Kamis, 27 Maret 2014

Phineas and Ferb; True Story

Assalamu'alaykuuum~

Tau kartun Phineas and Ferb gak? Yap! Kartun yang diproduksi oleh The Walt Disney. Kalau yang sering liat Disney Channel pasti tau. Tau gak kalau kartun itu diceritakan berdasarkan kisah nyata? 


Sebelumnya gue mau menjelaskan soal penyakit Schizophrenia. Schizophrenia adalah gangguan medis yang mempengaruhi fungsi otak manusia. Singkatnya, penyakit ini sering diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (presepsi tanpa ada ransang pancaindra).

Nah, di kartun yang berdurasi 22 menit di tiap episodenya ini, ternyata dalam kisah nyatanya, Candace (kakak kandung Phineas) menderita penyakit Schizophrenia

Jadi, Candace dalam kartun tersebut adalah benar adanya. Dia lahir tahun 1993 di Rusia. Dia menderita penyakit Schizophernia sejak umur 13 tahun. Dan kebetulan, adiknya Phineas & Ferb adalah anak-anak yang hiperaktif. Jadi, setiap Phineas & Ferb melakukan atau membuat sesuatu, Candace selalu berhalusinasi. Misalnya, ketika Phineas & Ferb membuat sarang burung, Candace berhalusinasi bahwa Phineas & Ferb membangun gedung tinggi. Candace juga berhalusinasi bahwa Perry adalah seekor Platypus. Padahal, Perry adalah anjing peliharaan keluarga mereka.

Sejak saat itu, Candace selalu melapor pada Ibunya bahwa adik-adiknya membuat sesuatu yang aneh. Tapi, Ibunya pasti tidak percaya karena Ibunya tau Candace menderita penyakit Shizophrenia.

Karena Ibunya tidak pernah percaya. Candace selalu menceritakan apapun yang dibuat adiknya dalam buku diary. Ibunya semakin lama, semakin khawatir pada kondisi Candace. Akhirnya, Ibunya membawa Candace ke seorang Psikolog bernama Dr. Doofenshmirtz. Dalam kartun, Dr. Doofenshmirtz dianimasikan menjadi Profesor jahat. 

Dr. Doofenshmirtz akhirnya memberikan Candace obat yang berfungsi untuk mengurangi halusinasinya. Tapi, Candace menjadi ketergantungan pada obat tersebut. Sehingga, Candace selalu meminumnya diluar dosis. Dan yang terjadi, halusinasi Candace justru semakin menjadi-jadi. Candace semakin merasa tersiksa dan depresi. Dan karena Candace gak tahan sama apa yang dia derita, akhirnya dia mengakhiri hidupnya dengan gantung diri dikamarnya pada tahun 2007.

Ketika ibunya mengetahui keadaan Candace yang gantung diri dikamarnya, Ibunya menangis histeris. Yaiya, Ibu mana yang gak sedih waktu liat anaknya gantung diri dikamar?

Setelah pulang dari pemakaman, Ibunya membersihkan kamar Candace. Lalu, Ibunya menemukan buku diary Candace. Setelah Ibunya membaca buku diary tersebut. Ibunya lalu membawa buku tersebut ke Disney Channel Studio untuk dibuatkan animasi. Dia ingin animasi ini menjadi pengingat akan Candace.

Dan sejak saat itu, The Walt Disney memproduksi animasi berjudul Phineas and Ferb. Well, ini adalah animasi favorite gue. Sebelum gue tau cerita ini, gue sempet mikir, "kok bisa ya si animator buat cerita kaya gini? Inspirasinya dari mana? Hebat banget anak-anak kecil bisa buat alat-alat yang gak pernah dipikirin sebelumnya". Dan sekarang, pertanyaan gue terjawab.

Gak nyangka ya, animasi yang lucu itu ternyata dari kisah nyata yang sangat mengharukan kaya gini. Dan gue cuma bisa berharap, semoga gak akan lagi Candace-Candace yang lain :'))

Segitu aja yaa..
Semoga bermanfaat~
Selamat hari Kamis. Jangan lupa surah Yassiinnyaaaa<3:))
Share:

Sabtu, 01 Maret 2014

Hi, March! H-7!


Assalamu'alaykum..

Hai, Maret!
Bulan ini gue ulang tahun. Tepat tanggal 8 Maret. Yap! H-7.
Entah kenapa, gue malah merasa sedih. Mungkin karena inget umur yang udah mau ke angka 20. Kepala dua deh gue :((

Sedihnya..
Diumur gue yang segini, gue masih suka males-malesan, masih suka ngerepotin Ayah Ibu, masih suka ngeluh, masih suka nyusahin orang-orang terdekat. Misalnya kaya, masih sering minta di-Antar-Jemput. Pengen sih bawa motor(lagi). Tapi, masih takut gara-gara sempet kecelakaan 2 kali ditahun kemarin. Gue juga masih sering ngeluh. Apalagi kalau sakit, dan ngeluhnya ke Masil. Kadang suka kasian sama dia :(( jujur, gue gak kuat nahan sakit. Pokoknya, gue masih manja banget dan gue merasa masih buruk banget! Apalagi soal ibadah.
Sedih yang lainnya, sisa umur gue makin sedikit. Saking sedihnya, gue sering nangis gara-gara ini. Gue takut, tiba-tiba gue "pulang" tanpa bawa bekal apapun. Jatah hidup gue berkurang :((
Dan sedih yang terakhir, karena masa belasan tahun gue bakalan hilang. Entah, gue sering banget berharap kalo gue maunya berumur 18tahun terus aja. Gak mau bertambah. Jujur, gue belum merasa "puas" main diumur belasan tahun ini. Tapi, gue bisa apa? 

Tahun ini, gak berharap apapun dari siapapun. Gak berharap kado atau surprise kaya tahun-tahun kemarin. Gue yakin tahun ini bakalan jadi tahun yang "biasa aja". Bahkan mungkin "biasa banget". Berjalan kaya hari biasa.

Sedikit cerita..
Ditahun 2012, gue dapat surprise ulang tahun yang menghebohkan satu sekolah haha. Gak satu sekolah juga sih-_- cuma sebagian besar tau.
Dikasih surprice sama Bongil TKJ3. Itu, unforgettable moment banget!!!! Cuma dikasih cupcakes sih, tapi dirayain sama 1 kelas. Sampe dimarahin pak Ridwan gara-gara kelas jadi penuh sama cream cupcakes. Gue pernah posting cerita ini kok sebelumnya.. 

Dan ditahun lalu, tahun 2013..
Dikasih surprise juga sama Cikome (Cici Koko Merdeka) & Merry. Jadi ceritanya... Gue sama beberapa anak Obscura lainnya mau ngamen di pasar Lapan-Alam Sutera, buat acara pameran kita yang kekurangan dana. Abis kelas, gue nungguin Ajeng sama Merry. Lama-_- sampe bete bangets!! Udah sekian lama gue nunggu, mereka dateng juga. Tapi gak cuma berdua. Ada Ko Hansen, Handy, sama kue berlilin 19. Gue salting abis! Karena disitu juga banyak orang, ada anak Dance juga kan-_- tapi seneng! Seneng banget! 

Abis itu, setelah ngamen gue dijemput Masil. Dijalan gue cerita semuaaa. Gue nunjukin banget emang kalo gue seneng. Terus sampe rumah, dapat surprise lagi dari keluarga gue >.<
Dikasih kado sama Ade gue; bunga dari sedotan. Dan dia bilang "Selamat ulang tahun ya, Mba. Aku sama Aura(temennya) buat ini dari pulang sekolah sampe Maghrib, lhoo!" :")
Terus dikasih nyokap peralatan kaya pembersih muka, bedak, lipgloss, dll. Dia paling tahu kalo gue gak kepikiran buat beli gituan. 
Terakhir, dikasih panda gede sama Masil >.< katanya, dia beli panda gede gitu, biar sama kaya dia gendutnya >.<
Sebelum Masil pulang, Masil sempet bilang "Hari ini kamu seneng banget ya? Aku jarang banget liat kamu kaya gini. Dari cerita kamu, senyum kamu, itu ngewakilin rasa seneng kamu hari ini. Aku bisa liat itu. Aku juga seneng liat kamu yang kaya gini" dia ngomong gitu sambil senyum :"))

Oiya, dikasih kado juga sama Ajeng & Santa. Aah… mereka emang temen paling deket dikampus dan selalu perhatian sama gue haha. Ajeng kasih hiasan gitu. Entah namanya apa-_- dan Shanta kasih gue Card Reader. Karena dia tahu kalo gue butuh itu :))
Satu lagi, dapat kado dari Nizar :)) dia kasih gue selembar kain, ada tulisannya "HBD 19th, Opay". Dan dia kasih kado ini malem-malem ditanggal 9 Maret-nya. Tiba-tiba dia sms gue "Fi, keluar cepet!" Terus pas gue keluar, ada dia didepan. Gak lama, dia cuma kasih kado itu. Sweet! Banget! Well, thank you so much! Sekalipun gue gak tau lu baca ini atau enggak, tapi gue sempet beruntung punya temen yang selalu ada kaya lu, Zar! Gak peduli seberapa besar rasa benci lu ke gue saat ini. Sekalipun lu benci-banget sama gue, gue gak pernah benci. Gue tetep anggep lu temen walaupun lu udah hapus kata temen diantara kita.
Semua kado masih gue simpen rapi dikamar & dilemari. Termasuk bunga sedotan & selembar kain itu. Sepele, tapi kalau apapun yang dibuat dari hati, pasti jadinya lebih special, kan? :))

Tapi tahun ini, gak akan se-special tahun-tahun kemarin. Gue pun gak berharap tanggal 8 Maret tahun ini bakalan jadi special. Gak berharap kado. Gak berharap ada cake. Cuma berharap dapat doa tulus dari orang-orang yang gue sayang.

Doa gue sendiri..
Gue cuma mau dikasih umur panjang. Masih banyak hal yang perlu gue perbaiki. Gue juga masih mau disini sama orang-orang yang gue sayang. Gue takut kalau di akhirat sana gak akan ketemu keluarga atau orang-orang yang gue sayang disini :(( 

Okee. Segini aja yaa~
Well, Happy Saturday! And have a nice Satnight :p
Share:

Senin, 24 Februari 2014

Ajari Aku...

Ajari aku sepertimu,
Yang tak pernah ada rasa cemburu ketika aku dekat dengan pria lain. 

Ajari aku sepertimu,
Yang berlaku biasa saja saat ada yg menggodaku.. 
Ajari aku sepertimu,
Yang dapat berdiam diri dalam tiap butiran amarah.. 

Ajari aku sepertimu,
Yang selalu mengalah ditiap egoisku.. 

Ajari aku sepertimu,
Yang tak pernah membuang air mata hanya untuk hal tak guna.. 

Perbedaan ini terlalu besar sayang.. Aku dan kamu! Mungkin hubungan ini hanya akan membuatmu tak nyaman. Maka, ajari aku untuk menjadi seseorang yg selalu membuatmu nyaman berada disampingku..

Ajari aku..

OFitri Tiara~ :)
Share:

42nd month~


Assalamu'alaykuum...

Hai, kamu!
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Seperti kita misalnya. 3 setengah tahun bersamamu terasa cepat berlalu begitu saja. Aku tak pernah menyangka sebelumnya, jika hubungan ini dapat bertahan sampai saat ini. Ibuku salah ketika aku baru menjalin hubungan denganmu, dan dia berkata ini hanya "Cinta Monyet".

Berada disampingmu adalah tempat ternyaman untukku. Aku selalu merasa, kamu akan menjagaku dari apapun. Kamu selalu melindungiku. 

Kamu baik. Sangat baik. Akupun tak menyangka akan mendapatkan laki-laki berhati malaikat sepertimu. Kamu yang selalu menegurku ketika ku salah, menangkapku ketika ku jatuh, dan kamu yang selalu mengusap semua hal penyebab tangisku. Ah…… kamu begitu sempurna untukku.

Kamu selalu mengatakan bahwa aku "Berbeda". Berbeda dengan "wanitamu" sebelum aku. Kamu juga selalu mengatakan bahwa aku pandai membuatmu berlama-lama berada disampingku. 

Sejak awal aku menjadi "milik" mu. Aku tak pernah main-main. Aku serius. Aku bukan tipe wanita yang senang "bermain" dengan apapun. Kau pun tahu itu :))
Sejak awal, kau pun berkata bahwa ada beberapa watakmu yang menyebabkan kau kehilangan orang yang kamu sayang; egois dan cuek. Cuek? Ya, kuakui kamu memang agak cuek. Tapi tak terlalu. Kamu cuek ketika kamu bersama temanmu, tapi jika kamu sendiri dirumah atau sedang bersamaku, kamu tak cuek. Seperti yang tadi kukatakan, kamu baik :))
Egois? Awalnya iya. Tapi setelah kupikir, aku pun egois. Namun, kita sama-sama dapat menempatkan kapan kita harus egois. Entah kau menyadarinya atau tidak. Aku merasa, ketika kamu tak mau mengalah dan egoismu itu timbul, aku yang mengalah. Aku hanya tak ingin Benteng Pertahanan yang kita bangun dengan cinta itu runtuh begitu saja. Dan kau melakukan sebaliknya ketika egoisku tak terkontrol. Kita saling melengkapi bukan?

Ingat ketika kau mengatakan "aku bakalan buktiin ke kamu kalo aku sayang kamu :')" 
Dan aku membalas "aku tunggu 5 tahun lagi. Waktu kamu kerumah sm kedua orang tua kamu dengan niat melamar aku"
Semoga Allah mendengar dan menyimpan doa kita untuk dikabulkan-Nya nanti :")

Aku mencintai laki-laki sederhana sepertimu. Aku tak pernah menyesal mengenalmu, aku pun tak pernah menyesal karena memilikimu. Memilikimu adalah anugerah terhebat yang Allah beri untukku. Kesederhanaan dan kesabaranmu yang selalu meluluhkan hatiku. Kita memang tak pernah makan ditempat yang mewah, cukup warung kecil dipinggir jalan, atau sekedar minum es cincau dipinggir jalan. Itu menyenangkan. Sangat!

Entah berapa kali aku mengatakan ini, mungkin kau pun telah bosan karena kata-kata ini, bahwa:
"Aku tak peduli siapa kamu. Tak peduli apa yang kamu punya. Tak peduli dari keluarga apa kamu dilahirkan. Bagiku kita sama. Sama-sama punya cinta yang sama. Hanya kamu temanku. Teman ceritaku, teman sepiku, teman untukku berbagi apapun. Kamu segalanya. Sungguh! Kamu terlalu baik untukku, sebab itu aku tak pernah melepaskanmu. Aku mencintaimu tanpa alasan apapun. Aku mencintaimu karena itu kamu. Aku mencintaimu dan yang aku inginkan hanya kamu. Aku hanya ingin bersamamu sampai kapanpun"



Ditiap doa dan perharapanku, terselip namamu. Semoga Allah mendengar dan mengabulkan kumpulan doa yang selalu kita panjatkan. Aamiin! ILY, Masil! :'))
Share:

Kamis, 20 Februari 2014

The Best Friend ever I had!

Assalamu'alaykum..

Mau curhat lagi boleh ya? Boleh lah, ini blog gue hahaha

Well, gue lagi kangen sama Indri :((
Fyi, dia sahabat kecil gue. Sahabat pertama gue di Jakarta. 

Dulu, entah tahun 1998 atau 1999, gue pindah ke Jakarta. Ikut Ayah yang kantornya pindah dari Surabaya ke Jakarta. Awalnya kami sekeluarga gak mau ninggalin kota Pahlawan itu. Tapi, kalau gak ikut pindah, Ayah di PHK. Yah, apa boleh buat? Namanya juga jadi karyawan biasa di perusahaan orang. Ekor harus selalu ikut kepalanya, kan?

Singkat cerita, awal masuk kelas 1 sd, gue kenal sama Indri. Kami sekelas :)) rumah kami juga deket. Kemana-mana berdua. Dulu gue juga gak se-"cablak" ini. Dulu gue kalem, kalem bangets! Dipanggil Ibu aja gue masih jawab "Dalem, Bu", artinya "Iya, Bu". Bahasa jawa kalem gitulah. 

Balik lagi ke Indri. Orang tua kami deket. Indri selalu nginep di rumah gue kalau kami lagi ujian catur wulan (dulu belum semester, sistem pendidikannya masih catur wulan, 3 bulan sekali ujian haha). Indri nginep pas ujian, karna Ibunya Indri percaya sama Ibu gue soal pelajaran. Didikan Ibu waktu gue kecil tuh keras banget. Dapet nilai 6 waktu kelas 1sd aja, paha gue dicubit sampe biru-_- Tapi ada hasilnya, dalam 3tahun gue sekolah disitu, gue selalu dapet Beasiswa. Makanya Orang Tuanya Indri percaya sama Ibu gue buat belajarin anaknya.

Gue satu sekolah sama Indri cuma 3 tahun. Dari kelas 1 sd sampe kelas 3 sd. Setelah itu, gue pindah rumah dan pindah sekolah. Sedih? Gak juga. Soalnya Indri tetep sering nginep pas ujian walaupun kita beda sekolah :))

Sampai akhirnya kelas 5 sd, gue pindah kerumah gue yang ini, ke Tangerang. Dia sempet main dan nginep waktu awal-awal gue pindah. Tapi setelah itu…… kami lost contact :(( sampai sekarang :'((

Kangen sosok dia banget :(( gue gak pernah ketemu sama sahabat kaya dia lagi. Dia gak cuma sahabat, dia udah kaya kakak gue banget. Kemana-mana digandeng, ditemenin, pokoknya kemana-mana sama dia. Gue juga sempet ikut dia pulang kampung. Kami emang beda 1 tahun, lebih tua dia. Dan dia emang lebih dewasa. Selama kami sahabatan bertahun-tahun, kami gak pernah berantem, gak pernah ngerasa awkward

Sekarang? Gak ada yang bisa berperan kaya dia. Ya, gue paham kok kalau setiap orang itu punya watak yang beda-beda, kelebihan sama kekurangannya juga beda-beda. Gue gak bisa maksain siapapun jadi kaya Indri, dan emang gak ada yang bisa kaya dia. Tapi… sekarang gue gak pernah ngerasa punya sahabat. Serius....

Jujur, temen gue emang banyak. Yang "ngaku" sahabat gue juga banyak. Tapi gue sadar, sahabat tuh gak kaya gitu. Entah salah dimananya. Mungkin gue yang gak bisa jadi sahabat yang baik buat "mereka" yang selalu akuin gue "Sahabat"nya. 

Yang selalu ada buat gue sekarang tuh cuma Ibu sama Masil. Mereka yang selalu ngertiin apapun tanpa gue harus ngomong. Mereka yang tau gue butuh apa tanpa gue minta. Yang lain? Hh.... Makanya, tiap lagi cuek-cuekan sama Ibu atau Masil, gue ngerasa kosong banget :((

Kangen Indri!!!!! Kangen banget :'(((

Entah dimana pun lu berada sekarang. Gue selalu berdoa sama Allah. Semoga lu baik-baik aja, semoga lu sehat selalu, semoga keluarga lu bahagia terus. Dan semoga, suatu saat nanti kita bisa ketemu lagi. Bisa sahabatan lagi. Kalau gue inget lu tuh, pasti nangis :'(( kangen!!!

Sekarang gak ada yang kaya lu, Ndri! Gak ada yang bisa ngertiin gue kaya lu. Lu gak pernah ngomong suatu hal yang bikin gue sakit hati. Kalau sekarang? Gue selalu ngerasa sakit hati sama omongan orang-orang yang ngakunya sahabat. Gak tau mereka sadar atau enggak :((

Mungkin mereka kira, selama gue ketawa, gue selalu "fine" sama kata-kata mereka. Padahal gak gitu :'(( Gue selalu ngerasa sepi walaupun mereka liat gue ketawa. Mungkin, mereka liat gue tuh, gue yang gak ada beban, gue yang selalu ketawa, tapi mereka gak pernah tau apa yang gue lakuin kalau gue lagi sendiri dikamar. Sepi! Rasanya hampa banget. Kosong! :'((

Gue selalu iri liat ade kelas SMP gue yang sahabatan ber-6 sampe sekarang. Atau liat temen sekelasnya Masil yang selalu berdua, bahkan kuliah dan selalu sekelas. Gue mau sama lu lagi, Ndri!! Kemana-mana sama lu lagi. Hangout bareng, becanda bareng, ngelakuin "stupid-moment" bareng-bareng. 

Gue harap, lu masih inget gue dan simpen harapan yang sama; kita bisa ketemu lagi. Sahabatan lagi. Gue punya sejuta cerita buat lu. Lu juga kan pasti? 


Gue, Ofi. Kangen banget sama lu, Ndri!


Whatever you're, I miss you so badly!
Indri, the best friend ever I had!
Share:

Rabu, 19 Februari 2014

Today! February, 19th 2014 <3

Assalamu'alaikum…

Hari ini harusnya Obscura. Yap! Kegiatan rutin UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Photography di kampus gue. Tapi karna jadwal kuliah gue cm ada kelas sampe jam 12.00 dan Obscura mulai jam 17.00, gue dijemput Ibu buat pulang dulu, dan bakalan dianter kekampus lagi sorenya. Tapiiiiiii… ternyata Ayah kerja, dan doi bawa mobil :(( terus aku ke kampus'e piye? :(( gak ada yang anter :((

Untuk kesekian kalinya gue izin gak ikut kelas Obscura. Huft! Padahal, semalem Masil udah janji mau jemput pulang Obscura. Karna emang udah malem, gue pun kangen, dan kebetulan jam pulang gue sama kaya jam pulangnya dia. Sempet sebel! Udah kangen banget terus gak jadi ketemu itu rasanya <///////3 :((

Akhirnya gue sms dia "aku gak jadi obscura:( padahal kan pulangnya mau dijemput kamu. Gak jadi ketemu deh. Akunya udah kangen bgt!:((((" 
Dan dia bilang kalo dia mau kesini, tapi gak enak kalo terlalu malem. Gue cerita aja ke Ibu kalo Masil sebenernya mau kesini, tapi gak enak karna terlalu malem. Ibu malah bilang "loh, kalo mau kesini ya kesini aja loh. Gapapa. Bilang ibu yang nyuruh kesini gitu"
Gue bilang kan kalo Ibu ngebolehin dia kesini. Finally, we're meet up!!! Aaaakh<3

Dia izin pulang jam 7, dan sampe sini jam 8 malem. Terus dia langsung masuk kerumah buat sholat isya'. Gue gak merhatiin dia. Pas selesai sholat, gue baru liat kalo matanya merah banget :( 
Gue bilang kan "mata kamu merah banget"
Terus dia bilang "iya, aku belum tidur dari semalem hehe"

Sedikit flashback yaa…
Jadi semalem gue bbm-an sama dia sampe jam 3 pagi. Saking kangennya :((
Terus jam 3 gue tidur karna inget kalo besoknya gue kuliah pagi. Dan Masil lanjut nonton bola sampe jam setengah 5. Jam setengah 5 sampe jam 6-an dia tidur. Dan belum tidur lagi sampe sekarang. Gue merasa bersalah :((
Dia bela-belain tahan ngantuknya cuma buat kerumah gue. Padahal, jarak dari tempat kerjanya kesini jauh. Lawan arah juga sama jalan pulang kerumahnya, jauhan rumah gue malah. Tapi dia rela karna gue bilang "kangen" :((

Gue sempet nyuruh dia buat tidur sebentar tapi dia gak mau. Takut gak bisa dibangunin katanya. Duh, kasian:((

Tapi, gue juga seneng. Seneng banget malah. Dia bela-belain segitunya buat ketemu doang. Padahal terakhir ketemu tuh 4 hari yang lalu. Gak lama juga kan-_-

Jadi inget waktu kemarin Family Gathering sama BMC (Bismania Community) Banten ke Tangkuban Perahu. Gue jg gak tidur semaleman karna bikinin snack buat acara FamGath itu. Dan paginya, gue langsung ikut Masil FamGath, nemenin dia seharian. Sampe mata gue kaya mata panda karna kurang tidur. Dia sempet bilang "kamu gak usah ikut deh. Kamu capek tau. Nanti sakit" tapi gue tetep mau ikut karna gue pikir, kapan lagi bisa nemenin dia? Mumpung dibolehin juga sm Ibu. Akhirnya, seharian itu gue nemenin Masil. Gue seneng walaupun capek. 
Dan sehari setelah itu, dia bilang ke gue "makasih ya udah nemenin aku seharian. Nemenin aku jalan, nemenin aku main futsal. Aku seneeeeng bgt! Walaupun kamu capek, kamu tetep mau nemenin aku :))" duh… <3

Ternyata, berkorban buat nyenengin orang lain itu rasanya bahagia banget. Gak salah emang kalo "kita bakalan bahagia, ketika liat orang yang kita sayang itu bahagia" itu bukan kata-kata munafik kalau ditempatin dikondisi yang tepat. Kaya gue sama Masil misalnya :))

Udahan dulu deh curhatnya. Udah malem.
Hooaaam.....
Good Night, peoples! Have a sweet dream! :)) <3
Share:

Minggu, 16 Februari 2014

Trip to Sawarna with ObscuraTWL

Assalamu'alaykuuuuummmm...

Alhamdulillah, masih dikasih kesempatan buat perbaiki diri. Masih dikasih kesempatan buat "mengurangi" dosa hihi

11-02-2014
Ditanggal itu, gue galaaaauuu banget. Gara-gara Masil? Bukaaan. Gara-gara makrab. Orang tua gue tiba-tiba bilang "besok jadi berangkat makrab?" Ya pasti gue jawab "ya jadilah, Yah. Kan udah bayar. Ragu sih. Tapi mau tetep berangkat"
Terus Ayah bilang "ragu? Kalo ragu gak usahlah. Buang 420rb asal kamu gak kenapa-napa ya gapapa" 
Gue pun langsung tanya "emang kenapa aku tiba-tiba gak boleh ikut? Bukannya kemarin baik-baik aja?"
Terus Ibu cerita, kalau 3 hari yang lalu dia mimpi "gak enak", dia mimpi giginya copot. Dan arti dari mimpi itu sendiri, kita akan kehilangan anak atau orang tua. Sedangkan orang tua Ibu gue udah gak ada semua, dan yang mau pergi jauh dikeluarga kami ya cuma gue.
Terus pas Ibu lagi cerita, tiba-tiba ada cicak jatuhin dia dan sempet cakar pipi juga. Dan itu pas banget adzan maghrib.
Dan memang makrab kali ini berangkat malem, jam 7-an dari kampus. Padahal, dari cerita temen-temen yang udah kesana, jalanan ke Sawarna itu terjal, rusak, jelek deh pokoknya. Masih rawan begal sama kecelakaan. Gue makin parno-_-

Akhirnya gue cerita sama Masil. Sms-an sm dia aja isinya cuma ":'(" doang. Berasa lagi lomba sms sedih hahaha.
Dan akhirnya, Masil bilang "malem ini, kamu coba sholat tahajud. Minta sama Allah buat dikasih petunjuk. Jangan sedih terus. Kamu malah jadi makin bingung, aku juga bingung" 
Dan akhirnya, malam itu gue sholat tahajud. Dengan harapan, kalau besok pagi gue bangun dengan tenang.

12-2-2014
Paginyaaa, Alhamdulillah gue bangun dengan tenang. 
Ternyata saran Masil itu berguna banget. Entah udah sekian kalinya gue selalu bersyukur punya pacar kaya dia. 

Dan akhirnya, Gue bilang ke Ibu kalau gue udah gak parno. Gue juga bilang gini "mungkin mimpi itu bisa jadi tanda yang Allah kasih. Tapi, Ibu sendiri kan yang pernah bilang kalau kita percaya sama mimpi atau mitos yang lainnya, itu sama dengan kita musyrik kecil. Aku tetep berangkat ya? Aku yakin, Allah sama aku. Dia yang jaga aku dan selalu lindungin aku. Sebelum berangkat, aku sholat Safar dulu deh, aku jg gak akan tidur di Bus. Aku banyakin dzikir. Ibu percaya sama kuasa Allah kan?"
Dan Ibu gue ngangguk. Dia bolehin gue buat ikut.

Tapiii… pas udah sampe kampus, gue deg-deg-an, gue takut. Takut dijalan ada apa-apa. Akhirnya, gue coba buat tenang dan coba buat dzikir.

Awal perjalanan, gue abisin buat curhat sama Ajeng. Kita omongin apa aja yang kita mau omongin. Se-mu-a-nya!! Sampe akhirnya dia ngantuk dan dia, Zzzzzzzzzz-_- tidor. Gue tengok belakang, Merry, Noora, sama Janice udah tidur, Ajeng jg molor. Gue liat kedepan, semuanya tidur, nnngggg kecuali supir wkwk. Gue? Sendirian~ 
Gue coba buat terus dzikir. Dan inget kalo belum sholat isya'-_- Bus gak akan berenti lagi karna kanan kiri hutan dan Bus udah gujlak-gujluk goyang kanan-kiri gara-gara jalan rusak. Gak mungkin ada masjid dan gak akan berenti karna udah pada tidur. Dan akhirnya…… gue sholat dibus-_- goyang-goyang sih, tapi gapapa deh, daripada gak sholat terus gue parno?

Gue coba buat tetep melek. Sesekali ketiduran, tapi langsung bangun pas Bus-nya goyang-_- Sawarna jauh bangetz meeeen. Udah subuh tapi belum sampe jugak-___-

Singkat cerita, kita sampe sekitar jam 6-an. Turun dari bus, dan kita langsung on the way ke homestay. Daaan… lewatin jembatan gantung. Asli ini serem banget :(( secara gue takut tinggi gitu :(( 
Abis dari jembatan gantung, kita jalan ke homestay kira-kira 500m. Lumayan-_-
Sampai homestay, kita istirahat. Gak tidur sih, cuma istirahat sambil ngobrol-ngobrol aja.

Ini homestay kitaa:

Ucul ya? Bambu-bambu gitchu. 1 kamar isinya 5 orang. Tapi gue cuma berempat hoho :3

Setelah ituu, kita ke Goa Lalay dan melewati 2 jembatan gantung-_-

Skip aja yaa cerita gue disana. Intinya seruuuu bangetz. Walaupun ada beberapa kendala, yaa wajar ajalah, yg buat acara kan manusia yg gak luput dari salah *eaak hahaha

Intinyaaaa, gue bisa ilangin rasa takut dan parno gue. Dan Alhamdulillah-nya, gue tetep disini, masih sama orang-orang yang sayang sama gue. Masih bisa ketemu Ayah, Ibu, kakak & ade-ade gue, sm Masil. Dan masih bisa memperbaiki diri biar bisa jadi hamba yang baik :'))
Seneng! Gue juga sekarang makin yakin kalau Allah selalu lindungin gue :))
Thank God! <3

Thanks to:
- Allah yang selalu lindungin gue.
- Ayah & Ibu yang selalu doain dan percaya sama gue.
- Masil yang senantiasa sayang dan support gue apapun, dan selalu bisa bikin tenang & kasih saran terbaik buat gue.
- bongil (bocah tengil) dari TKJ3 yang doain dan mau dengerin cerita gue di group WA.
- dan terakhir, buat semua temen-temen ObscuraTWL. Seneng bisa jadi bagian dari kalian :))

Pembelajaran dari pengalaman gue yang ini adalah:
Kalau kita yakin, pasti kita beruntung. Kaya kata Pak Mario Teguh, "keberuntungan 100% ada ditangan kita. Caranya, dengan menanamkan keyakinan didalam diri sendiri". Dan kita harus selalu yakin kalau Tuhan gak akan ninggalin kita sendiri. Dia lebih dekat dari urat nadi dileher kita. Bahkan gak hanya dekat, Dia pun menatap kita :))

Okaay, syudah malam. Besok kuliah lagii. Liburannya udah abis. Sooooo, yuks obo~

Tapiii, belum telat buat ngucapin…
Happy Sunny Day, Fellas. May Allah bless you all:*<3

Sumber foto:
Twitter: @ObscuraTWL
Share:

Senin, 10 Februari 2014

LDR (Long Distance Relationship) by Raisa


Ku teringat dalam lamunan
Rasa sentuhan jemari tanganmu
Ku teringat walau telah pudar
Suara tawamu, sunguh ku rindu

Tanpamu, langit tak berbintang
Tanpamu, Hampa yang ku rasa

Seandainya, jarak tiada berarti
Akan ku arungi ruang dan waktu, dalam sekejap saja
Seandainya, sang waktu dapat menerti
Tak kan ada rindu yang trus mengganggu
Kau akan kembali, bersamakuu

Ku teringat walau telah pudar
Suara tawamu, sungguh ku rindu

Tanpamu, langit tak berbintang
Tanpamu, hampa yang ku rasa

 Seandainya, jarak tiada berarti
Akakn ku arungi ruang dan waktu, dalam sekejap saja
Seandainya, sang waktu dapat mengerti
Tak kan ada rindu yang trus mengganggu
Kau akan kembali, bersamakuu

Terbit dan tenggelamnya matahari
Membawamu lebih dekat

Denganmu, langitku berbintang
Denganmu, sempurna ku rasa

Seandainya, jarak tiada berarti
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja
Seandainya, sang waktu dapat mengerti
Tak kan ada rindu yangtrus menggangu
Kau akan kembali, bersamakuu

Seandainya, jarak tiada berarti
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja
Seandainya, sang waktu dapat mengerti
Tak kan ada rindu yang trus mengganggu
Kau akan kembali, bersamakuu
Share:

Marry Your Daughter by Brian McKnight



Sir, I'm a bit nervous
About being here today

Still not real sure what I'm going to say

So bare with me please
If I take up too much of your time. 
See in this box is a ring for your oldest.
She's my everything and all that I know is
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Cause very soon I'm hoping that I... 

Can marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'til the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
When she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter

She's been here every step
Since the day that we met 
(I'm scared to death to think of what would happen if she ever left)
So don't you ever worry about me ever treating her bad
I've got most of my vows done so far
(So bring on the better or worse)
And 'til death do us part
There's no doubt in my mind
It's time
I'm ready to start
I swear to you with all of my heart... 

I'm gonna marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'til the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
As she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter

The first time I saw her
I swear I knew that I'd say I do

I'm gonna marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'till the day that I die
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
As she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter
Share:

Jumat, 31 Januari 2014

True Love Story❤️❤️

Udah lama gak posting :3
Kali ini, postingan gue lebih ke curhat~ 

Sebelumnya gue mau kasih cerita nih.
Tadi siang gue nemu picture di twitter. Nih pict-nya: 


Yap! Kisah Dinar Alam dan Nadya Azzahra. True Love Story banget :"3

Dari cerita ini gue belajar sesuatu. Ya, rasa Syukur. 
Bersyukur karena gue masih disini sama orang-orang yang gue sayang. Gue masih bisa liat mereka ketawa, gue masih bisa liat senyum mereka, setidaknya masih ada kesempatan buat gue untuk bikin orang-orang yang gue sayang itu bahagia.
Kalau udah kaya Dinar sama Nadya yang kepisah sama dua dunia yang beda, gue gak bisa ngabayangin gimana jadinya. Karena selama ini, gue selalu ada dideket orang yang gue sayang, dan gak mau kepisah dengan alasan apapun. Kalau gue ada diposisi Dinar, mungkin gue gak akan sekuat dia, gak akan setegar itu. Kalau kangen gak bisa ketemu, paling cuma bisa liat foto sama history chat aja. Itu sedih banget, Sob :(

Selama ini, kalau gue kangen sama pacar atau siapapun, gue selalu ngeluh. "Kenapa gini?", "Kenapa jauh banget", atau "kenapa mau ketemu aja susah?". Gue lupa, setidaknya kita masih bisa komunikasi. Entah telpon atau sekedar sms. Ini cuma jarak yang masih bisa ditempuh, kan?

Gue nemu kisah ini pas banget lagi mellow karna kangen. Sempet terharu sama Dinar yang selalu nge-tweet dan mention ke Nadya. Nih gue kasih capturenya, perhatiin tanggalnya ya? Nadya meninggal tgl 22 Maret 2013:




















Dan ini, waktu Nadya ulang tahun tanggal 31 Maret lalu:



Beruntung Nadya punya Dinar yang gak pernah lupa sama dia. Mungkin, kalau diliat dari semua tweet & path-nya, Dinar selalu inget sama Nadya. Bahkan, tiap tanggal 20, Dinar selalu dateng ke makam Nadya, buat berdoa & "jenguk" atau sekedar cerita. 
Dan hebatnya, Dinar gak nunjukin kalau dia sedih. Dia tegar banget :"3
Dinar juga pernah dimimpiin Nadya, dimimpi itu intinya Nadya bilang, "kenapa sedih terus sih? Jangan kaya gini terus dong", Nadya bilang gitu sambil pegang tangan Dinar. Ini gue tau dari mentionnya Dinar sama temennya. Kakaknya Nadya juga sering banget mimpiin Nadya, Nadya pernah bilang "kenapa semuanya sedih? Aku gapapa kok. Aku seneng disini, seneng banget malah". Kalau ini gue tau dari ask.fm kakaknya sendiri.

Disini, gue banyak belajar, selain rasa syukur.
Guys, jaga orang yang lu sayang. Jangan tinggalin dia, apalagi waktu sakit atau lagi terpuruk :") walaupun dia mungkin diem dan gak minta untuk ditemenin, percaya deh, dia butuh lu! Mungkin dia gak bilang takut kalau lu lagi sibuk atau mungkin gak mau liat lu khawatir *inicurhatbgt*
Jaga orang-orang yang masih bisa lu liat sekarang. Jangan disia-siain, apalagi disakitin. Jangan sampai akhirnya lu nyesel kalau nantinya dia "pulang" lebih dulu :") toh, kita gak tau kapan kita "pulang" kan?


Sekian ya...
Semoga bermanfaat. 
Inget, jaga baik-baik orang yang sekarang selalu bikin lu senyum! Jangan disia-siain dan jangan disakitin! 
Cerita ini nyata! Bisa buktiin sendiri kok :")  
Makasih udah baca, daaaannnn…… Selamat Hari Jumat!☺️❤️

Bonus:
Ini Nadya, cantik ya :3



Sumber:
ask.fm, twitter, & ig:
Dinar: @dinaralam
Nadya: @nadyanacil
Share:

Rabu, 02 Oktober 2013

Pernikahan Dini??


Assalamu'alaykum~

Ada yang request bahas soal "Pernikahan Dini" nih hehe...
Langsung aja yaaaaa.....

Banyak yang sering tanya "mau rencana menikah umur berapa?"
Hmmm, gak pernah mikirin sih diumur berapa, yang jelas mau secepatnya! Kalo bisa besok :3 hahahaha

Ini serius. Gue gak pernah main-main kalo ngomongin soal "pernikahan". Kalau boleh jujur, ada rasa "iri" tiap ada temen yang bisa lebih dulu melangkah kejenjang itu. Guys, pernikahan emang hal yang serius. Tapi, bukan berarti mereka yang nikah muda itu MBA atau cuma anak-anak nakal aja. Please, jangan punya pikiran dangkal! Picik banget kalau langsung judge mereka kaya gitu. Astaghfirullah.. Fyi aja, pernikahan dini itu salah satu Sunnah Nabi.



"Perempuan yang baik, pasti selalu merindukan pernikahan" ini kutipan salah satu acc twitter hijab gitu.

Buat gue pribadi, setelah sering-sering browser & baca-baca materi soal rohani di google & twitter, gue lebih terbuka soal ini. Pernikahan dini itu gak salah kok. Kenapa? 
1. Istiqamah. Setelah menikah adalah waktu yang tepat buat perempuan istiqamah. Banyak banget pahala yang bisa diambil. Semua hal yang si Perempuan ini lakuin ikhlas untuk suami yang dinikahinya karena Allah, ada pahala yang tersimpan disana. Contoh kecil: ambil air minum aja dapet pahala, coba pacaran? Hmm
2. Dijauhi dari fitnah. Kalau udah nikah, gak akan ada fitnah kalau mau kemana-mana. Bebas kok, toh udah halal. Gak akan ada omongan negatif dari sana-sini.
3. Ibu gue pernah bilang "seseorang bisa nabung banyak pahala setelah mereka menikah, tapi banyak nabung dosa sebelum mereka menikah" 

Jadi, pernikahan dini itu wajar, asal dilihat niatnya dulu. Soal iklan yang di TV itu? KB?
"Pesan Rasulullah kepada wanita penghuni surga: Ingatlah, aku telah memberi tahu tentang istri-istri kalian yang akan menjadi penghuni surga. Yaitu yang penyayang, banyak anak, dan banyak memberika manfaat kepada suaminya, yang jika ia menyakiti atau disakiti, ia segara datang hingga berada dipelukan suaminya. Kemudian berkata 'Demi Allah, aku tidak bisa memejamkan mata hingga engkau meridhaiku' [HR. Baihaqi]"
Cukup jelaskah? Allah tidak akan menciptakan, jika Dia gak kasih "tempat". Allah gak akan menghambat rezekimu kalau kalian banyak anak, contoh Ayah gue. Pedidikan tamatan STM Elektro, tapi beliau mampu membiayai ke-7 anaknya, apalagi 2 orang diantaranya udah masuk ke jenjang perkuliahan yang biayanya gak sedikit. Udahlah, percaya sama Dia yang punya kehendak. Allah gak akan mempersulit hidup Hamba-Nya yang taat. Percaya!! Ini udah dialami sendiri sama keluarga gue soalnya.

Balik lagi kesoal pernikahan dini.
Contoh lagi nih, Sarah Gumelar. Menikah sama seorang laki-laki berusia 23 tahun pada bulan Mei tahun 2013 ini. Dan Sarah masih berumur 18 tahun. Coba kalian search aja di google, atau search di Instagramnya Sarah. Subhanallah, bisa jadi inspirasi buat wanita muslim lainnya.
Contoh lagi? Liat Dian Pelangi. Kak Dian yang sukses jadi Fashion Designer. Dia nikah diumur 19 tahun. Tapi sama sekali gak menghambat kariernya yang udah ditahap Internasional.

Tapi, pernikahan dini juga gak segampang membalikan telapak tangan. Kalau mau menikah harus siap segalanya. Mental & materi yang paling penting.
Apalagi materi. Kalau si Laki-laki gak ada pekerjaan atau belum merasa mampu menghidupi calon istrinya, ya mana bisa. Mau makan apa nanti? 
Soal mental juga. Selama pacaran, satu sama lain pasti menutupi apa yang jelek dari dirinya kan? Tapi gak juga sih, tergantung pasangan itu. Ya walaupun lebih banyakan kaya gitu *halah*. Jadi waktu udah menikah, mereka harus bisa saling terima, harus bisa saling mengisi. Ingat, Allah gak pernah menciptakan manusia yang sempurna. Pasti ada kekurangan dan kelebihan dari masing-masing manusia. Kenapa manusia diciptakan berpasang-pasangan? Biar mereka bisa saling mengisi kekurangan mereka hingga menjadi sempurna.  

Ini kalau diterusin bisa gak kelar-kelar. Soalnya apapun yang berkaitan sama hukum agama itu gak akan ada abisnya. Jadi, udahan dulu ya? Kalau mau tanya, nambahin atau koreksi kesalahan, kritik atau saran, monggo comment aja. Insya Allah yang nanya bisa dijawab kalau ilmunya sampe.

*note:
Guys, jangan judge apapun yang gue tulis ya? Disini gak ada kesan menggurui atau sok tau kok. Toh gue pun belum bener dan masih harus banyak belajar. Kalau mau kritik atau saran ya silahkan comment aja. Gue pun masih pacaran, dan belum siap materi untuk kejenjang lanjut karena masih sama-sama nabung dan kuliah. Tapi, disini niatnya cuma mau share apa yang gue tau. Gue banyak belajar dari acc twitter & nasihat-nasihat Ibu gue. Selebihnya, gue pun gak tau apa-apa. Sekali lagi, gue masih belajar. Makasih pengertiannya. Thank you for reading!❤
Share:

Jumat, 13 September 2013

Aku dan Bundadariku❤

Assalamu'alaykum...
Selamat hari Jum'at!!!!!

Ada yang pernah nanya gini ke gue.
"Fi, lu 'anak Mami' ya? Tiap update tweet, status, atau posting blog selalu aja ada 'kata Ibu'"
Gue cuma ketawa sih hahahaha..

Jadi gini loooohhh. Gue itu deket banget sama nyokap. Dari kecil, nyokap udah membiasakan gue buat selalu cerita apapun ke dia. Gak heran, kalau tiap gue abis pergi, sampe rumah gue langsung ngikutin nyokap sambil cerita panjang lebar. Gak cuma itu, tiap gue ada masalah, gue selalu cerita dan minta saran sama nyokap.

Buat gue, deket sama Ibu itu penting. Kebukti toh! Dia yang tau makanan kesukaan gue, dia yang tau gue sakit tanpa gue ngeluh, dia yang tau gue lagi sedih walaupun gue gak nangis, dia tau semua. Dan yang paling penting, dia gak pernah ninggalin gue!

Ibu itu sahabat paling setia buat gue. Dia selalu ada waktu gue butuhin. Dia juga selalu siap dengerin apapun keluhan gue. Dia yang selalu kasih saran positif buat gue. 

Ada satu cerita nih:
Dulu, gue sebel banget sama satu temen cewe gue. Bahkan mungkin benci. Benci banget. Tiap denger namanya disebut aja rasanya udah emosi banget. Kenapa gue bisa sebenci itu? Gak mungkin kan gue benci sama orang tanpa alasan?
Dulu, dia itu 'gebetan' Ilham (Pacar gue). Mereka udah hampir jadian. Tapi Ilham keburu ilfeel karena si cewe ini suka tebar pesona. Singkat cerita, setelah gue jadian sama Ilham, banyak temennya yang bilang kalau si cewe ini tetep genit sama ilham. Suka deket-deket lebay gitu. Sempet gue tahan. Coba buat sabar. Toh, Ilham gak ngerespon dia. Nah, kasus terakhir yang bikin gue benci sama dia. Dia fitnah gue. Dia bilang kesemua temennya kalo gue sama Oddy (kakak gue) bukan adik-kakak sekandung. Denger kabar kaya gini, gue langsung nangis. Ya ampun, salah gue apa? Apa karena Ilham? Toh dia pun udah punya pacar. Kenapa segitunya? 
Saking emosinya, gue update status facebook buat dia, dan gue maki-maki pake kata-kata yang gak pantes, deh! Sampe gue juga maki-maki dia setiap kali dia update status. Waktu itu, setan emang udah kuasain hati gue.
Gak tau gimana ceritanya, nyokap bisa tau. Dia gak marah, cuma nasehatin. Tapi cukup nyentuh. Dia bilang:
"Ibu baca status facebook kamu. Kenapa sampai kaya gitu?" Setelah gue cerita semua, nyokap bilang:
"Jangan rusak semua akhlaqmu cuma karena 1 orang yang 'sok tau' sama hidupmu. Buang-buang waktu. Kata-kata itu gak pantes diucapin perempuan. Ibu tau awalnya dia yang salah. Fitnah kamu sama kakakmu. Tapi caranya gak gitu. Kamu kaya bukan Ofi yang Ibu kenal. Sekarang hapus statusnya, terus minta maaf sama dia. Mungkin dia khilaf. Dia manusia, Fi. Sama kaya kamu & Ibu. Masing-masing dari kita pasti pernah salah kan? Minta maaf duluan itu gak ada salahnya, walaupun Ibu tau bukan kamu yang salah. Jangan kotori hati sama penyakit hati"
Ada sedikit airmata disana. Hhhh, waktu itu gue beneran bingung harus gimana. Yang gue lakuin pertama cuma hapus status gue itu. Dan gue coba message dia buat minta maaf. Tapi, jujur maaf yang keluar waktu itu karena Ibu. Bukan bener-bener maaf. Masih ada titik benci yang gue simpen.

Tapi, sebelum Ramadhan kemarin. Gue sempet cari nomer hp-nya, dan gue coba sms dia. Gue minta maaf. Dan kali ini, gue tulus. Setelah itu, lega rasanya. Sekarang malah suka sms buat sekedar jaga tali silaturahim aja hehe

Gue juga pernah sharing keinginan gue buat nikah muda. Ibu cuma bilang "iya sih. Kita bisa ambil pahala banyak sewaktu udah menikah. Dan pasti banyak dosa ketika kita belum menikah. Kehindar dari fitnah & bisa sepenuhnya istiqomah kan? Tapi tunggu Ilham mapan dulu! Hehe"
Pokoknya banyak deeehhh! Ibu yang tau gimana gue. Ibu yang tau apa yang gue rasa tiap detiknya.

Waktu akhir liburan semester 2 kemarin, Ibu sempet bilang "sebentar lagi kamu masuk kuliah ya? Yah, sepi lagi deh. Pasti jadi susah cerita-cerita lagi" ya ampun :')

Gue sama nyokap emang terlalu banyak abisin waktu berdua. Kaya makan es pisang ijo & bakso berdua, belanja berdua, ketawa-ketawa dijalan berdua, pokoknya serba berdua.

Doa gue, semoga gue bisa nemenin Ibu sampe kapanpun. Tetep bisa bercanda bareng. Dan semoga, Ibu selalu dikasih sehat & panjang umur sama Allah. Gak bisa ngebayangin kalau gak ada Ibu itu gimana. Dia itu Ibu + sahabat buat gue. 

Love you, Bu! :'):*{}❤
Share:

Senin, 09 September 2013

Jilbabmu melindungimu~

Halloooo~
Angkat tangan yang setia sama kain penutup mahkota indahnyaaaaaaa!!!!! Hap hap hap!

Pernah ada yang nanya gue di ask.fm (ofitritiaraaw, sekalian promo haha) kaya gini:
Penanya: kak, kenapa sih lo pake jilbab?
Gue : karena gue perempuan
Penanya: emang kalo perempuan harus pake jilbab?
Gue: harus! Pake jilbab itu kewajiban, bukan pilihan
Penanya: tapi kenapa temen-temen kakak masih banyak yang gak pake jilbab?
Gue: katanya sih "belum siap"

Karena pertanyaan ini, gue jadi pengen banget posting, gimana awalnya gue bisa setia sama jilbab gue ini.

Awal gue pake jilbab itu kelas 1 SMP. Alasan utama, karena gue sekolah di SMP Islam Terpadu. Dulu, waktu awal-awal sih sama aja kaya ABG kebanyakan. Ya cuma sekolah aja pake jilbab, kalo pergi sama temen atau keluarga, tetep lepas. Sampai akhirnya gue disindir sama Ibu. Dia bilang, "liat tuh temen kamu yang main kesini. Cantik-cantik ya. Anggun banget mereka yang setia sama jilbabnya. Kamu gak malu? Jangan sampai digolongin sama orang-orang yang munafik ya, Sayang"
Sindiran Ibu ini halus, tapi langsung kehati, nusuk jantung juga._.

Setelah Ibu ngomong kaya gitu, gue diem. Mikir keras. Gue munafik banget. Didepan guru sok alim, sok manis, sok ber-akhlaq. Tapi diluar? Dulu gue emang tomboy sih. Jadi menurut gue, jilbab itu cuma buat cewe yang beneran cewe (ini apa maksud-_-)

Akhirnya, sejak sindiran halus sang Ibu, gue pake jilbab kemanapun. Masih belum terbiasa, apalagi sama peraturan sekolah yang mengharuskan siwsinya pakai celana training buat daleman dan dilapisi sama rok, jilbab panjang, ah… pokoknya panas. 

Fyi, sekolah SMP gue ini berbasis pondok. Masuk jam 7.15 pulang ba'da Ashar. Ada pelajaran Muhadoroh (pidato dalam 3 bahasa), Tahsin&Tahfidz (menghafal Al-Qur'an), dan kewajiban sholat Dhuha. Ada lagi nih, kelas putra sama putri dipisah, gak boleh ngobrol sama yang bukan mahram kalau bukan soal OSIS ataupun urusan sekolah lainnya, dan diwajibkan hafal Juz 30, kalau gak hafal, ya gak lulus-_-

Tapi setelah sekian lama berjilbab, lama-lama merasa lebih nyaman. Pernah lepas jilbab sewaktu mudik ke Surabaya. Dan gue merasa banyak yang liatin gue dengan pandangan sinis. Gak enak deh pokoknya. Makin kesini, gue makin sadar. Jilbab itu gak nyiksa, kok. Justru melindungi. Melindungi apa? 
  1. Sinar UV yang makin hari makin jahat buat kulit kita.
  2. Melindungi dari godaan-godaan orang jahat. Sebenernya, pelecehan seksual yang sering terjadi, bukan 100% salah kaum Laki-laki. Coba aja liat Cewe jama sekarang, baju serba mini, jalan lenggak-lenggok, pakai aksesoris yang ber-tabarujj atau mengundang perhatian kaum Adam. Selain dosa, itu juga bahaya buat mereka sendiri. Sayangnya masih banyak yang gak sadar. 

Jilbab itu sederhana, anggun, cantik. Kenapa masih ragu? Padahal, ini perintah langsung dari Allah. Jangan ngaku taat kalau masih umbar aurat. Fyi, satu langkah kalian keluar rumah tanpa menutup aurat, sama aja kalian menyumbang 1 langkah ayah kalian buat masuk ke liang Neraka, Na'udzubillah.

Takut dibilang kuno? Gak pantes? Nutupin kecantikan? Susah dapet kerja?
  1. Kuno? Gapapa dibilang kuno. Didunia kalian kuno, diakhirat kalian kok yang bersinar.
  2. Gak pantes? Setau gue, semua perempuan pantes pake jilbab. Malah lebih cantik. 
  3. Nutupin kecantikan? Guys, laki-laki yang baik, gak akan liat kulit kalian. Gak liat outer beauty kalian. Tapi inner beauty yg diliat. Karena kecantikan dari dalam itu bisa terpancar keluar. Apalagi kalo udah senyum ikhlas, bukan senyum menggoda ya-_-
  4. Susah dapet kerja? Allah gak akan menutup rezeki kalian selagi kalian berusaha & berdoa. Lagian, ini perintah Allah, masa Allah gak kasih apa yang hamba-Nya mau? Apalagi kalau hamba-Nya udah taat. Pasti dikasih.

- tapi kan, mahkota perempuan ada dirambutnya?
+ mahkotamu lebih baik ditutupi kan, guys? Gak sembarang orang yang bisa liat.

Kalau kalian wanita muslim yang mengerti, kalian harusnya bersyukur. Kenapa? Karena kalian dilindungi, dimuliakan, dihargai sama agama kalian. Coba dipikir! Buka aurat justru banyak mudharatnya, guys!

Oiya, kalau kalian kenal sama perempuan berjilbab tapi gak mencerminkan muslimah yang baik, jangan di-judge. Berjilbab dan bersikap itu dua hal yang berbeda. Kami berjilbab karena kami sadar, itu perintah dan kewajiban seorang wanita muslim. Tapi bersikap? Bersikap itu masalah akhlaq. Wanita berjilbab, belum tentu baik akhlaq.

Sering banget baca dijejarin sosial kata-kata kaya gini:
"Lo tuh berjilbab, malu sama jilbab lo. Mending buka aja jilbabnya. Percuma berjilbab kalau kelakuan kaya gitu. Jangan kotori jilbab!"

Astaghfirullah. Setidaknya, seorang yang berjilbab melakukan maksiat, dia hanya memiliki 1 kesalahan. Tapi kalau gak berjilbab dan melakukan maksiat? Jadi 2 kesalahan kan? Lagi pula, cewe yang sholat, sedekah banyak, dan keliatan punya akhlaq baik, tapi gak berjilbab. Semua amalannya bisa terhapus cuma karena penutup kepala. Sepele sih, tapi apa rela kebaikan yang kalian lakukan itu kebuang sia-sia? 

Inget, guys! Wanita berjilbab memang belum tentu solehah, tapi wanita solehah pasti berjilbab! So, kenapa gak berusaha buat taat? 
Allah sayang sama kalian!
Wanita cantik itu umbar aura, bukan umbar aurat! Beda! :)

Note: gue posting kaya gini, gak merasa gue lebih baik kok. Cm mau share ilmu yang gue punya. Sorry kalo akhirnya jadi kaya "sok tau" atau "sok pinter". Ini cuma bagian dari syi'ar dan pengabdian gue sama agama aja. Gue jg bukan wanita solehah yang udah bisa jaga jilbab yang gue pake. Tapi setidaknya, gue tetep berusaha buat jadi wanita yang dicintai Allah. Barakallah buat readers yang bisa ambil positifnya tanpa judge penulisnya(gue)

Thanks for reading❤

Share:

Jumat, 26 Juli 2013

Romantis itu....

Menurut kalian, romantis itu apa sih?
Kali ini, gue bakalan bahas soal "romantis". Ini sih menurut pandangan gue & dari curhatan temen-temen gue aja sih hehehe :p

Sebagian wanita, selalu berharap punya laki-laki yang romantis. Gak tau sih romantis yang kaya gimana. Mungkin kaya yang di FTV kali ya :p

Biasanya, romantis itu digambarkan dari seorang yang sweet. Selalu ngelakuin hal yang gak diduga sama pasangannya. Entah berupa gombalan kata-kata atau perilaku. Tapi biasanya sih, romantis dalam pandangan umum yaa, kata-kata manis, pujian, bunga, coklat, cincin, candle-light-dinner, atau kejutan-kejutan kecil lainnya. 

Tapi kalo menurut pandangan gue, sih. Romantis itu seharusnya bukti dari kata "sayang" yang 'gak bisa dikasih kesiapapun. Misal kaya coklat, bunga, rayuan, atau yang lainnya, itukan bisa dikasih kesiapapun. Toh, kalau pasangan lo berkhianat misalnya, lo gak akan tau selama doi masih bersikap manis. Padahal, lo belum tentu tau dia bersikap kaya gitu cuma dikasih ke lo doang atau ke orang lain juga, kan? Hayooo....

Menurut gue siiihhh, romantis itu kesetiaan. Kesetiaan yang doi kasih cuma buat hubungan kalian. Romantis itu, terima apa adanya. Gak nuntut banyak atau minta ini itu. Romantis itu, perhatian, keperdulian, kepercayaan, dan sedikit kecemburuan buat bikin hubungannya makin gurih aja sih *halah*

Buat yang Cewe nih! Jangan gampang percaya sama cowo romantis. Kadang, selingi hubungan kalian sama hal-hal yang 'aneh' tapi bisa bikin kalian makin nyaman dan fun. Misalnya kaya, makan dipedagang kaki lima. Simple, tapi berkesan, sederhana, dan tetep bisa berdua. Gak sekedar gombalan yang biasa diperanin Artis-artis FTV itu-_-

Segitu aja yaa~
Semoga bermanfaat :D

Share:

Sabtu, 20 Juli 2013

Cinta Buta menutupi Matahati

Guys, lu boleh suka sama siapapun. Rasa suka, sayang, cinta, itu fitrah. Tapi, harus ada batasannya. Jangan jadi cinta buta yang nantinya bakalan tutup mata, hati, apalagi matahati. Na'udzubillah deh!

Misalnya kaya gini..
Ketika lu dikecewain beberapa kali sama orang yang lu suka, lu emang marah, tapi gak bisa marah-marah ke orang itu. Kalau cuma sekali sih gapapa ya, wajar. Tapi kalo dua kali, tiga kali, sampe berkali-kali, lu diinjek-injek namanya! Hellooo… sadar, Guys! Harga diri lu kemanaaaa? Dan stupid-nya lu cuma diem dan ngoceh-ngoceh ketemen atau sahabat lu. Muke gile-_- 
Lu boleh suka, boleh cinta. Tapi jangan jadi pengemis cinta! Ya kalau ujungnya dikasih sih gapapa, tapi kalau lu cuma dimanfaatin? Perjuangan? Helloooo… perjuangan gak gitu, Bro! Itu sih namanya lu dibego-begoin tapi lu gak sadar!! 
Dan parahnya lagi, ketika ada sahabat lu yang ngecewain lu, lu langsung ngomel-ngomel, sindir-sindir di sosmed. Padahal, sahabat lu itu yang selalu ngingetin lu tentang apapun. Harusnya lu bisa bedain, mana yang lebih sering bikin lu ketawa, dan mana yang lebih sering bikin lu kecewa. Udah terbiasa kecewa sama orang yang lu suka dan gak biasa dikecewain sahabat lu sendiri sampe lu marah-marah gitu? Heh, Bro! Itu bukan alasan! Gile, kecewa sih dianggep biasa, haha. Lu marah-marah sama orang yang selalu bisa kasih lu pendapat & masukan ini itu, tegur kesalahan lu. Dan lu cuma diem ketika lu berkali-kali dikecewain sama orang ya lu suka. Ckck, cinta emang fitrah, tapi kalau udah begini, namanya cinta buta!! Banyak-banyak istighfar, Bro! Minta sama Allah biar matahati lu dibuka! Be smart! Jangan kelamaan stupid cuma karena cinta. Basi banget!

Dan ada lagi yang kaya gini..
Ketika lu punya hubungan dan udah serius buat tetep sama-sama. Tapi, setelah beberapa tahun, salah satu dari kalian merasa udah gak nyaman. Akhirnya, tiap hari cuma ribut mulu. Ibaratkan masakan, tiap hari lu cuma makan pare rebus doang. Pait!! Gak ada gurih, asem, manis-nya.
Dalam setiap hubungan, pasti maunya bahagia, kan? Tapi kalau ribut terus, kapan bahagianya? Kapan seneng-senengnya? Yang ada, setiap hari lu cuma nyesek gara-gara nge-batin! Munafik kalau lu bilang udah bahagia dengan miliki orang yang lu sayang. Sadar, kalau masih pacaran aja sering ribut, gimana nanti kalau udah nikah? Yang begitu harus dipikirin. Jangan tutup pikiran 'waras' lu dengan cinta. Rugi! Bakalan lu sendiri yang capek.
Banyak banget nih temen gue yang begini. Udah keliatan gak ada yang bisa dipertahanin, tapi cuma diem aja disitu.

Jadi intinya, sayangi apa yang ada disekitar lu, orang-orang yang lebih sering bikin lu ketawa. Dan jangan simpan ketas yang habis terbakar dalam kantong celanamu, percuma, toh bakalan jadi abu juga. Buka mata lebar-lebar. Cinta harus diiringi dengan logika. Jangan tutupi mata, hati, logika, apalagi matahatimu dengan cinta buta. Rugi, Guys!!
Share:

Minggu, 07 Juli 2013

Kembalikan kamu yang dulu!!!!

Kamu..
Hhhh, tak ada kata yang kurangkai untuk menggambarkan tentang dirimu.
Kamu, yang selalu tepat menangkapku ketika ku terjatuh. Ya, jatuh karena cintamu. Kamu, yang selalu berakting aneh agar dapat melihat tawaku. Ya, tawaku bersamamu. Kamu, yang selalu mengembalikan senyumku setelah adanya air mata. Ya, air mata yang jatuh karenamu, namun kau tetap setia melukis kembali kebahagiaanku setelah kau menghapusnya.

Namun kini...
Aku tak menemukanmu dalam hariku. Air mata yang jatuh, mengenang tanpa ada jemarimu yang mengusapnya. Entah siapa yang telah merebut sikapmu padaku! Namun yang dapat kutafsir dalam pandanganku, kau bak menghilang dalam ketebalan kabut itu. Kabut yang memisahkan antara dunia kita, dan dunia barumu saat ini.
Dan kini, aku merindukanmu. Rindu kamu yang dulu. Saat kau masih mengganggap adanya "Dunia Kita"


Ada apa dengamu, Sayang? Tak jarang kau meninggalkanku bersama gelapnya malam. Entah kau menyadarinya atau tidak, aku selalu menunggu kabarmu. Hanya inginkan aku mengetahui bahwa kau baik-baik saja. Kutunggu hingga larut, namun kau seakan menghilang. 

Semakin hari, aku semakin menemukan banyak perbedaan pada dirimu. Bahkan, aku hampir tak mengenali diri barumu saat ini. Sadarlah, Kasih! Aku kini sendiri. Terkadang, aku terdiam. Bertanya dalam hati
"Siapa aku dimatamu? Dimanakah aku? Dihatimu? Sebagai apa? Kekasihmu? Hah!! Omong kosong! Sikapmu kini hanya memperlakukanku tak lebih dari seorang musuh!! Kau kasar!! Tak lagi lembut seperti dulu! Sadarkah kau, Sayang? Aku memiliki hati! Hati untuk dikasihi, tak untuk disakiti. Kini, tak jarang kau menciptakan luka hati dan tangis, dan tak lagi menciptakan tawa. Aku merindukanmu"

Lama sudah aku terdiam dalam kepasrahan sikapmu. Aku hanya bisa terdiam dalam tangis. Dan ini adalah air mata terakhir yang jatuh karenamu. Cukup, Sayang!! Cukup!! Hati ini tak lagi dapat kau mainkan. Hati bukan permainan. Aku lelah tak kau hargai. Aku tak ingin esok hari aku menangisi hal yang serupa, karenamu. Ya, akan kututup buku tentang "Dunia Kita". Dan kuharap, aku wanita pertama dan terakhir yang kau sakiti.

Ingat, Sayang!
Kau dapat memberikan sebuah pelangi setelah hujan reda. Namun, jangan kau hapus pelangi itu, dan menggantinya dengan badai!!

Share: