Senin, 18 April 2016

My Lovely Swallow

Assalamu'alaikum, Ncaku...

Persahabatan kita sudah berapa tahun, ya? Hampir sekitar 7 tahun. Wah, sudah lama rupanya :')

Nca, Ofi tahu, Ofi bukanlah sahabat yang baik. Selama ini, Ofi sangat egois. Bahkan Ofi mungkin lebih cenderung terlihat tidak peduli. Ofi sering jahat ya sama Nca? Maaf ya :')

Tapi, Nca harus tahu. Diam-diam, Ofi sering berdoa untuk kita. Apalagi sewaktu kita sedang tak "mesra". Anyway, kita sering sekali berbeda pendapat hingga berakhir tak tegur sapa. Diam-diam Ofi sering mikirin Nca. Ofi sadar betul kalau Nca adalah salah satu sahabat terbaik yang Ofi punya. Walaupun kita miliki watak yang sama, sama-sama keras kepala. Tapi, Ofi bahagia bisa bersahabat dengan Nca, salah satu sahabat yang tidak pernah mundur selangkah pun di keadaan apapun.

Ofi mau kita bisa seperti ini sampai kapanpun. Sampai Nca nikah sama Abang, sampai Ofi nikah juga sama Masil, sampai kita sama-sama miliki anak-anak yang lucu & sholeh-sholeha, sampai anak kita dewasa, sampai kita sama-sama keriput. Ofi mau kita seperti ini terus. Nca mau juga, kan?

Ofi sayang betul sama Nca. Ofi juga sering bilang sama Masil kalau Ofi sayang sama Nca. Enggak, Masil gak cemburu, kok, hehe.

Nca gak perlu takut apapun. Ada Ofi, ada Abang, ada Masil, ada Mama Papa, ada Mba Nessya, ada Brata, ada Rizik, ada banyaaaak orang-orang yang sayang sama Nca dan selalu ada buat Nca. Maaf, untuk saat ini hanya doa Ofi yang menemani Nca, Ofi masih belum bisa. Jadi, peluknya via doa dulu ya? Nanti kalau Ofi bisa, Ofi mau ke rumah Nca. Ofi mau peluk Nca yang lamaaaa. Ofi rindu Nca :(

Ofi tahu Nca wanita kuat. Ofi tahu ini hanyalah masalah kecil buat Nca. Nca lebih kuat dari masalah ini. Kan ada orang-orang yang sayang sama Nca. Yang ikut bantu menguatkan dengan doa.

Mungkin, Nca bingung kenapa Ofi tulis hal ini di blog. Kenapa gak personal chat aja? Karena Ofi mau semua orang tahu, kalau Ofi punya sahabat cantik dan kuat. Sahabat yang gak pernah tinggalin Ofi dalam keadaan apapun.

Dan mungkin, teman-teman yang baca bingung, kenapa judulnya My Lovely Swallow? Karena, sewaktu SMK, Ofi sama Ica selalu berdua kemana pun. Sampai suatu hari, salah satu teman kami, panggil kami Swallow. Sewaktu ditanya mengapa, dia berkata "ya habis, kalian berduaan mulu kaya sendal jepit swallow". Dan akhirnya, sampai saat ini, kita bangga disebut Swallow. Ya kan, Nca? Karena, Swallow gak bisa jalan sendiri, harus sepasang :)

Ofi sayang sama Nca. Kita harus sama-sama semangat yaa. Ofi selalu berdoa buat Nca. Selalu. Gak akan pernah putus  :)

Love you, Ncaku :*

Wassalamu'alaikum..

With love,
Trirati.

Share:

Rabu, 13 April 2016

Orang Ketiga

Assalamu'alaikum~

Ehm, kali ini Ofi mau bahas soal Orang Ketiga. Kenapa? Bisa pengalaman pribadi, bisa dari cerita teman, bisa dari lingkungan sekitar, atau bisa dari program TV (korban tipi) -_-

Dalam sebuah hubungan, bohong rasanya bila tidak pernah terganggu dengan hadirnya orang ketiga. Di dalam sebuah hubungan pun, pasti pernah diganggu dengan Si Orang Ketiga ini. Entah teman sekolah, teman kantor, mantan, atau siapa pun yang rasanya seperti nyamuk yang berdenging di telinga sewaktu kita sedang berduaan sama pacar (re: penganggu).

Sebenarnya, Ofi masih bingung sama tindakan dari orang ketiga ini. Lah wong sudah tahu orang yang didekati punya pasangan, kok ya masih saja berusaha untuk dekat? Maksudnya gimana? Biar yang didekati jadi lebih nyaman sama dia terus putus sama pasangannya, gitu? Ckckck.

Di hubungan Masil sama Ofi pun pernah di-"nyamukin" sama orang ketiga. Entah dari pihak Ofi atau pihak Masil. Pasti ada saja. Entah motivasi mereka itu apa. Suka sih boleh, kagum juga silakan, tapi tolong jangan sampai mengganggu apalagi sampai merusak.

Gini, ketika kamu hadir di suatu hubungan dan kamu berusaha untuk mengganggu apalagi hingga merusak, silakan! Monggo! Tapi, jangan mencak-mencak kalau kelak kamu miliki hubungan yang kamu jaga dengan sangat, lalu tiba-tiba dirusak oleh orang ketiga. Karena, ketika kamu menyakiti, suatu saat akan disakiti. Ketika kamu mengecewakan, suatu saat akan dikecewakan. Ketika kamu menganggu, suatu saat akan diganggu. Hidup kan adil. Hidup penuh dengan timbal balik.

Dan untuk pasangan-pasangan yang mungkin sering terganggu dengan adanya orang ketiga, Ofi ada beberapa saran menurut pengalaman Ofi;
1. Kata Bundadari; kalau pasangan kamu didekati oleh wanita baru di hidupnya, entah teman sekolah, teman kerjanya, atau bahkan teman masa lalunya, biarkan! Kamu cukup mengawasi. Bagaimana pun kamu menjaganya, jika dia berniat mendua, dia akan lakukan. Dan sebaliknya, bagaimana pun "wanita baru" itu menggoda lelakimu, jika lelakimu serius sayang dan tidak ada niatan berpaling, dia tidak akan pernah pergi. Setelahnya, cukup berterimakasih. Dengan begitu, berkat "wanita baru" itu, kamu akan tahu bagaimana lelakimu. Tipe lelaki yang mudah tertarik kah? Atau memang tulus mencinta?

2. Buktikan kalau kamu tak akan melepaskan pasanganmu begitu saja. Buat dia agar selalu nyaman. Terkadang, pasangan kita bisa nyaman sama orang lain karena dia sedang bosan sama kita. Yang pacaran bertahun-tahun pasti sudah tahu bila pasangannya mulai bosan. Cukup dengan membuatnya nyaman kembali. Pikirkan apa yang dia suka, lalu lakukan. Misalnya, bila pasanganmu suka travelling, ajak dia travelling berdua. Atau bila pasanganmu suka kuliner, masak sendiri apa yang dia suka, atau ajak kuliner ke tempat yang belum pernah dia kunjungi. Intinya, buat dia nyaman kembali.

3. Semua balik ke pasangan masing-masing. Ibaratnya kalian berada dalam satu rumah. Ketika ada orang yang datang dengan mengetuk pintu rumahmu, semua tergantung padamu atau pada pasanganmu. Misalnya, kamu yang membuka pintu. Semua tergantung kamu, kamu mau persilakan dia masuk, atau kamu katakan "maaf" karena rumahmu sudah ditempati.

Kurang lebih seperti itu.

Dan untuk kamu yang berperan sebagai orang ketiga. Jujur, tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Karena, kita tidak bisa memilih pada siapa hati kita akan berlabuh, bukan? Karena cinta itu anugerah dari Tuhan.

Tapi, bila kamu mengetahui orang yang kamu kagumi sudah miliki kekasih, tolong untuk tidak mendekat. Hargai orang yang mungkin akan sangat tersakiti. Hargai mereka yang saling mengasihi. Apa yang kamu harapkan dari rumah yang sudah ditempati? Sedekah cinta? Apakah kamu sehina itu? Jangan terus-menerus berdiri di depan rumah yang telah ditempati. Pergi! Cari rumahmu sendiri, yang belum ditempati tentunya, yang masih kosong.

Kalau ada yang bilang ini pengalaman pribadi, iya, Ofi akui. Karena memang hubungan tidak akan pernah luput dari kasus Orang Ketiga. Beruntungnya, Masil sama Ofi termasuk orang yang tidak mudah kagum, tidak mudah berpindah hati. Ehehe.

Sekian curhatnya. Semoga bermanfaat untuk teman-teman yang hubungannya sedang memanas akibat orang ketiga. Dan semoga bermanfaat juga bagi si orang ketiga. Kalian berhak bahagia juga, asal tidak merusak pasangan bahagia~

Wassalamu'alaikum~

Salam,
Trirati.

Share:

Rabu, 16 Maret 2016

Review; Dilan, Karya Pidi Baiq

Assalamu'alaikuuumm~~

Udah ada yang baca Dilan karya Pidi Baiq? Udah? Oke, udah. ((Maksa))

Kali ini, Ofi mau review tentang Dilan. Entah udah berapa perempuan yang "jatuh cinta" sama Dilan setelah baca novel itu.

Awalnya, di rekomendasiin novel ini sama salah satu teman. Di instagram, path, twitter, dan jejaring sosial lainnya juga banyak sekali yang membahas novel ini. Dan awalnya, gak terlalu tertarik sama novel ini, karena Ofi lebih suka novel yang ber-genre Religi. Dan ekspektasi Ofi tentang novel ini ya sama seperti novel Romance pada umumnya, berisi tentang cinta.

Awalnya, Ofi di kasih link dari blog Pidi Baiq, Sang Penulis. Dan sebenernya, teman Ofi ini amat sangat antusias mengenalkan Ofi dengan Dilan. Kenapa Ofi bilang seperti itu? Karena setiap SMS ataupun Chatting, dia pasti membahas Dilan. Sampai Ofi bingung mau balas apa, karena dia yang semangat cerita tentang Dilan sedangkan Ofi gak paham apapun tentang Dilan.

Setelah Ofi baca, sebenarnya tokoh Dilan ini sudah banyak di novel-novel lainnya. Entah memang terinspirasi dari Dilan yang notabene "nakal" tapi manis, atau bagaimananya Ofi gak paham. Jadi, respon Ofi sewaktu itu ya, biasa aja. Cuma sekedar "Oh", gitu hahaha

Sampai akhirnya, teman Ofi itu kasih pinjam novel Dilan bagian kedua yang dia pinjam dari teman yang lainnya. Bingung? Ya gitulah pokoknya.

Sebenernya agak bingung baca novel ini, karena belum pernah baca Dilan bagian pertama. Tapi, cukuplah untuk sekedar mengenal tokoh di dalamnya.

Gak perlu banyak waktu untuk baca novel yang kurang lebih sekitar 300 halaman itu. Hanya sekitar 9 jam.

Dan selama membaca, Ofi bisa senyum-senyum sendiri, tertawa, sampai terharu. Tapi, perbedaannya adalah, Ofi gak seperti teman-teman yang lainnya. Teman-teman Ofi, sebagian besar, sampai seperti "jatuh cinta" dengan Dilan. Tak heran, kata-kata Dilan yang sederhana namun manis, memang membuat perempuan mana saja tersipu malu. Bahkan, ada yang berkomentar;
"Mau dong punya pacar kaya Dilan"
Dan gak sedikit yang berkomentar demikian. Dan gak sedikit juga yang jatuh cinta sama Dilan.

Sosok seperti Dilan memang idaman para wanita. Karena, Dilan tahu bagaimana cara menghargai dan memperlakukan wanita dengan baik. Jadi, wajar aja yang baca jadi baper hahaha.

Ofi rekomendasiin buat para laki-laki, nih. Karena, siapa sangka, mungkin setelah membaca Dilan ini, kalian jadi lebih paham bagaimana seharusnya bersikap dan memperlakukan wanita.

Kecuali Masil, kalau kamu, gak boleh jadi Dilan. Karena aku gak jatuh cinta dengan sosok seperti Dilan. Aku tetap akan jatuh cinta berkali-kali pada sosok sepertimu. Karena kamu pun tau, aku gak suka dikasih kata-kata romantis, sekali pun sesederhana kata-kata manisnya Dilan. Aku cuma mau kamu yang gak romantis tapi selalu bersikap manis. Itu cukup mampu membuatku tersipu sampai bayanganmu seakan gak pernah lepas dari anganku.Gak usah berubah jadi Dilan, tetap jadi Masilku aja udah lebih dari cukup. Karena yang aku cinta itu kamu, bukan Dilan :p

Oke. Out of Topic banget-_-

Balik lagi ke Dilan. Setelah selesai membaca, Ofi kasih kesimpulan kalau novel ini bagus! Salut juga sama Pidi Baiq, bahasanya ringan, gak terlalu berat sehingga dapat diterima pembaca dengan mudah, jadi gak perlu banyak mikir atau cerna sewaktu membaca. Bisa jadi ajang belajar juga buat orang-orang yang mau belajar sastra ringan, termasuk Ofi. Alur ceritanya juga keren. Walaupun mungkin banyak yang kecewa. Kenapa? Baca sendiri aja :p

Yang belum baca, buruan bacaa!!! Beli, jangan pinjam kaya Ofi :p

Sekiaan, semoga bisa jadi ajang pertimbangan untuk teman-teman yang penasaran sama Dilan.

Have a great Wednesday, People.

Wassalamu'alaikum~

With love,
-Trirati-

Share:

Selasa, 01 Maret 2016

Mencari Teman yang Baik atau Menjadi Teman yang Baik?

Assalamu'alaikuum...

First post on March yaa hihi.

Well, mau cerita lagi nih. Sebenernya bukan cerita Ofi sih, tapi cerita teman hehehe.

Jadi, beberapa hari yang lalu, salah satu teman Ofi cerita tentang masalah dia dan teman-temannya. Disini, Ofi gak akan sebutin nama asli dari mereka, karena Ofi menghindari ghibah. Dan semoga, kita bisa sama-sama ambil pelajaran dari cerita ini.

Sebut saja Saras. Saras memiliki teman sejak ia duduk di bangku SMK, bisa dikatakan mereka sangat dekat. Sampai beberapa tahun setelah lulus pun, mereka tetap menjaga silaturahim yang baik.

Sampai suatu ketika, Saras melakukan kesalahan yang tak disengaja. Saras pergi ke Puncak bersama beberapa teman kuliahnya. Sedari awal perjalanan, salah satu teman Saras memberi obat agar ia tidak merasa lelah selama di perjalanan, mengingat perjalanan Tangerang - Puncak menyita waktu kurang lebih 3 jam. Setelah minum obat tersebut, Saras memang tidak merasa lelah sedikit pun.

Saras pikir, obat yang diberi teman Saras adalah vitamin penambah stamina biasa. Namun ternyata, obat tersebut termasuk dalam daftar obat terlarang. Dan teman SMK Saras mengetahui hal tersebut.

Mengetahui hal tersebut, teman-teman Saras menegur dengan membahas hal ini di grup BBM. Saras merasa tersinggung karena teman-temannya menilai tanpa memberi Saras waktu untuk menjelaskan kronologi yang sebenernya.

"Gue gak ngerti sama lu yang sekarang, Ras. Makin ancur aja pergaulan lu"
Kurang lebih seperti ini penilaian mereka tentang Saras.

Disini, Ofi gak akan membahas obat yang diminum Saras, tapi tertuju pada sikap teman-teman Saras yang Ofi rasa kurang tepat.

Teman-teman, terkadang kita lupa bahwa kita hanya manusia biasa. Manusia yang tidak sepenuhnya sempurna, yang sangat mampu melakukan salah. Begitu pun Saras. Saras hanya manusia biasa. Bahkan kesalahan seperti ini bukan hal yang ia sengaja.

Sebagai teman, memang kewajiban kita untuk menegur saat teman yang lain melakukan kesalahan. Tapi, caranya harus yang baik, lembut, dan tidak menyudutkan. Jangan marah-marah dan langsung menuding bahwa 'dia' salah tanpa mencari tahu bagaimana kejadian yang sebenarnya.

Bertabayyun itu penting. Mencari tahu kebenaran sebelum menilai dan menyebarkan suatu kabar. Mengapa? Karena, kabar yang salah jika ditelan mentah-mentah dan disebarkan akan menimbulkan fitnah. Dosa yang didapat pun akan berlipat ganda selama kabar tersebut masih menyebar.

Lalu, bagaimana menyikapi & menegur teman yang salah?

1. Bertabayyun. Seperti yang Ofi katakan tadi, mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu. Cukup dengan mendengarkan penjelasan dari teman yang melakukan kesalahan. Jangan langsung menilai tanpa mau mendengarkan penjelasan yang sebenarnya.

2. Jika teman kita memang salah, tegurlah dengan lembut. Semisal dari kejadian Saras :
"Kok lu gak cari tau atau tanya-tanya dulu sih, Ras? Lain kali, jangan gitu lagi. Nanti kalo nagih gimana?"

3. Memposisikan diri. Kalau ada teman yang salah, coba untuk membalikkan posisi. Kamu yang menjadi temanmu. Tapi jangan asal "gue sih kalo jadi dia bla bla bla", karena kita tak akan sepenuhnya memahami suatu peristiwa jika kita tidak berada di posisi tersebut. Setelah kita membayangkan berada di posisi teman kita yang salah, kita akan dapat lebih bijak untuk memberi nasihat.

Intinya, jangan asal menilai dan marah-marah, sedangkan kita tidak mengetahui kejadian sebenarnya.

----------

Terkadang kita juga sering berpikir "berteman dengan siapa saja". Tapi, sadar atau tidak, teman sangat berpengaruh pada lingkungan kita. Iya, berteman memang boleh dengan siapa saja. Rasul pun tidak memilah-milih dalam hal ini.

Tapi, jika temanmu buruk, yakin kalau kamu gak ikutan jadi buruk? Yakin kamu bisa membawa temanmu untuk menjadi lebih baik? Atau justru kamu yang terseret arus buruknya?

Simak penggalan hadits dan ayat berikut ya :
1. "Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian lihat siapa yang menjadi teman dekatnya" - HR. Abu Daud dan Tirmidzi.

2. "Dan ingatlah ketika orang-orang dzalim menggigit kedua tangannya seraya berkata; 'Aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil Fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur'an sesudah Al Qur'an itu datang kepadaku'. Dan setan itu tidak mau menolong manusia" - QS. Al Furqan : 27-29

3. "Secara umum, hendaknya orang yang engkau pilih sebagai sahabat memiliki lima sifat berikut; orang yang berakal, memiliki akhlak yang baik, bukan orang fasik, bukan ahli bid'ah, dan bukan orang yang rakus akan dunia" - Mukhtasar Minhajul Qashidin 2/36.

Agama menyarankan kita untuk memilih teman yang sholeh-sholeha, agar kelak di akhirat dapat saling membela di hadapan Allah.

Ofi ada satu cerita lagi. Ini didapat dari akun askfm Wirda Mansur, putri dari Udz. Yusuf Mansur:

Sebut saja A. Ketika di akhirat, A bertanya,
A : Dimana kawan saya?
Allah : ia di neraka.
A : Ya Rabb, bagaimana bisa saya merasakan nikmatnya surga tanpa kawan saya? Saya ingin menikmati surga bersama kawan saya.
Allah : baiklah kalau begitu. Aku angkat dia dari neraka. Apapun untukmu, wahai hamba-Ku yang sholeh.

Buru-buru deh tuh cari teman yang Sholeh-sholeha hihihi.

So, yuk berteman sama orang sholeh-sholeha! Ofi juga sekarang selalu berdoa agar ditemukan dengan orang-orang sholeh-sholeha, agar Ofi juga bisa jadi lebih baik lagi. Enaknya punya teman sholeh, mereka memiliki adab menegur yang sangat lembut. Karena mereka paham bahwa menyakiti hanya akan melunturkan pahala dan menumpuk dosa.

Dan alhamdulillah, sekarang Ofi punya beberapa teman yang insya Allah sholeh-sholeha. Kalau kumpul yang diobrolin soal agama, bukan lagi soal dunia. Alhamdulillah, belajar lagi, lagi, dan lagi. Teman yang kalau Ofi lagi bingung, langsung nyuruh Ofi untuk istikharah, gak lagi deh ada temen yang bilang "pegangan" waktu dikeluhin bingung hehehe.

Mencari teman baik nan sholeh-sholeha memang sulit. Namun, menjadi yang baik dan sholeh-sholeha lebih sulit. Jadi, jangan terus mencari, ubah mindset yuk! Stop mencari tapi kita harus menjadi.

Ofi juga bukan teman yang baik. Sama sekali bukan. Masih banyak salah. Tapi, Ofi butuh teman yang baik, agar Ofi jadi baik. Bukan teman yang menyudutkan atau hanya menyindir setiap salah tanpa berbicara baik-baik dan sembunyi-sembunyi dengan temanmu. Menyebarkan hal yang buruk tentang temanmu, gak akan berpengaruh baik untukmu. Hanya akan membuat hatimu semakin kotor dengan prasangka-prasangka buruk :)

Oh iya, askfm sekarang tampilannya baru ya? Berhubung Ofi baru ganti template, jadi kolom askfm-nya hilang. Ofi udah coba cari cara agar dapat menambahkan widget askfm, tapi nihil. Askfm udah gak sediain widget untuk blog sepertinya :')

Jadiiii, kalau ada yang ingin dibahas, curhat, bertanya, atau apapun. Ofi welcome banget! Sebisa mungkin Ofi tampung. Insya Allah. Boleh tanya-tanya ke askfm atau chat via line : ofitritiaraaw.

Semoga apa yang Ofi tulis kali ini, bisa jadi pembelajaran buat Ofi dan teman-teman sekalian. Dan semoga Allah mempertemukan kita dengan orang-orang baik nan sholeh, agar dapat membimbing kita menjadi lebih baik lagi.

Have a great day, Fellas.

Wassalamu'alaikuum.

With love,
-Trirati-

.
.
.
.
.
Sumber :
- https://muslim.or.id/8879-pengaruh-teman-bergaul.html
- askfm : @wrdmnsr

Share:

Senin, 22 Februari 2016

22 for the 66th time

Hai, Kamu..

Kali ini, aku tak akan bercerita tentang bagaimana beruntungnya aku memilikimu. Jika aku menceritakannya, mungkin novel Harry Potter karangan J.K Rowling akan kalah panjang dengan ceritaku tentangmu, hehehe.

Aku hanya ingin berterima kasih padamu.

Terima kasih untuk cinta yang tak biasa.
Aku bersamamu sejak lebih dari 5 tahun lalu. Dengan kehadiranmu, aku mempelajari banyak hal. Ketidak-sempurnaan yang aku miliki dapat dengan mudahnya kau tutupi, begitupun sebaliknya. Aku menyadari bahwa, aku tak akan menemukan pria yang sempurna, namun yang aku butuhkan adalah kamu yang memiliki sifat bertolak belakang denganku. Karena dengan begitu, kau dan aku dapat saling melengkapi.

Aku pun menyadari bahwa di suatu hubungan pasti menemukan ketidak-cocokan. Tak ada satu pun manusia yang dapat 100% cocok dengan pasangannya, karena perbedaan itu pasti. Karena perbedaanlah yang membuat aku dan kamu menjadi satu.

Terima kasih untuk selalu ada.
Kau adalah satu-satunya orang terdekatku yang tak pernah berjanji untuk selalu ada. Namun nyatanya, kau yang tak pernah pergi.

Kau yang selalu siap mengusir mendung lalu melukiskan pelangi hingga membuat senyumku merekah kembali. Kau yang selalu menghapus jejak di pipiku akibat hujan air mata yang tak dapat mereda hingga aku merasa lega.

Terima kasih untuk rasa nyaman dan aman.
Denganmu, aku selalu merasa nyaman serta aman. Dalam suatu hubungan yang terpenting adalah rasa nyaman. Dan aku menemukan rasa nyaman itu pada dirimu. Kau pun selalu mengorbankan kepentinganmu hanya untukku, bagaimana mungkin aku tidak merasa aman?

Aku tak bosan mendengar detak jantungmu, aku menyukai tatapan matamu, aku selalu merindukan senyummu, dan aku selalu membutuhkan bahumu. Bukan hanya sekedar bersandar dari lelahnya beban batinku, namun juga itulah tempat ternyamanku.

Terima kasih untuk kesetiaanmu.
Aku pastikan bahwa kau pernah merasa jenuh atau bosan denganku. Tak heran, bertahun-tahun sudah kau bersamaku, wajar saja bila dua hal itu sempat bersarang dibenakmu.

Di luar sana, pasti ada wanita cantik yang lebih baik dariku, yang memiliki wawasan lebih luas dariku, yang berpenampilan lebih menarik dariku. Namun nyatanya, saat ini kau tetap bersamaku, tanpa adanya pisah di antara kita.

Terima kasih untuk tetap menetap bersama wanita sepertiku, yang mungkin tak sebaik teman wanitamu yang lainnya. Terima kasih untuk tetap di hidupku yang rumit ini. Terima kasih untuk tidak pergi.

Terima kasih untuk kesabaranmu.
Terkadang, aku bersikap berlebihan padamu. Entah cemburu yang berlebihan, kepedulian yang berlebihan, perhatian yang berlebihan, atau bahkan ketidak-pengertian yang berlebihan. Namun, kau selalu sabar menanggapi segala berlebihan yang ada dalam diriku.

Tak jarang pula kau berhadapan dengan watak burukku. Watakku yang egois, tak mau mengalah, selalu ingin didengarkan, dan berjuta watak menyebalkan lainnya. Namun kau tetap sabar menanggapiku dan tak merasa lelah sedikit pun.

Terima kasih untuk diam dalam sabarmu ketika emosi meluap di kepalamu. Karena dengan diammu, kamu tak mudah mengucap kata pisah. Bahkan kata pisah itu tak pernah kau ucapkan.

Terima kasih untuk waktumu.
Aku memahami waktu sibukmu. Namun kamu selalu menyisihkan temu untuk melepas rindu. Walaupun hanya satu kali dalam seminggu, namun itu sudah cukup untuk sekedar mengurangi rindu yang selalu membelenggu.

Tak hanya itu, kau pun tak pernah merasa terganggu bila waktu kerjamu aku sela dengan keluh-kesahku. Kau tak pernah marah atau kesal atas sikap "mengganggu"-ku. Dan bahkan, kau tak jarang tidur larut hanya untuk menemani insomniaku, mengalahkan lelahmu hanya untukku.

Tetaplah bersamaku.
Aku memang tak tahu bagaimana ujung dari hubungan yang telah menahun ini. Namun, aku mengharapkan kamu yang menjadi pendamping di sisa usiaku.

Untukmu, tetaplah bersamaku. Tetap menjadi priaku, tetap menjadi pria terbaikku. Jadikan aku rumahmu, rumah yang kau jadikan alasan untuk pulang ketika kau lelah bermain di luar. Rumah yang tak akan kau tinggalkan. Karena jika kau tinggalkan, bisa saja rumahmu ini di tempati oleh orang lain. Dan ketika kau kembali, sudah ada orang lain yang menempati, sehingga kau pun harus pergi. Namun, aku tak pernah menginginkan kepergianmu. Maka, tetaplah bersamaku.

Untukmu, tetaplah menjadi pria yang ku kenal. Jangan berubah sedikit pun. Tetaplah menjadi Ilham Setianto yang ku kenal sejak lebih dari 6 tahun lalu.

Aku bahagia bersamamu, ku harap kau pun begitu.

Salam Cinta dariku,
Pemilik rindu yang hanya untukmu,
Ofitri Tiara.

Share:

Sabtu, 20 Februari 2016

Kritik Pedas lvl Lima Belas


Assalamu'alaikuuum...

Pernah gak kalian dengar keluhan teman seperti :
"Udah gak usah dinasihati orang kaya dia, percuma. Dia tipe orang yang gak bisa dikritik. Padahal, kritik kan membangun, buat dia jadi lebih baik lagi"

Pernah?

Mungkin teman kalian pernah berkeluh-kesah demikian, atau mungkin kalian sendiri? Hehe.
Kali ini, Ofi akan bahas soal kritik. 

Sadar atau enggak, terkadang kritik 'membangun' yang kita ucapkan membuat dia --yang menerima kritik-- menjadi tersinggung. Iya memang, niat kita baik, tapi, harus dilihat juga dong si dia tersinggung atau tidak. Kalau dia tersinggung, jangankan untuk terima kritik kamu, mungkin malah dia anggap kamu mengecilkannya. Kalau begitu gimana?
"Ya itu urusan dia dong. Yang penting kita udah niat baik mau kasih masukan agar dia jadi lebih baik"
Jangan salah, orang yang tersinggung bisa sakit hati sama kamu. Dan tau kan kalau buat sakit hati orang lain itu dosa?

Buat kamu yang suka kritik orang lain, terutama mengkritik karya orang lain. Entah itu karya seni rupa, karya tulis, karya musik, karya apa pun itu, Ofi punya sedikit masukkan agar orang yang kamu kritik gak tersinggung.

Pertama
Apresiasi karyanya terlebih dahulu. Misalnya seperti :
  • "eh, gambar kamu bagus banget deh. Tapi, warnanya kurang cerah. Coba diberi sedikit sentuhan merah atau warna cerah lainnya. Aku jamin gambarmu makin bagus"
  • "masakan kamu enak banget. Pasti masaknya pake cinta ya? Tapi, kayanya kurang garam sedikit deh, coba lain kali garamnya diberi lebih, tapi jangan terlalu banyak. Pasti makin enak"
  • "aku baca puisi kamu di blog loh. Bagus bgt. Kata-katanya nyentuh. Tapi kayanya ada beberapa rima yang kurang nyambung deh. Lain kali, coba rimanya dibuat jadi lebih teratur. Pasti makin bagus & banyak yang suka"

Itu beberapa contohnya. Karena, apresiasi yang cukup dan tidak berlebihan itu akan membuat si dia jadi lebih semangat untuk berkarya. Dia mendapat masukkan positif dan gak akan merasa tersinggung.

Kedua
Jangan mencela atau merendahkan karyanya. Misalnya seperti :
  • "eh gambar kamu kok warnanya gak nyambung gitu sih? Gak sepadan warnanya"
  • "ya ampun, kamu masaknya asin banget. Kebelet kawin?"
  • "eh aku abis baca puisi kamu di blog. Kok rimanya gak nyambung gitu deh? Tau rima kan?"

Itu beberapa contoh aja. Pedes ya? Iya, apalagi ditambah "hahaha". Terkesan menjatuhkan. Gak ada solusinya pula. Sebenernya kritik macam ini masih bisa membangun si dia. Tapi, kurang bisa diterima. Bisa jadi kalau si dia sensitif dan mudah tersinggung, dia jadi sakit hati dan berhenti berkarya. Kan kasihan.

Ketiga
Jangan merasa lebih baik. Kalau yang ini gak ada contoh, gak paham harus kasih contoh macam apa, karena terkadang sikap seperti ini ada di intonasi saat berbicara. Nada bicara pun harus lembut, jangan mengecilkan dia seolah kita lebih baik. Sombong. Tepatnya begitu.

Intinya, jangan anggap orang lain lebih kecil dari kamu. Apalagi dalam hal berkarya.

-----------

Kadang, orang lain memang lebih mudah mengkritik dari pada menghargai karya orang lain. Padahal, kalau diminta membuat suatu karya pun mereka belum tentu bisa lebih baik dari orang yang di kritik.
Orang yang diberi kritikan pun harus bisa mawas diri. Benar atau tidaknya kritikan itu, membuatnya lebih baik atau tidak. Kalau memang tidak ada yang salah dalam kritikan yang diberi orang lain, ya monggo diterapkan.

Ingat, selera orang dalam seni berbeda-beda. Dan terkadang, si Pengkritik memberi masukkan sesuai seleranya. Jika itu tidak sesuai denganmu, acuhkan! Dalam berkarya, kita patut menjadi diri sendiri, agar karya kita mempunyai ciri khas tersendiri.

Dan jika kritikan yang diberi membuat kamu merasa diintimidasi ataupun tidak dihargai, acuhkan! Teruslah berkarya, karena terkadang ada beberapa orang yang memang sengaja menjatuhkan lewat kritikan :')

Dan untuk yang hobi mengkritik. Jadilah pengkritik yang cerdas dan sopan. Orang cerdas dan sopan, tak akan menjatuhkan karya orang lain, sekali pun berniat untuk memberi masukan positif. Terkadang, kritikannya positif, tapi caranya negatif-_-

Dan, jangan asal nilai "dia bukan tipe orang yang bisa terima kritikan orang lain", karena bisa jadi caramu dalam mengkritiklah yang salah :)

Sebenarnya, artikel ini juga untuk Ofi lebih mawas diri. Sebagai sarana pengingat aja kalau Ofi juga harus lapang dada & menjadi pengkritik yang tak menyinggung perasaan orang lain. Jadi, gak bermaksud menggurui ya! Ini menurut pendapat Ofi aja. Karena Ofi sering dapat kritikan pedas & merasa dijatuhkan. Beruntung ada Mama yang selalu mengingatkan.

Ofi dapat pelajaran "mengkritik yang baik" seperti ini sebenarnya dari Masil. Karena, setiap Ofi masak dan dirasa kurang sesuatu, dia selalu mengapresiasi masakan Ofi dulu. Setelah itu baru diberi masukkan.

Berbeda dengan beberapa orang yang selalu mengkritik dengan pedas. Ofi jadi merasa dikecilkan & dijatuhkan. Pokoknya, merasa kalau karya Ofi selalu buruk. Dan Ofi sadar, kalau cara Masil ini lebih halus dan lembut. Ofi sama sekali gak tersinggung setiap Masil kasih masukkan. Lebih bisa diterima. Bukan, bukan karena dia lebih spesial juga. Itu beda hal :p

Sekian. Sekali lagi, Ofi gak bermaksud menggurui ya. Saling berbagi hal positif aja :)

Thank you for reading.

Wassalamu'alaikum~

With love,
Trirati
Share:

Hi!

Assalamu'alaikuuuumm..

O my God, akhirnya setelah sekian lama bisa blogging lagiiii :')

Jadi, Januari kemarin tukar handphone sama Adik. Karena OS-nya beda, jadi gak paham kenapa di handphone ini gak bisa login aplikasi blogger via yahoo. Berhari-hari cari solusi dari Google, tapi gak dapat dan akhirnya nyerah. Pft.
Karena udah banyak hal yang mau di share, dengan amat sangat terpaksa Ofi ganti email bloggernya :') Agak aneh sih sebenernya, dari 2011-an nge-blog via email yahoo, sekarang jadi Gmail. Hiks. *okeinilebay*

Well, disini Ofi gak akan bahas apa-apa, cuma mau promo nih, huehehe. Ofi mau promoin 2 hal :

1. Ofi baru aja coba beraniin diri untuk keluar zona aman. Kebetulan, Ofi udah lama banget punya account Wattpad, tapi selama ini cuma jadi silent-reader aja. Karena, jujur, gak berani untuk nulis novel atau sekedar cerita pendek. Kenapa? Karena masih sadar kalau bahasa penulisan Ofi belum baik, masih acak-acakan._.

Tapi akhirnya, *jengjengjeng* Ofi beraniin diri untuk nulis setelah sekian banyak baca novel ber-genre teen fiction di Wattpad dan stalking twitter tentang penulisan novel. Dari mulai karakter, alur cerita, konflik, banyak deh pokoknya.



Cerita pertama Ofi ber-genre Teenfic Religi. Judulnya Aku, Kamu, dan Tuhan. Kenapa harus Religi? Karena, Ofi mau apa pun yang Ofi share ke teman-teman bisa jadi pelajaran & amal jariyyah buat Ofi sendiri. Iya, Ofi memang masih sangat jauh dari baik. Tapi setidaknya, Ofi selalu berusaha jadi lebih baik. Apalagi dengan cerita ini, semoga bisa jadi ajang muhasabah diri untuk Ofi sendiri & sama-sama belajar dengan teman-teman sekalian.

Klik di sini untuk berkunjung ke cerita di Wattpad Ofi. Lumayan kan buat isi waktu luang :3 Jangan lupa follow juga ya bagi kalian yang punya Wattpad, followers Ofi baru 1 :(

2. Ofi baru aja download Tumblr. Awalnya cuma iseng & hitung-hitung sebagai pengganti meluapkan isi hati karena aplikasi blogger yang tak kunjung mendapatkan solusi. Tapi, isinya akan beda sama blog ini, kook. Di tumblr, Ofi cuma post semacam quotes aja, atau chit-chat Ofi sama Masil, atau puisi Ofi yang sajak dan baitnya selalu random itu ehehehe-_-

Selama ini, quotes atau sebagainya itu selalu Ofi share via twitter/facebook, atau bahkan cuma via status BBM aja. Gak ke arsip gitu. Via twitter/facebook tenggelam, via BBM malah ngilang-_- Kalau di tumblr kan ke-arsip.

Dan buat teman-teman yang punya account Tumblr, monggo di follow. Atau buat teman-teman yang gak punya account, bisa di baca-baca aja. Tapiii, Ofi mohon banget kalau ada kata-kata yang dirasa bagus & mau di re-post, sertain nama Ofi yaa. Bukan gimana-gimana sih, cuma setiap karya kan lebih baik dihargai dengan mencantumkan si creator. Jadi, yang berkarya pun merasa dihargai & semangat berkarya terus. Iya sih, karya Ofi masih tulisan-tulisan receh, tapi tetap memiliki hak untuk dihargai :)

Klik di sini untuk berkunjung ke Tumblr Ofi :)

Sekian promonya. Terima kasih untuk yang rela baca blog ini. Seneng rasanya ketika tau kalau setiap harinya ada aja yang buka blog ini ❤

Have a sweet Saturday, Fellas.

With love,
Trirati ❤

Wassalamu'alaikuuum~
Share:

Senin, 11 Januari 2016

"Dia" Merindukanku

Ku penjamkan mataku untuk mengoreksi segala bentuk dari kasih sayangMu, dari kerinduanMu, dari kekuatan serta kekuasaanMu.

Tak ada yang mengetahui isi dari hati nuraniku. Jauh didalam lubuk hatiku. Bahkan mungkin, aku pun tak mengetahuinya. Hanya Kau yang mengetahui. Ya. Karena memang Kaulah yang Maha Mengetahui.

Mungkin memang aku mengharapkan sesuatu. Amat sangat berharap. Dan semua pengharapnku ini aku gantungkan padaMu. Mengapa? Karena aku percaya akan Kekuatan dan KekuasaanMu.

Mungkin semua orang mengasihaniku atas setiap jengkal masalah yang Kau hadiahkan untukku secara bertubi-tubi. Namun aku mengerti, ini adalah bukti kerinduanMu padaku.

Tuhanku, maafkan aku yang mungkin selama ini telah terpaut jauh dariMu. MeninggalkanMu, mengacuhkan segala perintahMu. Aku yang selalu menuntut keinginanku, menuntut agar setiap doa yang ku panjatkan segera Kau kabulkan. Namun aku tak mengindahkan perintahMu, tak menyadari bahwa Kau pun menginginkan sesuatu dariku. Aku meminta padaMu, tapi aku tak menghiraukan keinginanMu.

Aku pun kini menyadari bahwa Kau merindukanKu. Dari setiap "hadiah" yang kau berikan padaKu. Kau merindukan tangisanku. Kau merindukan sujud malamku. Mungkin, tiap aku meminta dalam tangisku, Kau sedang tersenyum padaku seraya berkata "Ini yang Aku rindukan darimu. Tangisanmu, permohonanmu. Kau pun menyadari bahwa tak ada yang mampu mengabulkan doamu kecuali Aku".

Aku menikmatinya, Tuhan.
Aku menikmati tiap sepertiga malamku hanya untuk bermesraan denganMu.
Aku menikmati tiap tetes air mataku yang dapat membuatmu tersenyum.
Aku menikmati setiap proses teguranMu agar aku menjadi hamba yang lebih baik lagi.

Aku percaya akan Kekuatan dan KekuasaanMu. Jika malam dapat dengan mudahnya Kau ganti dengan siang, maka aku yakin, Kau amat sangat mampu mengabulkan doaku dengan satu kali jentikan jari. Namun, saat ini mungkin Kau hanya ingin "bermesraan" denganku, melepaskan rinduMu karena aku yang telah terpaut jauh meninggalkanMu.

Aku tak mengetahui kapan Kau akan mengabulkan doaku. Namun aku percaya, bahwa janjiMu itu pasti.

Dengan ini aku percaya, Kau amat sangat menyayangiku. Kau tak memberikan nikmat berlebih hingga aku melupakanMu. Kau selalu menegurku ketika aku tersesat, ketika aku telah jauh dariMu, ketika aku mulai lalai beribadah padaMu. Entah, nikmat mana lagi yang mampu aku dustakan? :')

Share:

Kamis, 10 Desember 2015

"Cinta"

Assalamu'alaikuumm..

Cinta. Cinta itu apa sih? Pengorbanan? Perhatian? Kesetiaan? Atau dua insan yang saling takut kehilangan? Nope. Lebih dari itu.

Menurut saya, cinta itu dasar kehidupan. Kalian gak akan bisa ada di dunia tanpa cinta. Pun kalian gak akan bisa tertawa, menangis, atau memiliki rasa takut kalau tidak ada cinta. Bahkan, masalah yang kalian hadapi pun karena kecintaan dari Sang Khalik, bukan?

Tapi, tak jarang ada beberapa orang yang salah mengartikan cinta. Contohnya;

  • "Jangan marah kalo cewe lu banyak mau. Mau punya cewe cantik tapi gak modal. Lu pikir perawatan ke salon murah? Tas sama make up gak mahal? Realistis lah, jangan munafik"
  • "jangan munafik! Lu pikir setelah nikah bisa hidup cuma bermodal cinta. Mau makan apa kalau gak kerja? Makan tuh cinta"
Well, saya cuma bisa nyengir kuda waktu baca status-status model begini di facebook atau twitter.

Untuk status yang pertama. Perempuan baik gak akan pernah merepotkan orang yang dikasihinya. Apalagi dalam hal finansial. Perempuan yang tulus sayang gak akan lihat laki-laki dari apa yang ia punya. Perempuan baik akan menebalkan ilmu dan memperbaiki akhlaqnya. Karena itu adalah modal dasar bagi seorang Ibu. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Jadilah Ibu yang cerdas, yang dapat menciptakan generasi yanglebih baik dari dirinya. Karena itu, harus bermodalkan ilmu yang cukup dan akhlaq yang baik. Bukan bermodalkan bedak atau lipstick yang tebal. 

Untuk status kedua. Berjuang dari bawah dengan orang yang kamu kasihi akan terasa lebih indah ketimbang kamu menikmati hasil dari laki-laki yang sudah mapan. Cinta memang tidak bisa dimakan, namun bisa kamu rasakan. Hidup dengan serba kekurangan asalkan masih bisa bersama dengan orang yang kamu kasihi akan tetap terasa nikmat. Percayalah :)

Gak akan ada yang bisa mengalahkan kekuatan do'a. Entahlah, tapi saya sangat percaya bahwa rezeki makan pasti selalu ada. Entah makanan tersebut dari tetangga, atau hanya dapat makan nasi & garam sehari sekali, tapi intinya tetap makan. Karena Allah sudah menetapkan rezeki makan. Allah pun gak akan membiarkan hamba-Nya yang taat & selalu mau berikhtiar dalam kesusahan. Ingatlah bahwa Allah selalu ada.



Jadi, masih ragu jika kamu menikah dengan laki-laki yang belum mapan? Masih ragu dengan kekuatan doa? Atau masih ragu dengan cinta? Jangan mengukur segala sesuatu dengan uang, karena uang pun akan habis. Mungkin saja diantara kamu memang menginginkan laki-laki mapan & kaya raya, tapi jangan lupa bahwa ada yang lebih kaya, ada yang lebih berkehendak atas rezeki yang Dia titipkan. Ketika suatu saat Allah mengambil semua harta yang sedang Dia titipkan pada lelakimu, apakah kamu siap? Apakah kamu masih tetap ada untuknya? Atau justru kamu meninggalkannya?

Tampannya rupa bisa menua, banyaknya harta pun bisa musnah, tetapi hati yang tulus & akhlaq yang baik, insya Allah tak akan pernah luntur oleh waktu :))

Semoga bermanfaat. Kritik & saran monggo dikomen. Kalau mau berdiskusi juga boleh, asal diskusi sehat & bisa menambah ilmu.

Jazakumullah khairan katsir buat kalian yang sudah menyempatkan untuk membaca. Semoga hari-hari kalian diberkahi Allah.
Wassalamu'alaikum :))

With love,
Trirati
Share:

Kamis, 23 Juli 2015

Ofilham's Trip - Bukit Moko, Bandung

Assalamu'alaikuum..

Hi! Aku punya cerita baru nih huehehe :3

Jadi, akhir-akhir ini memang sedang dihadiahi banyak "teguran" sama Allah. Jadi hampir tiap hari nangis terus :" Lalu, kebetulan waktu lagi sedih pas banget Masil ada di rumah. 

Terus dia bilang "yaudah jangan sedih. Hari Selasa jadiin ya ke Bandung. Biar kamu seneng". 

Aku cuma ngangguk. Sebelumnya memang ada rencana touring ke Bandung. Dan Alhamdulillah kali ini diizinin walaupun ada rencana untuk bermalam.

Hari H. Selasa, 21 Juli 2015.
Pagi, sekitar jam 6.15 Masil udah ada didepan rumah. Padahal yang dijemput masih bikin sarapan-_-

Singkat cerita, kami berangkat jam 7 karena habis waktu untuk siap-siap & sarapan. 

Dijalan, dasar memang "Wanita pemilik seribu kata" (re: bawel), jarak dari rumah ke Puncak Bogor yang notabene menghabiskan waktu 4 jam itu tak terasa karena bibir ini tak dapat berhenti bercerita haha :") Beruntungnya, Masil punya Intercom, jadi ngobrolnya gak perlu teriak-teriak. Wajar aja kan kalo aku kuat ngomong 4 jam? Wajar kan? Wajar kok haha.

Sampai Cibodas, kami berdua bertemu 2 orang teman Masil yang memang berangkat lebih dulu. Lalu perjalanan dilanjutkan hingga sampai di daerah Ciranjang sekitar jam 12.30. Kami berhenti sejenak, sekedar untuk ishoma (istirahat, sholat, makan). Lalu sekitar jam 14.00 kami lanjutkan perjalanan dengan petunjuk GPS muehehe.

Singkat cerita (lagi), kami sampai Bukit Moko Bandung sekitar jam 16.00. Perjalanan naik ke atas puncak adalah route paling penuh perjuangan :") Karena Masil pakai motor bebek, dengan muatan box yang cukup berat, alhasil gak kuat naik. Aku rela jalan yang penting sampe puncak :3

Sampai di parkiran motor pun, kami masih harus jalan untuk sampai ke puncak. Tujuan utama memang Bukit Moko. Tapi setelah kami lihat keatas, pemandangannya mungkin lebih jelas dilihat dari atas sana. Jadi, secara mendadak kami ubah tujuan utama menjadi Puncak Bintang. Pohon pinus yang berbaris amat sangat menyejukkan mata :3 Di Tangerang mana ada yang begini hehehe

Untuk menuju Puncak Bintang dari Bukit Moko, kami hanya harus melewati jalan setapak. Pemandangan di sebelah kanan ada hamparan sawah & pepohonan dengan struktur tanah menurun.



Lalu di sebelah kiri kami ada barisan kebun tomat. Fyi, dikebun ini menjual hasil tomat dengan cara pembeli yang memetik buah tomat sendiri, semacam self-service :))


Sampai di Puncak Bintang, kami harus membeli tiket di loket yang tersedia. 1 pengunjung dikenakan biaya 12rb. Setelah melewati loket, mata kami dimanjakan dengan barisan pohon pinus yang amat sangat menyejukan mata.



(*note : maaf ya fotonya kurang bagus. Maklum, photographer amatir :"))

Sampai hutan pinus, kami cuma sekedar foto-foto gak jelas & jalan-jalan aja sih. Menikmati setiap oksigen sejuk yang masuk ke rongga paru-paru kami.

Sampai waktu pukul 17.30. Aku udah sibuk cari spot untuk ambil foto sunset. Sebelum kami nekat berangkat kesini, kami sudah browsing tentang bukit moko & puncak bintang. Salah satu moment paling bagus untuk difoto ya sunset & sunrise. Jadi, dikarenakan naik ke puncak ini penuh perjuangan, gak mau buang moment sunset gitu aja.

Sambil tunggu awan berubah warna menjadi jingga, aku sama Masil cuma duduk sambil ngobrol-ngobrol kecil. Well, salah satu moment yang selalu aku rindukan. Membicarakan banyak hal dengannya. Entah ya, mungkin karena rasa sayang, jadi tiap deket Masil itu rasanya nyamaaaaaan banget. Apalagi ditambah pemandangan seindah ini. Berasa romantis aja gitu :3



Senja yang ditunggu pun tiba. Lampu-lampu rumah penduduk pun mulai terlihat. Mungkin karena keadaan yang cukup berkabut, jadi lampu-lampu rumah penduduk kurang jelas terlihat.

(Foto sunsetnya di upload ke instagram: @ofitritiaraaw ya:) )

Malam pun tiba. Pemandangan ternyata jauh lebih indah. Lampu dari rumah penduduk, kendaraan lalu-lalang, & kelap-kelip lampu kota adalah pemeran utamanya.


Aslinya jauh lebih indah :')

Semakin malam, semakin dingin. Tangan serasa kaku kedinginan._.

Seusai sholat, sekitar pukul 7 malam, kami memutuskan untuk turun. Tadinya, aku sama Masil mau mampir ke Cafe di Bukit Moko untuk ambil foto lagi. Aku juga punya cita-cita untuk ambil foto siluet bareng Masil dengan background kelap-kelip lampu kota, biar kekinian. Lumayan kan buat foto pas anniversary ke-5 di bulan depan. Biar kaya ABG :3
Tapi semuanya kandas. Temennya Masil udah ngajak pulang :') karena kami kesini berempat, mau gak mau pulang pun harus berempat. Judulnya juga touring sama temen, jadi ya gak boleh egois kan?

Akhirnya kami turun. Menyadari kalau disekitar puncak gak ada penginapan sampai masuk kota, kami memutuskan untuk cari penginapan di Cibodas. Aku pikir, ya gapapa. Mungkin aja paginya sebelum pulang bisa mampir Taman Bunga atau Kebun Teh dulu :3

Tapi sampai Cimahi, Masil tiba-tiba bilang "kalau kita lanjut pulang, kamu kuat gak ay?". 

Diem. Gak bisa jawab._.

Setelah hening beberapa saat aku pun balik bertanya "memang kamu gak capek? Kamu belum tidur dari jam 4 pagi tadi, loh". 

Tapi dia jawab gak capek. Rencananya, mau tidur dirumahku aja. Aku pikir yaudah deh hehe. Karena merasa gak terlalu capek, ya dilanjut aja.

Sekitar jam setengah 11 malam, kami sampai di Cianjur. Mampir beli bensin & istirahat sejenak. Udah mulai terasa capeknya :" Mungkin ini pertama kalinya aku gak "kenapa-napa" waktu naik motor jauh. Sebelumnya, pulang dari Ancol naik motor aja sampai rumah langsung sakit :") Alhamdulillah, akhirnya gak lagi ringkih hehe.

Perjalanan dilanjut. Dijalan, Masil udah berkali-kali suruh aku untuk tidur. Tapi kan kasian Masilnya nyetir sendiri. Aku tau sebenernya dia capek banget. Aku juga tau sebenernya dia ngantuk. Tapi dipaksa gitu :(

Tertidur. Sewaktu terbangun, ternyata udah sampai Puncak Pass. Dan terasa badan udah mau remuk. Punggung udah mulai pegel, kepala udah mulai sakit. Mau bilang cari penginepan aja, tapi gak enak sama temen-temennya Masil. Akhirnya cuma diem. Padahal sepanjang jalan Masil nanya "ada yang sakit gak ay?", "pusing ya?", "ay, capek gak?". Aku cuma bilang "sedikit kok". Kasian Masil, dia yang nyetir, dia yang capek, tapi dia gak ngeluh. Masa aku yang duduk aja dibelakangnya ngeluh terus-_- jadi ya cuma diem aja.

Kami pisah dengan 2 orang teman Masil. Mereka jalan lebih dulu. Dan kami tertinggal. Jadi, dari Puncak Pass kami hanya jalan berdua.

Sampai akhirnya, gak kuat. Sampai ditempat oleh-oleh & sesudah beli oleh-oleh untuk orang rumah, aku akhirnya bilang "ay, aku capek. Gak kuat. Kita nginep aja yuk. Tapi tanggung udah jam 1. Tanggung juga udah sampe Ciawi. Tapi gak kuat. Mau tiduran". Udah pengen nangis sebenernya hehe. Terus Masil bilang "aku juga pegel. Kita cari pom bensin ya? Bobo di musholah aja mau gak? Gapapa ya? Tanggung kalau dipenginapan". Aku cuma nganggung. Yang penting tiduran!

Gak jauh dari tempat oleh-oleh, ada pom bensin. Tapi, musholahnya lumayan ramai orang tidur-_- Mungkin pemudik kali ya.

Tempat sholat laki-laki ada di luar, terbuka. Tempat sholat perempuan ada didalam, lumayan tertutup. Sesudah wudhu, Masil kasih rompinya. Aku diam. Masil bilang "pake buat selimut. Kamu kedinginan kan?". Iya memang kedinginan banget :"

"Kamu gimana?" tanyaku. 

"Aku ada jaket" jawab Masil.

Padahal, aku pun pakai jaket. Tapi akhirnya aku ambil juga rompinya._.

Setelah sholat isya', aku hanya melepas mukena bagian atas. Bagian bawah tetap aku pakai agar kakiku tertutup. Tas kecil aku jadikan bantal. Lalu, rompi Masil aku jadikan selimut. Hangat :3
Aku tertidur cukup lelap. Sampai aku merasa ada getar dibagian kepalaku. Handphone!! Aku langsung terbangun & langsung ambil posisi duduk. Panik. Aku pikir, sudah jam 4 pagi, karena aku memang pasang alarm jam 4. Tapi ternyata missed call dari Masil. 3 missed call. Dan waktu sudah pukul jam 3.45. Dasar kebo-_-

Pas ketemu Masil, dia bilang "enak ya tidurnya? Hehe". 

Aku cuma nyengir :3 Lalu dia lanjut bilang "aku gak bisa tidur". 

"Kenapa?" tanyaku. 

"Dingin banget" jawabnya.

Yah kan, jadi merasa bersalah. Dia rela tidur kedinginan di tempat terbuka. Ya ampun :')

Kami lanjutkan perjalanan kami. Aku masih ngantuk, tapi gak mau tidur lagi. Kasian Masilnya sendirian. Tapi masih sempat tidur sebentar-sebentar sih-_-

Singkat cerita, kami sampai rumahku jam 6 pagi. Kami bersih-bersih & langsung tidur. Eits, jangan negative thinking dulu ya, Masil tidur dikamar Kakakku kok hehe.

Sewaktu kami bangun, kami lihat-lihat foto. Ada sedikit raut kecewa. Fotoku & Masil cuma sedikit. Bahkan mungkin sangat sedikit. Berbeda ketika kami ke Ancol, handphoneku penuh dengan wajah kami berdua. Tapi kali ini, hhhh....

"Lain kali, perginya berdua aja deh, Yang. Kalo ajak temen tuh gitu, gak enak. Gak bebas waktu & gak bebas foto. Yang satu mau kesana, yang lain mau kesini. Susah satuin kepala. Kalo kita pergi berdua kan enak, terserah mau pulang atau nginep, terserah mau pulang jam berapa. Kita juga bebas foto" ucao Masil sembari melihat foto-foto kami, aku sempat terdiam.

"Lain kali aku juga gak mau kaya semalam. Kamu paksain lanjut pulang. Aku tau kamu pasti capek banget walaupun kamu bilang enggak. Jangan gitu, kalo capek ya berhenti. Toh, aku udah diizinin buat nginep kok" ucapku kemudian. Membuat Masil terdiam sejenak, lalu mengangguk.

Tapi kalau boleh jujur, ini salah satu liburan aku & Masil yang membahagiakan. Sebelumnya, izin ke Puncak sama Masil aja gak diizinin sama Mama. Tapi, sekarang dikasih izin. 

Lalu, yang paling membahagiakan adalah, aku sekarang yakin kalau Masil serius sayang. Dari awal harus bangun lebih pagi & harus jemput aku pagi-pagi, nyetir motor segitu jauhnya sendiri, sampai rela gak bisa tidur kedinginan, semuanya cuma karena mau aku senang. Aku pikir, sayangnya Masil ke aku cuma sekedar sayang biasa, tapi ternyata enggak :')

Masil kemarin sempat bilang "mungkin aku gak kaya cowo lain yang bisa ungkapin sayang pake kata-kata romantis. Aku cuma bisa lakuin apa yang mungkin bikin kamu seneng". Lagi-lagi aku bersyukur gak salah pilih pasangan :')

Nyatanya, Masil selalu ada. Dia memang gak pernah janji untuk selalu ada, tapi justru dia yang selalu ada. Apalagi waktu sedih :') Mungkin dia satu-satunya orang setelah Mama yang tau waktu aku sedih, sakit, seneng tanpa harus cerita. 

Well, terima kasih ice cream rasa coklat (re: manis). Terima kasih untuk selalu ada. Terima kasih untuk tak banyak janji manis. Terima kasih untuk selalu lakuin hal aneh. Terima kasih untuk selalu mau lakuin banyak hal & bikin aku senang. Terima kasih udah mau sayang sama wanita aneh ini. Terima kasih untuk kesetiaan kamu selama ini. Terima kasih untuk gak gampang bilang "pisah" sampai kita bisa selama ini. Terima kasih untuk tidak bersikap romantis namun selalu besikap manis. Terima kasih ya Buncitku yang ganteng :'D

Namamu tak aku hadirkan dalam sholat istikharahku, karena kamu bukan pilihan. Namun, namamu selalu hadir dalam sholat hajadku, karena kamu adalah permintaan.

Semoga gak akan ada yang berubah dari kami berdua. Tetap seperti ini sampai kapanpun. Tetap jadi "Ay"-ku.  Dan semoga, cepet-cepet halal ya! Biar bisa touring tiap bulan :'p

Bonus: 
Ini aku ketik dari aplikasi blog di handphone. Jadi maaf kalau format foto & textnya 'agak' berantakan.

Well, kalau ada yang mau ditanyakan seputar Bukit Moko, Puncak Bintang, atau apapun yang mau ditanyakan, monggo ke kolom ask.fm yang ada disebelah kiri (hanya bisa diakses dengan tampilan web). Insya Allah aku jawab secepat mungkin.

Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca cerita gak jelas ini.

Wassalamu'alaikum..

- Trirati -



Share:

Sabtu, 11 Juli 2015

Ramadhan usah pergi...

Assalamu'alaikum, Ramadhan..

Alhamdulillah, Allah masih memberi kita kesempatan untuk bertemu. Allah masih mempercayakan padaku untuk menikmati detik ditiap hari-mu.

Aku paham, mungkin kedatanganmu tahun ini bukanlah Ramadhan terbaikku. Bahkan, aku hampir melalaikan kehadiranmu. Aku melupakan setiap nikmat imbalan yang akan Allah berikan padaku jika saja kamu kulewati dengan baik.

Pun aku masih lalai mengerjakan setiap ibadahku.
Jika saja aku selalu mengerjakan tiap ibadah yang akan menghasilkan lipatan ganda kebaikan, mungkin aku tak akan menyesali kepergianmu. 

Diawali dari ibadah wajib yang kulakukan diakhir waktu, hingga ibadah sunnah yang terlupa selalu.
5 wajibku pun belumlah sempurna. Bahkan beberapa kukerjakan diakhir waktu. Pantaslah jika Allah pun melambankan rezekiku.
Sunnahku pun sering kali terlupa. Bahkan rasa malas selalu bergelantung pada kakiku untuk melangkah.

Ramadhan, bulan Al Qur'an.
Kamu adalah bulan pedoman hidupku.
Aku menyadarinya, pun melalaikannya.
Jangankan One Day One Juzz, sehelai lembar pun tak mampu ku lantunkan dengan baik.

Aku lebih memilih berkumpul diacara "Buka Bersama" ketimbang berkhusyu' bersama jama'ah shalat Tarawih.
Aku lebih memilih tertawa tak ada arti ketimbang bersujud memohon ampunan-Nya.
Aku lebih memilih meninggalkan kebaikan yang kamu tawarkan hanya untuk kebahagiaan yang sementara.

Saat malam datang, aku lebih memilih tertidur pulas ketimbang sujud di qiyamullail.
Padahal, ibadah malam tak akan merugikanku sedikit pun. Bahkan mungkin saja Dia mengabulkan tiap hajad-ku dalam tangis permohonanku.

Saat 10 hari menjelang kepergianmu pun, aku lebih memilih asyik menonton televisi ketimbang harus I'tiqaf diatas sajadah masjid.
Aku lebih memilih tidur dalam selimut hangatku ketimbang menghabiskan waktu untuk ber-"dingin" ria didalam masjid.
Didetik-detik kepergianmu pun, aku masih saja lalai beribadah. 

Sungguh, aku hanyalah manusia merugi yang melewatkan kehadiranmu begitu saja. Aku yang tak mengindahkan kehadiranmu. Aku yang pergunakan waktu emas-mu dengan kesia-siaan. Aku yang hanya melewatkanmu dengan kesibukan duniaku, yang bahkan tak dapat menjadi penolongku dihari akhir nanti.

Takbir berkumandang, namun hanya tangis penyesalan yang menghiasi malam terakhirmu ini. Aku begitu menyia-nyiakan kehadiranmu. Pun belum tentu kehadiranmu ditahun esok akan kunikmati.

Doaku malam ini hanyalah, semoga aku dapat tetap disini untuk menikmati kehadiranmu ditahun esok. Semoga Allah tak marah dan kembali mempercayakan waktu singkat hadirmu padaku.
Aku akan selalu merindukan beribu kebaikan dalam bulan-mu.
Semoga tahun esok aku tak akan melewatimu begitu saja dengan kesia-siaan yang telah aku lakukan ditahun ini.

Ya Allah yang Maha Baik, izinkan aku untuk bertemu Ramadhan ditahun esok.
Agar aku dapat memperbaiki tiap kecacatan yang aku ukir ditahun ini. Aamiin.

Semoga Allah mengizinkan kita untuk bertemu kembali ya, Ramadhan :')

Wassalamu'alaikum...

Trirati :')
Share:

Ampuni keegoisanku

Sungguh, aku sangat memaklumi waktumu. Ya. Aku sadar, hidupmu tak seperti hidupku. Mungkin di hidupku hanya ada kamu. Tapi tidak di hidupmu. Di hidupmu tak hanya ada aku. Ada keluargamu, pun teman-temanmu.

Namun jujur, aku selalu mencemburui tiap kamu bersama teman-temanmu. Walaupun aku sadar, waktu yang kau berikan untuk mereka hanya sebagian kecil dari waktu yang kau berikan untukku. Tapi entah mengapa aku selalu cemburu dengan teman-temanmu.

Aku mencemburui mereka yang selalu dapat melihatmu tetawa setiap hari. Lain hal denganku yang menjumpaimu satu kali dalam seminggu.

Mungkin aku terlalu egois. Aku yang hanya ingin memilikimu seorang diri. Tanpa menyadari bahwa ada puluhan orang yang juga selalu mengukir tawa dan senyuman dari bibir manismu.
Aku bahagia jika kau pun bahagia. Namun ada sedikit luka ketika aku mengetahui bahwa aku bukanlah sumber kebahagiaanmu.

Maafkan keegoisanku.
Aku hanya tak ingin kau pergi menjauh hanya karena ada yang lain, yang dapat membuatmu lebih nyaman.
Aku hanya ingin kau tetap disini. Bersamaku. Karena jika kau pergi, aku khawatir tak akan menemukan laki-laki sebaik dirimu.

Ampuni keegoisanku...
Share:

Kamis, 18 Juni 2015

Bahagia itu...

Bahagia itu ketika kamu sedih atau tertimpa masalah, namun tak ada satu orang pun berjalan mundur untuk meninggalkanmu.

Entah sudah berapa sahabat yang bilang "kuat ya Fi, harus kuat. Masih ada gue disini. Kalo ada apa-apa langsung cerita. Banyak yang sayang sama lu. Gak boleh putus asa. Kita tetep ada kok".
Setiap baca chat dari sahabat, pasti nangis. Pasti. 

Dari yang sahabat lama sampe sahabat yang udah gak ketemu hampir setahun. Nangisnya bukan karena sedih, tapi terharu. Mereka bahkan gak pernah bener-bener pergi buat ninggalin. Mereka bahkan gak pernah bosen dengerin Ofi yang hobi mengeluh ini. Mereka pun gak pernah bosen buat kasih semangat.

Walaupun gak punya apa-apa, gak punya materi berlimpah, gak punya fisik sekuat baja, tapi kalau selalu dikelilingi orang-orang yang sayangnya tulus, rasanya seperti mempunyai segalanya. Rasanya bahagia banget. Banget.

Buat kalian yang gak pernah bosen dengerin cerita Ofi, buat kalian yang selalu ada dalam kondisi apapun, Ofi cuma mau bilang, makasih untuk tetap disini, untuk tetap jadi penguat, untuk gak meninggalkan. Entah harus gimana nunjukin rasa terima kasih. Bahagia banget Allah kirim kalian :')

Terima kasih karena telah mengirimkan orang-orang baik nan tulus, Ya Rabbi. Beri aku kesempatan untuk tidak mengecewakan :')


Regards,
Trirati <3
Share:

Minggu, 17 Mei 2015

Dibawah Garis

Kini aku jatuh, jauh melewati garis.

Hidup memang berputar, terkadang diatas, terkadang dibawah. Namun kini, aku merasa hidupku jauh melewati garis paling bawah.

Terpuruk.

Terjatuh sangat dalam. Hingga tak ada secuil cahaya yang dapat mataku tangkap.

Gelap.

Kini kawanku hanya kegelapan. Tak ada lagi cahaya. Tak ada lagi kehangatan. Tawa pun sirna, hangus menjadi abu.

Sepi.

Pendengaran ini tak dapat menangkap gelak tawa bahagia yang dulu selalu mewarnai. Semua berubah menjadi sangat Abu-Abu. Terlalu banyak kabut yang menutupi "kebahagiaan" yang dulu jelas terlihat.

Menyedihkan.

Tawaku kini terasa getir. Hanya "kepedihan" yang tersirat dari suara parauku ini. Aku selalu menangis dalam diam. Menangis dalam sepi. Sendiri. 

Rapuh.

Aku tak sekuat baja. Aku hanyalah sebuah batu, yang selalu terkikis oleh air mataku sendiri. Aku rapuh. Sangat rapuh. Aku tak sekuat yang terlihat.

Tipu.

Kalian tertipu.
Tertipu senyum dan tawa yang menutupi setiap sayatan hati yang teramat perih.


- Trirati -
Share:

Kamis, 30 April 2015

Happy 21st Birthday, Masil

Happy birthday, Calon Ayah dari anak-anakku.
Semoga Allah senantiasa menjagamu dalam setiap pengawasan-Nya. Semoga Ia tak bosan memberimu waktu untuk memperbaiki diri.

Selamat ulang tahun, Calon Menantu Mamaku.
Semoga kelak kau menjadi Imam yg baik untuk keluargamu. Menjaga dan melindungi anak dan istrimu dari jilatan api neraka.

Yaumul milad, Calon Imam ditiap sujudku.
Semoga Allah selalu mengalirkan rezekimu bak air, mengalir tanpa henti. Jangan lupa bersyukur ya, Sayang. Dan semoga Allah selalu memberimu sehat, umur yang panjang, & rezeki yang halal.

Ada doa aku dan doa Ibumu ditiap langkah kakimu, Mas. Semoga segala hal baik yang kau inginkan dapat terwujud dalam waktu dekat.

Dan semoga, segala rencana kita sesuai dengan takdir yang Allah tetapkan.
Tetaplah menjadi Ilham Setianto yang ku kenal :)

Sekali lagi,
Selamat makin menua, Sayang.

With love,
Your Future <3
Share:

Rabu, 22 April 2015

Tell your parents!

Hai, kamu..

Mungkin ini hanya salah satu caraku untuk membuktikan pada orang tuamu bahwa aku layak menjadi pendampingmu.

Aku ingin bekerja bukan semata-mata aku membutuhkan uang. Bukan, bukan aku ingin menyombongkan diri. Karena memang tak ada yang pantas aku sombongkan. Hanya saja, aku ingin membuktikan sesuatu untuk kedua orang tuamu..

Katakan pada orang tuamu..
Bahwa aku bukan wanita manja yang akan menghamburkan semua hasil kerja kerasmu..

Katakan pada orang tuamu..
Bahwa aku bukan wanita pemboros yang akan merugikanmu..

Katakan pada orang tuamu..
Bahwa aku adalah wanita tahan banting yang mampu menjadi sandaran ketika kau lelah..

Katakan pada orang tuamu..
Bahwa aku adalah wanita kuat yang mampu melakukan banyak hal untuk kebahagiaanmu..

Katakan pada orang tuamu..
Bahwa aku adalah wanita mandiri yang pantas menjadi pendamping hidupmu kelak..

Sampaikan ini pada Calon Mertuaku. Agar mereka yakin, bahwa anaknya tak salah memilih.


Dari aku,
Calon Wanita Halalmu <3
Share:

Selasa, 14 April 2015

Happy 47th birthday, Bundadari

April 14th, 2015

47th sudah Allah memberikan keberkahan dalam hidupmu, Ma. Dan aku selalu menjadi putrimu yang beruntung karena memiliki Mama sepertimu. 

Satu hal yang harus kau ingat selalu.
Aku akan melakukan apapun yang kau inginkan, asal kau bahagia.
Mungkin, keadaan kita sekarang ini selalu menjadi alasanmu menitikkan air mata, dan aku hanya dapat berkata "Mama jangan sedih terus". Namun percayalah Ma, seperti apa yang selalu kau katakan padaku, "Allah pasti punya 'kejutan' untuk kita, Fi. Yang kuat ya sayang". Tenanglah Ma, aku akan selalu kuat. Karena kaulah alasanku untuk tetap berdiri kokoh.

Mungkin, saat ini kita tak sebahagia mereka atau sebahagia kita 'dulu'. Namun, aku tak akan membatasi apapun yang membuatmu bahagia. Lakukan segala inginmu, Ma. Jangan lagi jadikan kami --anak-anakmu-- sebagai alasan sakitnya batinmu. Kami tak apa, percayalah! Senyum & tawamu lebih sejuk daripada hujan ditengah kemarau bagi kami. Jadi, bahagiamu adalah bahagia kami juga.

Ya Rabbi yang Maha Membolak-balikkan Hati.
Jagalah hati Mamaku ini, bersihkan hatinya, jangan biarkan ia terlelap dalam kesedihan. Sejukkan hatinya, hilangkan segala hal yang membuatnya sedih. Kuatkan hatinya.

Ya Rabbi yang Maha Pemurah.
Berikan ia rezeki halalmu yang cukup. Mudahkan segala urusannya.

Ya Rabbi yang Maha Penyayang.
Sayangi ia selalu. Layaknya ia yang selalu menyayangi kami. 

Ya Rabbi yang Maha Mengobati.
Obati segala sakit yang ia rasa. Jangan biarkan rasa benci menetap dihatinya.

Ya Rabbi yang Maha Pengasih.
Izinkan ia hidup lebih lama. Agar aku dapat memberikan banyak kebahagiaan untuknya. Jangan biarkan ia terpuruk dalam kesulitan. Aku yakin, ditiap kesusahan yang kau berikan, selalu ada kemudahan yang kami rasakan. Jagalah ia dalam pengawasanmu, Ya Allah. Aku sangat menyayanginya. Sangat.

Selamat ulang tahun, Bundadari. Tetap menjadi Bunda berhati Bidadari kepunyaan 7 O bersaudara ini ya, Ma. I love you so much! :') ❤️❤️
Share:

Minggu, 15 Maret 2015

Trirati's 21st Birthday

Assalamu'alaikum..

Apa kabar kalian? Semoga Allah selalu beri nikmat sehat yang tak berujung. Aamiin.

8 Maret 2015. Alhamdulillah, tepat 1 minggu yang lalu, aku berulang tahun. Sudah 21 tahun usiaku. Alhamdulillah, Allah masih mempercayakan oksigen gratis-nya untuk aku hirup ditiap harinya.

Awalnya, aku tak berharap banyak. Yaa, kondisi yang memaksaku untuk tak banyak berharap. Ayah masuk Rumah Sakit karena lambung dan jantungnya kembali kambuh. Ibu yang masih di Surabaya dan juga sedang sakit. Sedih? Ya. Jelas. Air mataku pun tak kuasa aku tahan ketika membaca SMS dari Ibu. Aku merindukannya...

Tapi, aku bersyukur. Karena dihari itu juga, lagi-lagi Allah mengirimkan malaikat-Nya. Ada beberapa sahabat & Masil yang memaksakan datang kerumah. Walaupun kejutan mereka failed, tapi aku tetap bersyukur. Aku bersyukur karena mereka tak pernah mundur satu langkah pun untuk meninggalkanku dengan kondisi apapun. Alhamdulillah..

Malamnya, beberapa teman mengirimkan doa indah hingga aku terharu. Salah duanya, pasangan FRD, Fadlan dan Icha. Well, semoga Allah menyatukan kalian, selamanya. Aamiin :')

Mungkin curhatan ku kali ini tak sedetail biasanya. Karena, entah kenapa aku tak bisa mengungkapkannya dengan detail. Ini terlalu membahagiakan.

Well, terima kasih untuk kalian, semua orang yang menghadiahiku doa indah di 21 tahunku ini. Terima kasih Masil, satu-satunya orang yang tak pernah meninggalkanku dalam kondisi apa pun. Aku selalu bersyukur karena dipertemukan dengan laki-laki sepertimu, Mas :')

Ya Illahi Rabbi, sehatkan mereka yang menyayangiku, panjangkan umurku agar bisa membahagiakan mereka yang aku sayangi, aku mencintai mereka dengan segenap hatiku. Pertemukan kami kembali sebagai sahabat yang saling membela dihadapan-Mu kelak, Yaa Rabb.
Semoga, doa apa pun yang kalian panjatkan untukku, berbalik kembali ke kalian. Aamiin.



With Love,
Trirati <3
Share:

Selasa, 03 Maret 2015

Jika aku mati nanti…





"Penyakit adalah hal yang paling menjijikan!" - Hazel Grace

"Aku takut dilupakan untuk selamanya" - Augustus Waters

Baru semalam aku selesai membaca buku berjudul The Fault in Our Stars.
Inti singkatnya, dua orang yang saling mencintai dan saling mempertahankan hidup untuk orang-orang yang mereka cintai.

Tapi gak tau kenapa, aku suka banget sama kutipan kalimat diatas. Penyakit memang hal yang paling menjijikan! Tapi, Ibuku pernah bilang, "Allah kasih kamu kesempatan untuk melunturkan dosamu ketika kamu sakit. Jadi, kalau sakit jangan ngeluh. Istighfar yang banyak, berharap semoga Allah melunturkan setiap dosa kamu bersama lunturnya rasa sakit itu". Jadi sekarang kalau sakit, aku memilih untuk diam dan perbanyak istighfar. Sadar kalau dosa masih menumpuk. Mungkin Allah selalu kasih sakit, karena Dia mau aku melunturkan dosa-dosa ini. Yaaa, ber-khusnudzon sama Allah lebih baik, kan?

Tapi, kata-kata Augustus ada benarnya. Sewaktu baca kalimat itu, aku langsung membayangkan jika nanti aku mati. Mungkin, mereka yang sayang sama aku pasti sedih. Tapi, apa mereka gak akan lupain aku? Mereka akan ingat aku? Apa aku gak akan digantikan dengan orang baru? Mungkin dilingkup keluarga gak akan terjadi. Maksudku, keluarga gak akan lupa atau mencoba menggantiku dengan orang baru. Tapi, bagaimana dengan temanku? Pacarku? Orang-orang yang pernah aku kenal?

Sempat berpikir, aku pun ingin seperti Augustus, ingin dikenang selamanya. Ingin diingat selamanya. Tak ingin digantikan dengan orang lain. Tapi, aku mengutip kata-kata Hazel Grace;
"Akan tiba saatnya. Ketika kita semua mati. Kita semua. Akan tiba saatnya ketika tidak ada lagi umat manusia yang tersisa untuk mengingat bahwa manusia pernah ada atau spesies kita pernah melakukan sesuatu. Tidak akan ada siapa pun yang tersisa untuk mengingat Aristoteles atau Cleopatra, apalagi mengingatmu. Semua yang kita lakukan, dirikan, tuliskan, pikirkan, dan temukan akan terlupakan, dan semuanya ini tidak akan ada artinya. Mungkin saat itu akan segera tiba, mungkin juga jutaan tahun lagi, tapi seandainya pun kita bertahan hidup dari kebinasaan matahari, kita tidak akan bertahan hidup untuk selamanya. Ada masa sebelum organisme mengalami kesadaran, dan akan ada masa setelahnya. Jika kau khawatir dilupakan untuk selamanya oleh manusia, aku mendorongmu untuk mengabaikannya saja. Tuhan tahu, itulah yang dilakukan semua orang lainnya".




Yap! Masa itu pasti akan datang. Dan tak akan mungkin mengingat apapun yang telah dilakukan selama masih hidup. Tiap manusia pasti memikirkan diri sendiri. Takut kalau-kalau tak cukup bekal. Takut kalau-kalau tak cukup banyak amal yang dibawa. 

Tapi jujur, aku takut kegelapan. Aku takut sepi. Aku takut sendirian. Aku takut amalku tak cukup untuk menerangiku. Aku takut amalku tak cukup menemaniku. Takut! 

Kematian itu pasti! Walaupun, jujur, aku masih sangat takut bila kematian menjemputku tiba-tiba, disaat aku belum siap. Seberapa pun usahaku untuk siap, rasanya tak akan pernah siap. Aku merasa dosaku begitu menumpuk.

Tapi, siapa pun yang baca blog ini. Jika aku mati nanti, aku gak akan memaksa untuk diingat. Karena aku pun sadar, tak banyak yang aku tinggalkan agar bisa dikenang. Tapi setidaknya, kirim-kirim 1 Al Fatihah lah untukku, agar siksa kuburku menjadi sedikit lebih ringan, hehehe

Well, terima kasih yang sudah meluangkan waktu untuk membaca blog ini! Semoga Allah mengampuni setiap kesalahan kita, jangan lupa minta ampun juga. Allah gak akan mengampuni kalau bukan kita sendiri yang memohon. Hoho.
Have a great day, Ppl! <3


With Love,
Trirati <3
Share:

Senin, 16 Februari 2015

Surat Rindu untuk Bunda…

Dear Bundadari,

Assalamu'alaikum,

Apa kabarmu, Bun? Semoga Allah selalu memberi kesehatan dengan senyuman cantik yang menghiasi wajah "awet muda"-mu itu. Sudah lama rasanya kau dan aku terpisah oleh jauhnya jarak. Sudah cukup lama rasanya aku tak melihat langsung senyum peneduh hati milikmu. Sudah cukup lama lidah ini tak merasakan lezatnya masakanmu. Sudah cukup lama pula aku tak merasakan hangat pelukanmu. 

Bun, aku rindu…

Tak terasa air mata ini menitik satu-persatu tiap kali mengingatmu. Dan tanpa sengaja, aku memejamkan mata lalu terngiang lagu Hujan yang dilantunkan dengan syahdu oleh Opick dan Amanda. Ah, lagi-lagi air mata jatuh perlahan tanpa ku sadari. Jauh darimu adalah siksa dunia terberat bagiku, Bun…

Alhamdulillah…
Aku selalu bersyukur karena terlahir dari wanita kuat nan tegar sepertimu. Senyummu dikala rapuh adalah penguat terbesarku. Kau adalah wanita terhebat yang Allah beri untukku, Kakakku, dan Adik-adikku. Bun, kau paling hebat dari yang terhebat. Kau paling kuat dari yang terkuat. Kau pun rela melakukan apapun demi kami, anak-anakmu. Kau bahkan rela tak makan, tak tidur, dan melakukan hal yang menyakiti batinmu demi kami, anak-anakmu yang tak henti mengecewakanmu.

Maafkan kami yang terlewat sering membuatmu sedih, membuatmu marah, membuatmu merasa menjadi Bunda yang gagal. Maafkan kami yang terkadang membentakmu, mengecewakanmu, dan tak jarang membuatmu kehabisan air mata. Tapi percayalah Bun, kami amat sangat menyayangimu. 

Kurang lebih 9 bulan lamanya kau menimang ku dalam rahimmu. Membawa aku kemanapun kau pergi tanpa keluhan, bahkan kau selalu tersenyum dan mengusap ku dengan penuh kasih sayang. Ya, aku merasakannya, Bun. Kau telah mencintai ku walaupun kita belum bertemu.

Dan ketika aku lahir, tak henti kerepotan yang aku beri untukmu. Tak jarang aku membangunkan tidurmu dengan tangisan lapar. Kau kalahkan segala rasa lelah demi aku, demi timangan kasih sayang hingga aku terlelap kembali. Kau tak marah, justru kau menyunggingkan senyum tanda bahagia.

Ketika aku batita, lagi-lagi tak henti kerepotan yang aku beri untukmu. Aku yang ingin memamerkan bahwa bisa berjalan membuatmu lelah mengikuti kemana saja aku pergi. Khawatir aku terjatuh karena langkah yang masih tak seimbang. Tapi kau tak mengeluh. Lagi-lagi kau hanya menunjukkan senyum tanda bahagia.

Tak terhitung banyaknya kerepotan yang ku ciptakan untukmu. Namun kau selalu melakukan hal apapun untukku dengan senyuman.
Aku pun sadar, sampai nafas ini habis, sampai pernapasanku menolak oksigen untuk masuk kedalam rongga paru-paruku, sampai jantung ini tak berdenyut, sampai tubuh ini kaku tak bergerak, seberapa usahaku untuk membalas segala jasamu, tak akan pernah cukup, Bun. Dan tak akan ada yang bisa menandingi rasa cintamu padaku.

Cepatlah pulang, Bun.
Tak rindukah kau dengan kami -yang sering kau sebut malaikat-malaikat kecil-? Bosankah kau dengan segala kerepotan yang kami ciptakan? Jika iya, aku pastikan tak akan ada lagi hal-hal merepotkan yang memusingkanmu. 


Saat ini, tak ada lain yang kubutuhkan selain pelukanmu.
Cepatlah pulang, Bun.
Aku rindu...


With Love,
Your Little Angel <3
Share: