulillah.

Selesai makan, kita lanjut lagi jalan. Yap! Tinggal sebentar lagi. Tuban - Lamongan - Gresik - Surabaya. Kebetulan, rumah kami berada diperbatasan Gresik - Surabaya. Dijalan, gue balik lagi tidur. Tetep dipaling belakang dan selonjoran :))
Dikursi tengah, ada Ibu, Ova (13yo), Obby (5yo), Ois (3yo). Dikursi depan kiri ada Ayah, yang jadi supir tetep kakak gue, Oddy (20yo). 

Memasuki 12 April 2013.
Sekitar jam 12 malem, Pas lagi tidur, tiba-tiba badan gue jatuh, kebawah (yaiya jatuh kan kebawah-_-). Ada suara benturan yang keras banget. Sedikit gue denger Ibu gue teriak "kok bisa sih, Od".
Gue coba buat bangun. Gue pikir cuma mimpi, serius. Itu kaya mimpi. Bener-bener gak sadar. Gue raba bangku tengah mobil, coba buat bangun. Pas gue udah bener-bener sadar, ternyata mobil kami nabrak tiang telkom. Dan yang gue liat, isi mobil udah acak-acakan. Gak beraturan. Ade gue nangis. Ova kejepit dibawah kursi supir. Oddy reflek ambil gadget & dompet bokap yang ada di dashboard. Ayah kejepit, jadi kursi depan bagian kiri kaya patah kearah depan. Kepalanya kebentur kaca depan, kacanya sampe retak, hampir pecah. Dagunya kebentur dashboard, darahnya udah kemana-mana. Ayah cuma bisa bilang "ada apa ini?". Mungkin masih belum sadar karena emang sebelumnya Ayah lagi tidur.

Ada banyak warga sekitar yang nolongin kami waktu itu. Banyak yang bilang "ayo Bu, Mba keluar". Banyak yang fokus ke Oddy, tapi Oddy cuma bilang "Ayah saya aja Mas, saya gapapa". Emang yang dikhawatirin cuma Ayah, pas gue sadar juga, gue cuma bisa teriak "ayah". Ada 3 penyumbatan pembuluh darah di jantung Ayah kami. Itu yang ditakutin. Jantungnya kenapa-napa. 

Semua turun dari mobil. Kami kumpul di pos siskamling yang ada dipinggir jalan itu, disekitar daerah Lamongan.
Ayah ditidurin, dia cuma bisa teriak "aduh… aduh". Dagunya berdarah. Ayah kesakitan sambil pegang dadanya.
Kaki Obby sobek cukup lebar. Gak tau kenapa bisa sobek. Dia cuma bisa nangis sambil teriak "Sakit". Ibu matanya bengkak, keluar darah dari mata kanan. Ibu memang pake kacamata, mungkin kebentur. 
Ois cuma diem. Dia cuma liatin orang-orang disekitarnya. Diliat Ayah, Ibu sama Obby yang keliatannya paling parah, akhirnya mereka dibawa ke Rumah Sakit didaerah itu. Naik motor.

Gue, Ova, Ois, sama Oddy tetep disitu. Gak lama, polisi dateng buat atur lalu lintas yang macet karena kami, dan urus kecelakaan ini. Gue cuma bisa peluk Ois.
Anehnya, gue gak nangis. Sedih emang. Tapi gak bisa nangis. Ada perasaan tenang, aneh sih-_-

Akhirnya, ada Ibu-ibu yang rumahnya tepat dipinggir jalan itu. Dia dateng langsung rangkul gue, dan bilang "ayo Mbak, adiknya ajak kerumah Ibu aja. Istirahat yuk! Kasian adiknya kena angin malam. Biar Masnya aja yang urus mobil". Gue cuma ngangguk. Bingung harus gimana.

Pas sampe didalem rumah Ibu-ibu ini. Gue liat Ois mimisan. Sebenernya panik, tapi harus keliatan tenang biar yang lain gak ikut panik. Gue lap darahnya pake tissue. Gue suruh dia tidur, tapi dia malah nangis. Pas gue liat, tangan kirinya luka. Cuma bisa gue tiupin.
Ova cuma bisa nangis. Dia bilang "Ibu, Ayah, sama Obby gimana mbak?" Dan gue bilang "gapapa kok. Berdoa aja, jangan nangis. Ada yang jaga kita", terus dia gue rangkul.

Dan tiba-tiba, gue ngerasa ada cairan ditelinga kiri gue. Pas gue raba, ternyata darah keluar dari dalem telinga. Gue juga raba belakang telinga, perih. Telinga kiri bagian belakang gue robek. Gue berusaha tenang "jangan panik, jangan panik". Gue juga bgerasa punggung gue perih, pas gue suruh Ova buat cek, ternyata luka. Wajar sih, gue kan jatuh, dan alat-alat Ayah kaya obeng, tang, dan kawan-kawannya itu berserakan dibawah.

Gak lama. Gue langsung kabarin Masil. Gue sms "aku kecelakaan :(("
Gue missed call dia juga sampe dia bangun. Dia langsung telpon gue. Dan waktu Masil telpon, gue cerita semua kronologinya, gue nangis. Baru bisa nangis. Pas gue nangis, Ibu-ibu yang nolong kami itu langsung peluk gue sambil bilang "Mbaknya jangan nangis. Kasian adeknya nanti panik. Udah, Ayah sama Ibunya pasti gapapa kok".

Singkat cerita, Ois tiba-tiba muntah-muntah. Seinget gue, kalo orang kecelakaan terus shock berat lalu muntah, itu gejala Gegar otak. Gue coba lagi buat tenang.

Gue hubungin Pakde, kasih kabar kalau kita kecelakaan. 2 orang ade gue, Onny (11yo) sama Olza (9yo) dan temannya Aura (8yo) ada dimobil Pakde, dan Alhamdulillah mereka gak ikut kami.

Oddy masuk ke rumah Ibu baik ini terus langsung meluk gue, Ova, sama Ois sambil bilang "Maaf ya, Maafin Mas" terus gue bilang "Lu kenapa sih? Kok bisa gini?" Terus dia bilang "Maaf gue ngantuk, tadi gue tidur pas nyetir. Mau minta gantiin Ayah tapi kasian Ayah capek". 

Gak lama, ada yang ketok pintu rumah. Terus karena gue kasian sama Ibu Baik, gue yang bukain pintu. Padahal udah dibilang "buka aja gak dikunci", tapi orang diluar itu tetep ketok-ketok pintu.
Pas gue buka, ternyata Onny. Dan dia langsung peluk gue sambil nangis. Dia bilang "Kok bisa sih mbak? Kok bisa?" Gue gak bisa jawab, gue cuma bisa nangis. Onny terus meluk gue. Pelan-pelan gue ceritain. Tapi dia cuma bisa nangis.
Olza sama Aura langsung ke Rumah Sakit susul Ayah sama Ibu.

Singkat cerita, urusan Pakde, Oddy sama polisi udah selesai. Kami semua berangkat susul Ayah Ibu ke Rumah Sakit. Namanya juga daerah, jauh dari Rumah Sakit, jaraknya sekitar 20km.
Sekitar jam setengah 5 kami sampai di Rimah Sakit.
Gue langsung cari Ibu. Pas ketemu langsung gue peluk. Oddy juga langsung peluk minta maaf, tapi Ibu bilang "gapapa. Gak usah minta maaf. Ini udah 'ditulis'. Bersyukur aja kita masih selamat & masih bisa kumpul"

Singkat cerita lagi yaaa
Obby gak mau kakinya dijahit. Ibu pikir juga, Obby masih kecil, kulitnya masih bisa tumbuh tanpa dijahit. Karena sobekan dikali Obby juga gak beraturan, jadi takut kalau-kalau kakinya jadi gak bisa balik kaya dulu.

Gue cerita kedokternya keadaan Ois yang muntah-muntah terus. Katanya "gapapa kalau gak mau dirawat. Harusnya, adenya ini dirawat dulu. Tapi kalau sudah sampai Surabaya, dicek lagi, badannya panas atau enggak. Kalau panas, cepet-cepet bawa ke Rumah Sakit. Dikhawatirkan ada Gegar Otak"

Singkat cerita, kami yang tadinya terbagi 2 mobil, ditumpuk jadi satu didalam satu mobil. Barang sama orang ditumpuk-tumpuk. 

Sampe dirumah Om gue yang tinggal di Gresik. Karena liat kondisi masih lemes semua, jadi kita istirahat di rumah Om gue ini. 

Sekitar jam 10-an kita baru jalan lagi kerumah. Sekitar 1 jam perjalanan.
Sampe rumah, kami disambut sama tangisan Tante yang udah lama nunggu kami. Nenek gue cuma bisa liat sama mata yang berkaca-kaca. Mungkin dia mau nanya, kenapa kami begini.

Singkat cerita lagi.
Beberapa hari setelah keadaan membaik, Ayah, Ibu, Oddy, Om gue yang lain, dan Pakde balik lagi ke Lamongan buat urus mobil sama surat-surat yang ditahan.
Kebetulan Om gue ini seorang Wartawan. Jadi bisa bantu sedikit-sedikit.

Fyi ya. Berurusan sama polisi itu ribet banget. Dan polisi daerah ini emang terkenal 'nakal'. Jadi, kami mengeluarkan uang kurang lebih 6 juta buat menebus mobil kami yang udah ancur banget, dan surat-surat itu. Awalnya, mobil mau dikirim ke Tangerang. Tapi karena biaya yang diluar dugaan, jadi mobil ini dikirim kerumah kami di Surabaya.

Keadaan mobil udah ancur banget. Mesinnya sampe pecah. Tulang mobilnya geser kebelakang. Sedih banget liatnya. Mobil itu belinya perjuangan. Ayah kerja dengan taruhan nyawa, Meeen. Tapi… yaudahlah ya, rezeki mobil itu buat keluarga kami cuma sampai saat itu aja :')

Kami di Surabaya lumayan lama. Sekitar 2 minggu. Jauh dari perkiraan kami.
2 minggu bolos, Men. Udah banyak absen karena emang 2 minggu sebelum pulang gue sempet kecelakaan motor sama Ajeng di sekitar Greencove. Jadi ya gitu......

Setelah semua pulih, kami pulang ke Tangerang. Sebelum pulang, sewaktu pamit sama Nenek kami, Ibu bilang "Bu, aku pulang dulu ya? Kasian anak-anak harus sekolah, udah lama kan nemenin Ibu" terus Nenek gue ngomong sambil merintih "kamu gak mau nungguin aku ta?" Terus Ibu jawab "mau, Bu. Tapi nanti kesini lagi kalo anak-anak libur"

Akhirnya kami pulang. Naik kereta api. Yap! Setelah sekian lama gue gak naik transportasi ini.

Sesampai di Tangerang, kami semua jalanin aktifitas kami seperti biasa. Bedanya, gak ada lagi mobil. Gak bisa jalan-jalan. Lagi-lagi cuma bisa bilang "Alhamdulillah". Yang ada dipikiran kami saat itu adalah, bersyukur karena masih bisa kumpul. Gak ada kurang satu hal apapun.

Seminggu kami di Tangerang, ada kabar Nenek kami "pulang" :"

Kami balik lagi ke Surabaya. Lagi-lagi dengan tangisan. Ternyata, Nenek kemarin mau ditungguin sampai dia. 'Pulang'. Sedih banget. Gue udah gak punya Mbah.

2 minggu lagi kami disana. Sebulan gue ada dikota kelahiran gue itu. Rasanya udah gak mau pulang ke Tangerang. Mau pindah aja kesana.

Setelah pulang dari Surabaya buat yang kedua kalinya. Semua normal.
Sampai akhir Mei gue kecelakaan lagi. Kecelakaan motor.

Setahun kemarin, gue 3x kecelakaan. Trauma? Jelas! Sampai sekarang. Kalau naik mobil terus jalannya ngebut. Gue cuma bisa nunduk sambil merem. Takut.

Intinya sih.....
Tepat satu tahun lalu keluarga gue alami kejadian buruk yang gak pernah kebayang sebelumnya. Tapi, Alhamdulillah, kami masih bisa berkumpul sampai sekarang. Walaupun kalau liat mobil Kijang Kapsul dijalan suka ada rasa 'miris'. Tapi, Alhamdulillah lagi, semua yang hilang kalau kita ikhlas, pasti diganti sama yang lebih baik :))
Beberapa bulan kemudian, Ayah beli mobil baru. Lebih besar dan lebih cukup buat satu keluarga besar ini :))
Walaupun masih kredit dan gak cash kaya mobil sebelumnya, tapi tetep Alhamdulillah. Allah tuh baik. Allah tuh adil. Jangan pernah raguin itu. Siapapun yang qona'ah, terima apa adanya pasti Allah kasih yang lebih baik lagi.

Syukuri apapun yang ada dihidup kalian.
Minimal, bersyukur Tuhan masih meminjamkan oksigen milik-Nya untuk kalian ditiap harinya.

Tepat satu tahun lalu, gue lagi pikirin gimana nasib semua keluarga gue.

Have a great weekend, Ppl :')) <3

Share:

Jumat, 04 April 2014

The Nelwans - Marmut Merah Jambu (Ost. marmut Merah Jambu)


Setauku cinta itu random
Tak tau kapan datang dan dengan siapa
Buktinya indah ini datang
Dengan tiba-tiba dan dia orangnya

Ku jatuh cinta
Tuk yang pertama

Reff:
Cinta itu kaya marmut lucu
Warna merah jambu
Yang berlari disebuah roda
Seolah berjalan jauh
Tapi gak kemana-mana
Gak tau kapan berhenti
Ku jatuh cinta...

Sering aku tersenyum sendiri
(Ku tersenyun sendiri)
Dan lukis wajahmu didalam mimpi
(Didalam mimpi)
Dan ku terbangun dipagi hari
Masih terasa indah...

*Back to Reff

Sekarang baru ku mengerti
Teka-tekimu...
Kalimat indah tak pernah kusadari
Tulismu ku tak menyangka jatuh cinta
Semudah ini kepada sahabat baruku...

*Back to Reff



Sumber:
http://www.thenelwans.com/single/
Share: