Tampilkan postingan dengan label From My Heart. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label From My Heart. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 September 2013

Aku dan Bundadariku❤

Assalamu'alaykum...
Selamat hari Jum'at!!!!!

Ada yang pernah nanya gini ke gue.
"Fi, lu 'anak Mami' ya? Tiap update tweet, status, atau posting blog selalu aja ada 'kata Ibu'"
Gue cuma ketawa sih hahahaha..

Jadi gini loooohhh. Gue itu deket banget sama nyokap. Dari kecil, nyokap udah membiasakan gue buat selalu cerita apapun ke dia. Gak heran, kalau tiap gue abis pergi, sampe rumah gue langsung ngikutin nyokap sambil cerita panjang lebar. Gak cuma itu, tiap gue ada masalah, gue selalu cerita dan minta saran sama nyokap.

Buat gue, deket sama Ibu itu penting. Kebukti toh! Dia yang tau makanan kesukaan gue, dia yang tau gue sakit tanpa gue ngeluh, dia yang tau gue lagi sedih walaupun gue gak nangis, dia tau semua. Dan yang paling penting, dia gak pernah ninggalin gue!

Ibu itu sahabat paling setia buat gue. Dia selalu ada waktu gue butuhin. Dia juga selalu siap dengerin apapun keluhan gue. Dia yang selalu kasih saran positif buat gue. 

Ada satu cerita nih:
Dulu, gue sebel banget sama satu temen cewe gue. Bahkan mungkin benci. Benci banget. Tiap denger namanya disebut aja rasanya udah emosi banget. Kenapa gue bisa sebenci itu? Gak mungkin kan gue benci sama orang tanpa alasan?
Dulu, dia itu 'gebetan' Ilham (Pacar gue). Mereka udah hampir jadian. Tapi Ilham keburu ilfeel karena si cewe ini suka tebar pesona. Singkat cerita, setelah gue jadian sama Ilham, banyak temennya yang bilang kalau si cewe ini tetep genit sama ilham. Suka deket-deket lebay gitu. Sempet gue tahan. Coba buat sabar. Toh, Ilham gak ngerespon dia. Nah, kasus terakhir yang bikin gue benci sama dia. Dia fitnah gue. Dia bilang kesemua temennya kalo gue sama Oddy (kakak gue) bukan adik-kakak sekandung. Denger kabar kaya gini, gue langsung nangis. Ya ampun, salah gue apa? Apa karena Ilham? Toh dia pun udah punya pacar. Kenapa segitunya? 
Saking emosinya, gue update status facebook buat dia, dan gue maki-maki pake kata-kata yang gak pantes, deh! Sampe gue juga maki-maki dia setiap kali dia update status. Waktu itu, setan emang udah kuasain hati gue.
Gak tau gimana ceritanya, nyokap bisa tau. Dia gak marah, cuma nasehatin. Tapi cukup nyentuh. Dia bilang:
"Ibu baca status facebook kamu. Kenapa sampai kaya gitu?" Setelah gue cerita semua, nyokap bilang:
"Jangan rusak semua akhlaqmu cuma karena 1 orang yang 'sok tau' sama hidupmu. Buang-buang waktu. Kata-kata itu gak pantes diucapin perempuan. Ibu tau awalnya dia yang salah. Fitnah kamu sama kakakmu. Tapi caranya gak gitu. Kamu kaya bukan Ofi yang Ibu kenal. Sekarang hapus statusnya, terus minta maaf sama dia. Mungkin dia khilaf. Dia manusia, Fi. Sama kaya kamu & Ibu. Masing-masing dari kita pasti pernah salah kan? Minta maaf duluan itu gak ada salahnya, walaupun Ibu tau bukan kamu yang salah. Jangan kotori hati sama penyakit hati"
Ada sedikit airmata disana. Hhhh, waktu itu gue beneran bingung harus gimana. Yang gue lakuin pertama cuma hapus status gue itu. Dan gue coba message dia buat minta maaf. Tapi, jujur maaf yang keluar waktu itu karena Ibu. Bukan bener-bener maaf. Masih ada titik benci yang gue simpen.

Tapi, sebelum Ramadhan kemarin. Gue sempet cari nomer hp-nya, dan gue coba sms dia. Gue minta maaf. Dan kali ini, gue tulus. Setelah itu, lega rasanya. Sekarang malah suka sms buat sekedar jaga tali silaturahim aja hehe

Gue juga pernah sharing keinginan gue buat nikah muda. Ibu cuma bilang "iya sih. Kita bisa ambil pahala banyak sewaktu udah menikah. Dan pasti banyak dosa ketika kita belum menikah. Kehindar dari fitnah & bisa sepenuhnya istiqomah kan? Tapi tunggu Ilham mapan dulu! Hehe"
Pokoknya banyak deeehhh! Ibu yang tau gimana gue. Ibu yang tau apa yang gue rasa tiap detiknya.

Waktu akhir liburan semester 2 kemarin, Ibu sempet bilang "sebentar lagi kamu masuk kuliah ya? Yah, sepi lagi deh. Pasti jadi susah cerita-cerita lagi" ya ampun :')

Gue sama nyokap emang terlalu banyak abisin waktu berdua. Kaya makan es pisang ijo & bakso berdua, belanja berdua, ketawa-ketawa dijalan berdua, pokoknya serba berdua.

Doa gue, semoga gue bisa nemenin Ibu sampe kapanpun. Tetep bisa bercanda bareng. Dan semoga, Ibu selalu dikasih sehat & panjang umur sama Allah. Gak bisa ngebayangin kalau gak ada Ibu itu gimana. Dia itu Ibu + sahabat buat gue. 

Love you, Bu! :'):*{}❤
Share:

Minggu, 07 Juli 2013

Kembalikan kamu yang dulu!!!!

Kamu..
Hhhh, tak ada kata yang kurangkai untuk menggambarkan tentang dirimu.
Kamu, yang selalu tepat menangkapku ketika ku terjatuh. Ya, jatuh karena cintamu. Kamu, yang selalu berakting aneh agar dapat melihat tawaku. Ya, tawaku bersamamu. Kamu, yang selalu mengembalikan senyumku setelah adanya air mata. Ya, air mata yang jatuh karenamu, namun kau tetap setia melukis kembali kebahagiaanku setelah kau menghapusnya.

Namun kini...
Aku tak menemukanmu dalam hariku. Air mata yang jatuh, mengenang tanpa ada jemarimu yang mengusapnya. Entah siapa yang telah merebut sikapmu padaku! Namun yang dapat kutafsir dalam pandanganku, kau bak menghilang dalam ketebalan kabut itu. Kabut yang memisahkan antara dunia kita, dan dunia barumu saat ini.
Dan kini, aku merindukanmu. Rindu kamu yang dulu. Saat kau masih mengganggap adanya "Dunia Kita"


Ada apa dengamu, Sayang? Tak jarang kau meninggalkanku bersama gelapnya malam. Entah kau menyadarinya atau tidak, aku selalu menunggu kabarmu. Hanya inginkan aku mengetahui bahwa kau baik-baik saja. Kutunggu hingga larut, namun kau seakan menghilang. 

Semakin hari, aku semakin menemukan banyak perbedaan pada dirimu. Bahkan, aku hampir tak mengenali diri barumu saat ini. Sadarlah, Kasih! Aku kini sendiri. Terkadang, aku terdiam. Bertanya dalam hati
"Siapa aku dimatamu? Dimanakah aku? Dihatimu? Sebagai apa? Kekasihmu? Hah!! Omong kosong! Sikapmu kini hanya memperlakukanku tak lebih dari seorang musuh!! Kau kasar!! Tak lagi lembut seperti dulu! Sadarkah kau, Sayang? Aku memiliki hati! Hati untuk dikasihi, tak untuk disakiti. Kini, tak jarang kau menciptakan luka hati dan tangis, dan tak lagi menciptakan tawa. Aku merindukanmu"

Lama sudah aku terdiam dalam kepasrahan sikapmu. Aku hanya bisa terdiam dalam tangis. Dan ini adalah air mata terakhir yang jatuh karenamu. Cukup, Sayang!! Cukup!! Hati ini tak lagi dapat kau mainkan. Hati bukan permainan. Aku lelah tak kau hargai. Aku tak ingin esok hari aku menangisi hal yang serupa, karenamu. Ya, akan kututup buku tentang "Dunia Kita". Dan kuharap, aku wanita pertama dan terakhir yang kau sakiti.

Ingat, Sayang!
Kau dapat memberikan sebuah pelangi setelah hujan reda. Namun, jangan kau hapus pelangi itu, dan menggantinya dengan badai!!

Share:

Jumat, 14 Desember 2012

Ya Rabbi…

Ya Rabbi..
Berikan aku sebuah pengertian dari setiap 'nikmat' yang Kau beri.
Aku tahu ya Rabb..
Setiap 'nikmat' itu adalah garis takdir pemberian-Mu yang terbaik untukku.
Namun, jujur aku tak mampu.
Aku tak mampu menjadi 'batu' yang hanya diam dan memendam semua.
Mengapa harus aku?
Mengapa harus keluargaku ya Rabb?

Aku selalu bersyukur dan menikmati semua yang Kau beri.
Tapi ini apa?
Ketika suatu saat nanti aku mengungkapkan semua,
Aku tak akan sanggup melihat mutiara kepedihan menetes dari pelupuk mata wanita itu ya Rabb.
Aku pun tak akan sanggup melihat permata kesedihan menetes dari pelupuk lelaki itu ya Rabb.
Wanita dan Lelaki yang amat aku cintai ketika aku membuka mata dan metapa dunia.

Ya Rabb..
Berikan aku pengertian agar aku mengerti.
Mengerti arti 'nikmat'-Mu yang satu ini. Nikmat kepedihan yang entah sampai kapan akan aku pendam seorang diri, tanpa mampu mengungkap pada mereka yang kucintai.

Terkadang aku lelah..
Lelah berdiam diri..
Lelah memendam sendiri..
Lelah menangis..
Lelah ya Rabbi, lelah...

Bantu aku untuk tegar Ya Rabb :"(
Share:

Sabtu, 08 Desember 2012

Menetap Dihatimu❤

Hari ini langit tak cerah.
Sang surya malu menampakkan sinarnya.
Rintik hujan mulai membasahi tanah yang kupijak.

Kau hadir dibalik rintik hujan itu..
Tersenyum sangat manis.
Senyum yang selalu kurindukan.
Kau berjalan mendekat, makin dekat, hingga tak berjarak.
Hingga aku tenggelam dalam hangatnya pelukmu.

Kasih..
Walaupun hari ini tak cerah.
Walaupun hujan jatuh dengan lebatnya..
Walaupun sang surya malu menampakkan sinarnya.
Tetapi karenamu, kegelapan yang kini kurasa berubah menjadi warna. Kau bagaikan pelangi yang muncul ketika hujan usai

Kau hapus setiap tetes air mataku..
Kau sapu setiap kegelisahanku..
Kau kuatkanku dalam genggamanmu..
Kau cerahkanku dalam tiap gelapku..

Ini adalah salah satu alasan, dari beribu alasanku menetap dihatimu.
Bagiku, kau 'sempurna'❤

Like ·  ·  · Share · 
Share:

Selasa, 04 Desember 2012

Malam, Sepi, Dingin~

Malam, sepi, dingin. 
Kadang aku termenung dalam lamunan, lalu air mata jatuh tanpa beralasan. Kupikir, 'kata' itu hanya untukku, tp ternyata..... 
Mungkin hanya hirauan, tp entahlah~ 

Aku mencintaimu dengan beralaskan rasa 'percaya', berharap kau dapat menjaganya. Aku mencintaimu tanpa alasan. Tak ku pandang sedikit pun sisi burukmu.


Ketahuilah kasih, tak semua senyum manis yg kau lihat dari raut wajahku bertanda adanya 'kebahagiaan'. Terkadang senyum itu terasa pahit dalam hati, tangis hati yang tak dapat kau lihat dan kau rasakan :'(


OFitri Tiara~ :)
Share:

Ajari Aku...

Ajari aku sepertimu,
Yang tak pernah ada rasa cemburu ketika aku dekat dengan pria lain. 

Ajari aku sepertimu,
Yang berlaku biasa saja saat ada yg menggodaku.. 
Ajari aku sepertimu,
Yang dapat berdiam diri dalam tiap butiran amarah.. 

Ajari aku sepertimu,
Yang selalu mengalah ditiap egoisku.. 

Ajari aku sepertimu,
Yang tak pernah membuang air mata hanya untuk hal tak guna.. 

Perbedaan ini terlalu besar sayang.. Aku dan kamu! Mungkin hubungan ini hanya akan membuatmu tak nyaman. Maka, ajari aku untuk menjadi seseorang yg selalu membuatmu nyaman berada disampingku..

Ajari aku..

OFitri Tiara~ :)
Share:

~~~~~~~

Ketika aku butuh kehangatan sang surya.
Ia hilang tertutup langit gelap.
Ketika aku butuh kesejukan rintik hujan.
Ia bersembunyi dibalik langit cerah.

Entah mengapa, apa yang kubutuhkan tak kunjung ku dapatkan.

Seperti dirimu..
Ketika ku butuh hangat pelukmu.
Kau tak ada..
Ketika ku butuh genggaman tangan yg menguatkanku.
Kau tak ada..
Ketika ku butuh bahumu tuk bersandar.
Kau tak ada..
Ketika ku butuh kau disini.
Kau tetap tak ada.

Apa ini kehendak Tuhan?
Apa ini salah satu takdir-Nya?
Mungkin saja, sayang…
Share:

Ketika aku 'Tiada' nanti, seperti inikah kalian? Atau sebaliknya?

Aku berdiri diatas tanah yang basah dan dibawah langit yang menangis.
Setiap tetes air mata awan yang menyentuh tubuhku seakan dingin menusuk tulang.

Langit seakan tau kesendirian yang kurasa setelah perginya dirimu.
Pergi hingga tak dapat lagi kulihat wajah lugumu. Hingga tak dapat lagi kutatap mata indahmu. Hingga tak dapat lagi kulihat senyum manismu. Hingga tak dapat lagi kurasa pesona pelangimu yang kini berubah menjadi abu-abu.

Ingin rasanya aku menemanimu dalam gelap. Dan ingin rasanya aku memelukmu ketika dingin menusuk tulangmu.

Tuhan yang baik..
Hangatkan dirinya dalam pelukan kasih sayangmu. Terangkan dia dalam pesona warna pelangimu.
Sampaikan padanya Tuhan, bahwa aku akan selalu memeluknya dalam doa-doaku. Bahwa aku akan selalu mengingatnya dalam hati dan ingatanku.
Dan sampaikan padanya Tuhan, bahwa aku sangat menyanyanginya...
Share:

Minggu, 05 Februari 2012

Memeluk Bayanganmu..


Dulu..
Ketika tiap tetes air mata yang mengalir dari kedua mataku,
Selalu kau hapus dengan jemari lembut penuh ketulusan..

Dulu..
Ketika awan gelap menyelimui jiwaku,
Gemuruh angin merisaukan hatiku,
Kau datang dan memberiku sejuta kehangatan,
Sejuta senyuman, dan sejuta kebahagiaan..
Bagaikan pelangi yang muncul setelah badai menerpa..

Dulu,
Ketika dunia tak lagi berpihak padaku,
Mengacuhkanku, dan memperlakukanku dengan tidak adil..
Kau datang dan berkata “aku ada untukmu”

Namun kini..
Tak ada lagi jemati lembut penuh ketulusan yang  dapat menghapus
Air mata disetiap kesedihanku..

Kini..
Tak ada lagi pelangi yang muncul setelah badai menerpa hatiku..

Kini..
Tak ada lagi bisikan lembut ditelingaku dan berkata “aku ada untukmu”

Kini..
Hanyalah doa yang menyampaikan salam rinduku..
Berharap kau akan tenang dalam pelukan-Nya..
Dan abadi disisih-Nya..

Kini..
Aku hanya dapat mengenangmu dan..
Memeluk bayanganmu..
Share:

Harapku..


Tuhan..
Izinkan aku untuk tetap bersamanya..
Untuk tetap menggenggam tangannya..
Untuk tetap menjalankan hidup dengannya..
Untuk tetap dapat melihat senyum dan tawanya..
Sebab setiap senyum dan tawa yang terpancar dari wajahnya,
Adalah kekuatan untuk hidupku..

Jika dia memang tak Engkau ciptakan untuk mendampingi hidupku..
Aku mohon, kirimkan seorang wanita yang jauh lebih baik dari diriku..
Yang dapat membuatnya lebih bahagia..
Yang dapat memancarkan senyuman lebih indah..

Namun, jika memang dia Engkau ciptakan untuk mendampingi hidupku..
Aku mohon, jangan pisahkan kami..
Persatukan cinta kasih kami selamanya..
Hingga aku menjadi bidadarinya yang suci, dalam surga-Mu..
Share:

Kamis, 29 September 2011

Karena Aku Istimewa..

Sering terlintas dibenakku bahwa Ayah dan Ibu ku tidak menyayangiku. Mereka sering kali melarangku bermain atau sekedar berkumpul dengan teman-teman ku setelah jam sekolah usai. Aku tidak seberuntung teman-temanku, orang tua mereka sepertinya membebaskan semua yang mereka inginkan, termasuk bermain hingga larut. 


Tetapi mengapa aku tidak seperti mereka ? Apa yang membedakan aku dengan mereka ? Aku seorang remaja, mereka pun remaja. Aku pun harusnya mempunyai hak yang sama seperti mereka, menikmati masa remajaku. Aku sempat berpikir jika ini tak adil untukku. Aku seperti tak mendapatkan apa yang telah menjadi hak ku. Aku iri sobat !! Aku ingin seperti mereka !! Apa yang membedakan aku dengan mereka ??


Apa karena aku seorang wanita ? Tetapi tak sedikit teman wanitaku yang diperbolehkan keluar rumah hingga larut. Tapi mengapa aku tidak ?


Hingga suatu hari Ibu ku berkata,
"Menjaga anak wanita itu sulit. Kau ibaratkan sebuah permata. Sebuah permata harus dijaga dengan sangat hati-hati, dengan penuh kasih sayang. Dan tidak sembarang orang yang dapat menyentuhnya. Agar tak ada satu orang pun yang mampu menggoreskan noda atau bahkan merusak permata tersebut. Begitu pun denganmu, sayang ! Kamu adalah permata dihidup Ayah dan Ibu. Kami harus lebih menjagamu dibandingkan dengan kakak atau adik lelakimu. Karena kami tak ingin ada satu orang pun yang menggoreskan luka dihati kecilmu, atau bahkan hingga menodaimu ! Ini semua kami lakukan karena kami sangat menyayangimu ! Karena kamu adalah permata untuk kami. Kamu istimewa, anakku !"
Air mata haru mengalir dipipiku.


Kini aku mengerti.
Mereka melarangku bukan karena mereka tak menyayangiku. Justru mereka ingin melindungiku.


Terima Kasih Ayah..
Terima Kasih Ibu..
Kalian lentara hatiku..
Kalian Juara dihatiku..


OFitri Tiaraa ♥
Share:

Minggu, 25 September 2011

Selasa, 16 Agustus 2011

Ibu, aku MENCINTAIMU ♥

Saat ini aku bersandar pada pangkuan seseorang yang sangat aku cintai. Pada pangkuan, Ibuku.. Aku merasakan lembut belaian kasihnya, saat dia membelai lembut helai demi helai rambutku. Dia berkata,
"Sayang, kamu sudah besar. Bukan lagi si kecil yang dulu sering Ibu timang" ujarnya
"Kini kamu sudah dewasa. Akhir-akhir ini, semenjak kau masuk SMA, ibu sedikit merasa kehilanganmu. Kau sangat sibuk dengan Organisasi-organisasimu. Setiap harinya kau menghabiskan waktumu disekolah, kadang tak ada libur untuk dirimu sendiri. Ibu rindu padamu. Sebentar lagi kamu lulus SMA, kamu kuliah, kamu kerja, terus menikah. Setelah kamu menikah nanti, kamu tidak akan lagi tinggal bersama Ibu, kamu akan tinggal bersama suamimu. Semakin sempit waktu Ibu untuk menghabiskan waktu bersamamu. Nak, ketahuilah... walaupun kau telah dewasa, Ibu akan tetap menyayangimu, akan tetap bersamamu, dan kau akan tetap menjadi putri kecil didalam hati Ibu. Maafkan Ibu bila selama ini Ibu tidak membebaskan kamu seperti teman-temanmu, itu karena Ibu menyayangimu. Ibu hanya ingin menjagamu. Ibu tak ingin ada seorang pun yang melukai hatimu atau melukaimu" lanjutnya.
Tanpa terasa, air mataku terjatuh.
Tak tahu apa yang harus aku katakan pada ibuku.
"Ibu.." panggilku
"Ya sayang ?"
"Aku sangat menyayangimu bu. Tak peduli bagaimana hari esok. Sejak aku membuka mata untuk melihat dunia aku telah menyayangimu. Rasa sayangku padamu tak pernah berkurang hingga saat ini. Aku akan tetap menyayangimu hingga detik berhenti."

Ibu, aku MENCINTAIMU ♥

OFitri Tiaraa ;)


Share:

Alasanku Mencintaimu :)

Jika ada yang memberi ku pertanyaan mengapa aku begitu mencintaimu. Jawabanku hanyalah kesunyian.


Ketika ada yang memberiku pertanyaan tersebut, aku hanya tersenyum. Dalam hati ku berkata.
"Aku mencintainya karena dia lelaki yang ku pilih untuk menjadi imam ku kelak. Karena dia adalah lelaki yang selalu membuat aku tersenyum, tertawa, dan merasa bahagia. Karena dia adalah lelaki yang selalu mengusap air mataku ketika air mata tersebut tak dapat tertahan. Karena dia adalah lelaki yang akan memelukku ketika aku merasa lemah. Karena dia adalah lelaki yang tak pernah bosan mendengar semua keluh kesahku. Karena dia adalah lelaki yang selalu mengingatkanku akan kesehatan diriku. Karena dia adalah lelaki yang dapat menerima beribu kelemahan dalam diriku. Ya, dia lelaki sempurna dihati dan mataku."


OFitri Tiaraa ;)
Share: