Jumat, 03 Februari 2017
Minggu, 11 September 2016
Ofilham's Trip - Gunung Padang, Cianjur
Wah, udah lama banget rasanya gak blogging :')
Ofi sekarang lagi sibuk banget kerja. Berangkat pagi, pulang tengah malam. Hampir setiap hari lembuuurrrr teruuusssss! Jadi, kalau weekend rasanya mager banget! Maunya tidur aja di rumah-_-
Dan mumpung lagi long weekend, Ofi mau cerita pengalaman yang baru beberapa hari lalu Ofi alami. Bukan hal yang tidak disengaja, sih. Memang hal yang sudah di rencanakan, hihi :p
Sejak kurang-lebih satu bulan lalu, Ofi dan Masil memang berniat ambil cuti kerja untuk touring bareng. Yap! Kali ini kami rencanakan hanya berdua saja. Kenapa? Yah, banyak alasannya. Termasuk mau bebas. Eits, jangan salah paham dulu. Maksud dari kata "bebas" di sini adalah; bebas pulang jam berapa, bebas mau makan apa, bebas mau kemana, dan bebas sesuka kami, gak harus memikirkan 'partner' nge-trip yang keberatan atau enggak, hehe.
Awalnya, kami hanya berencana ke Taman Bunga Nusantara aja. Tapi, kalau dipikir-pikir, kok mau ke Puncak aja sampe ambil cuti kerja? Apa jaraknya gak kedeketan? Dan Masil berpikir kalau Taman Bunga Nusantara itu sudah cukup mainstream untuk dikunjungi. Padahal, kalau boleh jujur, Ofi pengen banget ke Taman Bunga. Karena Ofi suka bunga. Spot untuk foto pun lumayan banyak. Tapiiiiii, kalau dipikir-pikir, bener juga kata Masil, kalau Taman Bunga udah cukup mainstream. Dan kami pun sempat galau beberapa hari menjelang hari H (ambigu banget, hari H haha-_-).
Dan kebetulan, ada teman Masil yang merekomendasikan Gunung Padang, Cianjur. Setelah kami research, Masil udah mulai tertarik untuk ke Gunung Padang aja. Tapi, Ofi masih berat untuk bilang "setuju". Karena, seperti apa yang tadi Ofi bilang, Ofi pengen banget ke Taman Bunga, karena Ofi suka bunga, huhu. Dan kalau Ofi lihat gambar-gambar yang diperlihatkan sama Mbah Gugel, Ofi gak bisa lihat spot foto di sana, huhu. Galau deh berhari-hari-_-
Sampai akhirnya, Ofi dan Masil pun setuju ke Gunung Padang aja. Kenapa? Alasan paling kuat adalah; tempat itu belum terlalu mainstream untuk dikunjungi. Lagipula, Ofi kan berniat mau refreshing, dan Ofi pikir, kemana pun gapapa deh. Asal sama Masil dan tempat tujuan kita adalah tempat yang sejuk dan hijau. Biar bisa benar-benar fresh.
-- H-2 --
Masil belum minta izin ke Mama. Dan, sebetulnya Ofi agak ragu akan dapat izin dari Mama. Karena, Mama gak suka Ofi nge-trip naik motor sekali pun itu sama Masil. Apalagi, melihat kesibukan Ofi di dunia kerja sekarang yang cukup banyak menyita waktu. Malah kadang Ofi kalau lembur dan pulang larut malam, Ofi sering berpikir untuk menginap di kantor aja. Percuma pulang, besok pagi ke sini lagi. Dan rasanya rumah hanya dijadikan "pos" untuk tidur beberapa jam saja.Dan benar saja, H-1 Masil minta izin melalui SMS (karena Masil udah coba datang ke rumah, tapi kebetulan Mama sedang pergi selama 2 hari), Mama cuma balas "Naik apa?", lalu dibalas "Naik motor, Bu" sama Masil. Habis itu, gak ada balasan lagi. HUUAAAA!!!!! Perasaan udah campur-aduk gak karuan-_-
Ofi tau, sih. Mama ragu kasih izin karena lihat pekerjaan Ofi yang cukup menyita waktu. Dan Mama pasti khawatir dengan kesehatan Ofi. Tapi, Ofi tetap usaha agar dapat izin dari Mama. Ofi jelasin dan janji kalau gak akan sakit. Sampai waktu di kantor, Ofi sempat SMS Mama dan bilang "Aku cuma mau liburan, Ma. Pusing :( Boleh ya, please". Sampai di kantor mau nangis karena ngebayangin rencana liburan akan kandas gitu aja, hiks :(
Sampai akhirnya, Masil whatsapp Ofi. Masil mengirimkan screenshoot SMS dari Mama yang isinya;
"Ibu izinin, Ham. Ibu minta, jaga Ofi terutama kesehatannya. Buat dia senang ya..."Huaaaaa, seneng bangets :')
Yeay! Jadi liburan :3
Oiya, Masil cuti tanggal 5, 6 dan 7 September. Dan Ofi cuti tanggal 6 dan 7 September. Tanggal 5 September itu hari Senin, dan Ofi gak akan mungkin cuti hari Senin. Bukan, bukan perkara gak di acc sama atasan. Tapi, kerjaan Ofi selalu menumpuk di hari Senin. Jadi, gak tega aja sama partner kerja yang lain.
-- 05 September 2016 --
-- 06 September 2016 --
![]() |
| Sebelum berangkat, cekrek dulu |
![]() |
| Masil pakai intercomm, biar kaya pilot katanya-_- |
![]() |
| *uhuk* :3 |
![]() |
| Kebun teh :3 |
![]() |
| Gerbang masuk Gunung Padang |
![]() |
| Kondisi tangga untuk tiba ke Puncak |
![]() |
| Pemandangan bawah dari tangga saat perjalanan ke Puncak |
![]() |
| Tangga menurun |
![]() |
| Teras I Gunung Padang, Cianjur |
![]() |
| Tumpukan batunya seperti tangga |
-----------
![]() |
| - I love you, Love - |
Minggu, 10 Juli 2016
Catatan Untuk Aku
Banyak yang tak mereka tahu tentang apa yang tersembunyi dalam nurani terdalammu. Amarah, benci, gundah dan segala lelah lainnya yang seakan tak ada sebab tertutup tawa.
Kamis, 16 Juni 2016
Waktu Indonesia Bagian Rindu
"Berbicara tentang waktu, identik dengan rindu
Berbicara tentang rindu, identik dengan kamu
Ya, kamu..
Sang pelipur lara, dari segala gundahku
Sang penawar luka, dari segala dukaku
Sang pencipta tawa, dari segala lelahku
Ya, kamu..
Yang senyumnya tak lagi dapat ku nikmati setiap harinya
Yang saat ini rinduku terhalang jarak puluhan kilo jauhnya
Yang tawanya semakin lama, semakin sayup terdengar
Yang genggaman tangannya, semakin hari semakin samar lembutnya
Jika boleh aku berandai,
Aku ingin melepas rindu dalam pelukan
Jika boleh aku berandai,
Aku ingin melihatmu di tiap pagi menjelang
Ah, andaikan bisa
Ah, andaikan bukan sekadar berandai
Entah kau rasakan yang sama atau tidak
Namun aku lelah berkelut dengan waktu
Aku lelah bermusuhan dengan waktu
Waktu adalah pemeran utama dari tumpukan rinduku
Rindu yang kian hari kian berbuku-buku
Obat rindu adalah temu.
Jika tak bertemu, berakibat rindu melulu.
Salam dariku,
Kasihmu yang selalu merindu"
-Trirati-
Senin, 18 April 2016
My Lovely Swallow
Assalamu'alaikum, Ncaku...
Persahabatan kita sudah berapa tahun, ya? Hampir sekitar 7 tahun. Wah, sudah lama rupanya :')
Nca, Ofi tahu, Ofi bukanlah sahabat yang baik. Selama ini, Ofi sangat egois. Bahkan Ofi mungkin lebih cenderung terlihat tidak peduli. Ofi sering jahat ya sama Nca? Maaf ya :')
Tapi, Nca harus tahu. Diam-diam, Ofi sering berdoa untuk kita. Apalagi sewaktu kita sedang tak "mesra". Anyway, kita sering sekali berbeda pendapat hingga berakhir tak tegur sapa. Diam-diam Ofi sering mikirin Nca. Ofi sadar betul kalau Nca adalah salah satu sahabat terbaik yang Ofi punya. Walaupun kita miliki watak yang sama, sama-sama keras kepala. Tapi, Ofi bahagia bisa bersahabat dengan Nca, salah satu sahabat yang tidak pernah mundur selangkah pun di keadaan apapun.
Ofi mau kita bisa seperti ini sampai kapanpun. Sampai Nca nikah sama Abang, sampai Ofi nikah juga sama Masil, sampai kita sama-sama miliki anak-anak yang lucu & sholeh-sholeha, sampai anak kita dewasa, sampai kita sama-sama keriput. Ofi mau kita seperti ini terus. Nca mau juga, kan?
Ofi sayang betul sama Nca. Ofi juga sering bilang sama Masil kalau Ofi sayang sama Nca. Enggak, Masil gak cemburu, kok, hehe.
Nca gak perlu takut apapun. Ada Ofi, ada Abang, ada Masil, ada Mama Papa, ada Mba Nessya, ada Brata, ada Rizik, ada banyaaaak orang-orang yang sayang sama Nca dan selalu ada buat Nca. Maaf, untuk saat ini hanya doa Ofi yang menemani Nca, Ofi masih belum bisa. Jadi, peluknya via doa dulu ya? Nanti kalau Ofi bisa, Ofi mau ke rumah Nca. Ofi mau peluk Nca yang lamaaaa. Ofi rindu Nca :(
Ofi tahu Nca wanita kuat. Ofi tahu ini hanyalah masalah kecil buat Nca. Nca lebih kuat dari masalah ini. Kan ada orang-orang yang sayang sama Nca. Yang ikut bantu menguatkan dengan doa.
Mungkin, Nca bingung kenapa Ofi tulis hal ini di blog. Kenapa gak personal chat aja? Karena Ofi mau semua orang tahu, kalau Ofi punya sahabat cantik dan kuat. Sahabat yang gak pernah tinggalin Ofi dalam keadaan apapun.
Dan mungkin, teman-teman yang baca bingung, kenapa judulnya My Lovely Swallow? Karena, sewaktu SMK, Ofi sama Ica selalu berdua kemana pun. Sampai suatu hari, salah satu teman kami, panggil kami Swallow. Sewaktu ditanya mengapa, dia berkata "ya habis, kalian berduaan mulu kaya sendal jepit swallow". Dan akhirnya, sampai saat ini, kita bangga disebut Swallow. Ya kan, Nca? Karena, Swallow gak bisa jalan sendiri, harus sepasang :)
Ofi sayang sama Nca. Kita harus sama-sama semangat yaa. Ofi selalu berdoa buat Nca. Selalu. Gak akan pernah putus :)
Love you, Ncaku :*
Wassalamu'alaikum..
With love,
Trirati.
Rabu, 13 April 2016
Orang Ketiga
Assalamu'alaikum~
Ehm, kali ini Ofi mau bahas soal Orang Ketiga. Kenapa? Bisa pengalaman pribadi, bisa dari cerita teman, bisa dari lingkungan sekitar, atau bisa dari program TV (korban tipi) -_-
Dalam sebuah hubungan, bohong rasanya bila tidak pernah terganggu dengan hadirnya orang ketiga. Di dalam sebuah hubungan pun, pasti pernah diganggu dengan Si Orang Ketiga ini. Entah teman sekolah, teman kantor, mantan, atau siapa pun yang rasanya seperti nyamuk yang berdenging di telinga sewaktu kita sedang berduaan sama pacar (re: penganggu).
Sebenarnya, Ofi masih bingung sama tindakan dari orang ketiga ini. Lah wong sudah tahu orang yang didekati punya pasangan, kok ya masih saja berusaha untuk dekat? Maksudnya gimana? Biar yang didekati jadi lebih nyaman sama dia terus putus sama pasangannya, gitu? Ckckck.
Di hubungan Masil sama Ofi pun pernah di-"nyamukin" sama orang ketiga. Entah dari pihak Ofi atau pihak Masil. Pasti ada saja. Entah motivasi mereka itu apa. Suka sih boleh, kagum juga silakan, tapi tolong jangan sampai mengganggu apalagi sampai merusak.
Gini, ketika kamu hadir di suatu hubungan dan kamu berusaha untuk mengganggu apalagi hingga merusak, silakan! Monggo! Tapi, jangan mencak-mencak kalau kelak kamu miliki hubungan yang kamu jaga dengan sangat, lalu tiba-tiba dirusak oleh orang ketiga. Karena, ketika kamu menyakiti, suatu saat akan disakiti. Ketika kamu mengecewakan, suatu saat akan dikecewakan. Ketika kamu menganggu, suatu saat akan diganggu. Hidup kan adil. Hidup penuh dengan timbal balik.
Dan untuk pasangan-pasangan yang mungkin sering terganggu dengan adanya orang ketiga, Ofi ada beberapa saran menurut pengalaman Ofi;
1. Kata Bundadari; kalau pasangan kamu didekati oleh wanita baru di hidupnya, entah teman sekolah, teman kerjanya, atau bahkan teman masa lalunya, biarkan! Kamu cukup mengawasi. Bagaimana pun kamu menjaganya, jika dia berniat mendua, dia akan lakukan. Dan sebaliknya, bagaimana pun "wanita baru" itu menggoda lelakimu, jika lelakimu serius sayang dan tidak ada niatan berpaling, dia tidak akan pernah pergi. Setelahnya, cukup berterimakasih. Dengan begitu, berkat "wanita baru" itu, kamu akan tahu bagaimana lelakimu. Tipe lelaki yang mudah tertarik kah? Atau memang tulus mencinta?
2. Buktikan kalau kamu tak akan melepaskan pasanganmu begitu saja. Buat dia agar selalu nyaman. Terkadang, pasangan kita bisa nyaman sama orang lain karena dia sedang bosan sama kita. Yang pacaran bertahun-tahun pasti sudah tahu bila pasangannya mulai bosan. Cukup dengan membuatnya nyaman kembali. Pikirkan apa yang dia suka, lalu lakukan. Misalnya, bila pasanganmu suka travelling, ajak dia travelling berdua. Atau bila pasanganmu suka kuliner, masak sendiri apa yang dia suka, atau ajak kuliner ke tempat yang belum pernah dia kunjungi. Intinya, buat dia nyaman kembali.
3. Semua balik ke pasangan masing-masing. Ibaratnya kalian berada dalam satu rumah. Ketika ada orang yang datang dengan mengetuk pintu rumahmu, semua tergantung padamu atau pada pasanganmu. Misalnya, kamu yang membuka pintu. Semua tergantung kamu, kamu mau persilakan dia masuk, atau kamu katakan "maaf" karena rumahmu sudah ditempati.
Kurang lebih seperti itu.
Dan untuk kamu yang berperan sebagai orang ketiga. Jujur, tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Karena, kita tidak bisa memilih pada siapa hati kita akan berlabuh, bukan? Karena cinta itu anugerah dari Tuhan.
Tapi, bila kamu mengetahui orang yang kamu kagumi sudah miliki kekasih, tolong untuk tidak mendekat. Hargai orang yang mungkin akan sangat tersakiti. Hargai mereka yang saling mengasihi. Apa yang kamu harapkan dari rumah yang sudah ditempati? Sedekah cinta? Apakah kamu sehina itu? Jangan terus-menerus berdiri di depan rumah yang telah ditempati. Pergi! Cari rumahmu sendiri, yang belum ditempati tentunya, yang masih kosong.
Kalau ada yang bilang ini pengalaman pribadi, iya, Ofi akui. Karena memang hubungan tidak akan pernah luput dari kasus Orang Ketiga. Beruntungnya, Masil sama Ofi termasuk orang yang tidak mudah kagum, tidak mudah berpindah hati. Ehehe.
Sekian curhatnya. Semoga bermanfaat untuk teman-teman yang hubungannya sedang memanas akibat orang ketiga. Dan semoga bermanfaat juga bagi si orang ketiga. Kalian berhak bahagia juga, asal tidak merusak pasangan bahagia~
Wassalamu'alaikum~
Salam,
Trirati.
Rabu, 16 Maret 2016
Review; Dilan, Karya Pidi Baiq
Assalamu'alaikuuumm~~
Udah ada yang baca Dilan karya Pidi Baiq? Udah? Oke, udah. ((Maksa))
Kali ini, Ofi mau review tentang Dilan. Entah udah berapa perempuan yang "jatuh cinta" sama Dilan setelah baca novel itu.
Awalnya, di rekomendasiin novel ini sama salah satu teman. Di instagram, path, twitter, dan jejaring sosial lainnya juga banyak sekali yang membahas novel ini. Dan awalnya, gak terlalu tertarik sama novel ini, karena Ofi lebih suka novel yang ber-genre Religi. Dan ekspektasi Ofi tentang novel ini ya sama seperti novel Romance pada umumnya, berisi tentang cinta.
Awalnya, Ofi di kasih link dari blog Pidi Baiq, Sang Penulis. Dan sebenernya, teman Ofi ini amat sangat antusias mengenalkan Ofi dengan Dilan. Kenapa Ofi bilang seperti itu? Karena setiap SMS ataupun Chatting, dia pasti membahas Dilan. Sampai Ofi bingung mau balas apa, karena dia yang semangat cerita tentang Dilan sedangkan Ofi gak paham apapun tentang Dilan.
Setelah Ofi baca, sebenarnya tokoh Dilan ini sudah banyak di novel-novel lainnya. Entah memang terinspirasi dari Dilan yang notabene "nakal" tapi manis, atau bagaimananya Ofi gak paham. Jadi, respon Ofi sewaktu itu ya, biasa aja. Cuma sekedar "Oh", gitu hahaha
Sampai akhirnya, teman Ofi itu kasih pinjam novel Dilan bagian kedua yang dia pinjam dari teman yang lainnya. Bingung? Ya gitulah pokoknya.
Sebenernya agak bingung baca novel ini, karena belum pernah baca Dilan bagian pertama. Tapi, cukuplah untuk sekedar mengenal tokoh di dalamnya.
Gak perlu banyak waktu untuk baca novel yang kurang lebih sekitar 300 halaman itu. Hanya sekitar 9 jam.
Dan selama membaca, Ofi bisa senyum-senyum sendiri, tertawa, sampai terharu. Tapi, perbedaannya adalah, Ofi gak seperti teman-teman yang lainnya. Teman-teman Ofi, sebagian besar, sampai seperti "jatuh cinta" dengan Dilan. Tak heran, kata-kata Dilan yang sederhana namun manis, memang membuat perempuan mana saja tersipu malu. Bahkan, ada yang berkomentar;
"Mau dong punya pacar kaya Dilan"
Dan gak sedikit yang berkomentar demikian. Dan gak sedikit juga yang jatuh cinta sama Dilan.
Sosok seperti Dilan memang idaman para wanita. Karena, Dilan tahu bagaimana cara menghargai dan memperlakukan wanita dengan baik. Jadi, wajar aja yang baca jadi baper hahaha.
Ofi rekomendasiin buat para laki-laki, nih. Karena, siapa sangka, mungkin setelah membaca Dilan ini, kalian jadi lebih paham bagaimana seharusnya bersikap dan memperlakukan wanita.
Kecuali Masil, kalau kamu, gak boleh jadi Dilan. Karena aku gak jatuh cinta dengan sosok seperti Dilan. Aku tetap akan jatuh cinta berkali-kali pada sosok sepertimu. Karena kamu pun tau, aku gak suka dikasih kata-kata romantis, sekali pun sesederhana kata-kata manisnya Dilan. Aku cuma mau kamu yang gak romantis tapi selalu bersikap manis. Itu cukup mampu membuatku tersipu sampai bayanganmu seakan gak pernah lepas dari anganku.Gak usah berubah jadi Dilan, tetap jadi Masilku aja udah lebih dari cukup. Karena yang aku cinta itu kamu, bukan Dilan :p
Oke. Out of Topic banget-_-
Balik lagi ke Dilan. Setelah selesai membaca, Ofi kasih kesimpulan kalau novel ini bagus! Salut juga sama Pidi Baiq, bahasanya ringan, gak terlalu berat sehingga dapat diterima pembaca dengan mudah, jadi gak perlu banyak mikir atau cerna sewaktu membaca. Bisa jadi ajang belajar juga buat orang-orang yang mau belajar sastra ringan, termasuk Ofi. Alur ceritanya juga keren. Walaupun mungkin banyak yang kecewa. Kenapa? Baca sendiri aja :p
Yang belum baca, buruan bacaa!!! Beli, jangan pinjam kaya Ofi :p
Sekiaan, semoga bisa jadi ajang pertimbangan untuk teman-teman yang penasaran sama Dilan.
Have a great Wednesday, People.
Wassalamu'alaikum~
With love,
-Trirati-
Selasa, 01 Maret 2016
Mencari Teman yang Baik atau Menjadi Teman yang Baik?
Assalamu'alaikuum...
First post on March yaa hihi.
Well, mau cerita lagi nih. Sebenernya bukan cerita Ofi sih, tapi cerita teman hehehe.
Jadi, beberapa hari yang lalu, salah satu teman Ofi cerita tentang masalah dia dan teman-temannya. Disini, Ofi gak akan sebutin nama asli dari mereka, karena Ofi menghindari ghibah. Dan semoga, kita bisa sama-sama ambil pelajaran dari cerita ini.
Sebut saja Saras. Saras memiliki teman sejak ia duduk di bangku SMK, bisa dikatakan mereka sangat dekat. Sampai beberapa tahun setelah lulus pun, mereka tetap menjaga silaturahim yang baik.
Sampai suatu ketika, Saras melakukan kesalahan yang tak disengaja. Saras pergi ke Puncak bersama beberapa teman kuliahnya. Sedari awal perjalanan, salah satu teman Saras memberi obat agar ia tidak merasa lelah selama di perjalanan, mengingat perjalanan Tangerang - Puncak menyita waktu kurang lebih 3 jam. Setelah minum obat tersebut, Saras memang tidak merasa lelah sedikit pun.
Saras pikir, obat yang diberi teman Saras adalah vitamin penambah stamina biasa. Namun ternyata, obat tersebut termasuk dalam daftar obat terlarang. Dan teman SMK Saras mengetahui hal tersebut.
Mengetahui hal tersebut, teman-teman Saras menegur dengan membahas hal ini di grup BBM. Saras merasa tersinggung karena teman-temannya menilai tanpa memberi Saras waktu untuk menjelaskan kronologi yang sebenernya.
"Gue gak ngerti sama lu yang sekarang, Ras. Makin ancur aja pergaulan lu"
Kurang lebih seperti ini penilaian mereka tentang Saras.
Disini, Ofi gak akan membahas obat yang diminum Saras, tapi tertuju pada sikap teman-teman Saras yang Ofi rasa kurang tepat.
Teman-teman, terkadang kita lupa bahwa kita hanya manusia biasa. Manusia yang tidak sepenuhnya sempurna, yang sangat mampu melakukan salah. Begitu pun Saras. Saras hanya manusia biasa. Bahkan kesalahan seperti ini bukan hal yang ia sengaja.
Sebagai teman, memang kewajiban kita untuk menegur saat teman yang lain melakukan kesalahan. Tapi, caranya harus yang baik, lembut, dan tidak menyudutkan. Jangan marah-marah dan langsung menuding bahwa 'dia' salah tanpa mencari tahu bagaimana kejadian yang sebenarnya.
Bertabayyun itu penting. Mencari tahu kebenaran sebelum menilai dan menyebarkan suatu kabar. Mengapa? Karena, kabar yang salah jika ditelan mentah-mentah dan disebarkan akan menimbulkan fitnah. Dosa yang didapat pun akan berlipat ganda selama kabar tersebut masih menyebar.
Lalu, bagaimana menyikapi & menegur teman yang salah?
1. Bertabayyun. Seperti yang Ofi katakan tadi, mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu. Cukup dengan mendengarkan penjelasan dari teman yang melakukan kesalahan. Jangan langsung menilai tanpa mau mendengarkan penjelasan yang sebenarnya.
2. Jika teman kita memang salah, tegurlah dengan lembut. Semisal dari kejadian Saras :
"Kok lu gak cari tau atau tanya-tanya dulu sih, Ras? Lain kali, jangan gitu lagi. Nanti kalo nagih gimana?"
3. Memposisikan diri. Kalau ada teman yang salah, coba untuk membalikkan posisi. Kamu yang menjadi temanmu. Tapi jangan asal "gue sih kalo jadi dia bla bla bla", karena kita tak akan sepenuhnya memahami suatu peristiwa jika kita tidak berada di posisi tersebut. Setelah kita membayangkan berada di posisi teman kita yang salah, kita akan dapat lebih bijak untuk memberi nasihat.
Intinya, jangan asal menilai dan marah-marah, sedangkan kita tidak mengetahui kejadian sebenarnya.
----------
Terkadang kita juga sering berpikir "berteman dengan siapa saja". Tapi, sadar atau tidak, teman sangat berpengaruh pada lingkungan kita. Iya, berteman memang boleh dengan siapa saja. Rasul pun tidak memilah-milih dalam hal ini.
Tapi, jika temanmu buruk, yakin kalau kamu gak ikutan jadi buruk? Yakin kamu bisa membawa temanmu untuk menjadi lebih baik? Atau justru kamu yang terseret arus buruknya?
Simak penggalan hadits dan ayat berikut ya :
1. "Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian lihat siapa yang menjadi teman dekatnya" - HR. Abu Daud dan Tirmidzi.
2. "Dan ingatlah ketika orang-orang dzalim menggigit kedua tangannya seraya berkata; 'Aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil Fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur'an sesudah Al Qur'an itu datang kepadaku'. Dan setan itu tidak mau menolong manusia" - QS. Al Furqan : 27-29
3. "Secara umum, hendaknya orang yang engkau pilih sebagai sahabat memiliki lima sifat berikut; orang yang berakal, memiliki akhlak yang baik, bukan orang fasik, bukan ahli bid'ah, dan bukan orang yang rakus akan dunia" - Mukhtasar Minhajul Qashidin 2/36.
Agama menyarankan kita untuk memilih teman yang sholeh-sholeha, agar kelak di akhirat dapat saling membela di hadapan Allah.
Ofi ada satu cerita lagi. Ini didapat dari akun askfm Wirda Mansur, putri dari Udz. Yusuf Mansur:
Sebut saja A. Ketika di akhirat, A bertanya,
A : Dimana kawan saya?
Allah : ia di neraka.
A : Ya Rabb, bagaimana bisa saya merasakan nikmatnya surga tanpa kawan saya? Saya ingin menikmati surga bersama kawan saya.
Allah : baiklah kalau begitu. Aku angkat dia dari neraka. Apapun untukmu, wahai hamba-Ku yang sholeh.
Buru-buru deh tuh cari teman yang Sholeh-sholeha hihihi.
So, yuk berteman sama orang sholeh-sholeha! Ofi juga sekarang selalu berdoa agar ditemukan dengan orang-orang sholeh-sholeha, agar Ofi juga bisa jadi lebih baik lagi. Enaknya punya teman sholeh, mereka memiliki adab menegur yang sangat lembut. Karena mereka paham bahwa menyakiti hanya akan melunturkan pahala dan menumpuk dosa.
Dan alhamdulillah, sekarang Ofi punya beberapa teman yang insya Allah sholeh-sholeha. Kalau kumpul yang diobrolin soal agama, bukan lagi soal dunia. Alhamdulillah, belajar lagi, lagi, dan lagi. Teman yang kalau Ofi lagi bingung, langsung nyuruh Ofi untuk istikharah, gak lagi deh ada temen yang bilang "pegangan" waktu dikeluhin bingung hehehe.
Mencari teman baik nan sholeh-sholeha memang sulit. Namun, menjadi yang baik dan sholeh-sholeha lebih sulit. Jadi, jangan terus mencari, ubah mindset yuk! Stop mencari tapi kita harus menjadi.
Ofi juga bukan teman yang baik. Sama sekali bukan. Masih banyak salah. Tapi, Ofi butuh teman yang baik, agar Ofi jadi baik. Bukan teman yang menyudutkan atau hanya menyindir setiap salah tanpa berbicara baik-baik dan sembunyi-sembunyi dengan temanmu. Menyebarkan hal yang buruk tentang temanmu, gak akan berpengaruh baik untukmu. Hanya akan membuat hatimu semakin kotor dengan prasangka-prasangka buruk :)
Oh iya, askfm sekarang tampilannya baru ya? Berhubung Ofi baru ganti template, jadi kolom askfm-nya hilang. Ofi udah coba cari cara agar dapat menambahkan widget askfm, tapi nihil. Askfm udah gak sediain widget untuk blog sepertinya :')
Jadiiii, kalau ada yang ingin dibahas, curhat, bertanya, atau apapun. Ofi welcome banget! Sebisa mungkin Ofi tampung. Insya Allah. Boleh tanya-tanya ke askfm atau chat via line : ofitritiaraaw.
Semoga apa yang Ofi tulis kali ini, bisa jadi pembelajaran buat Ofi dan teman-teman sekalian. Dan semoga Allah mempertemukan kita dengan orang-orang baik nan sholeh, agar dapat membimbing kita menjadi lebih baik lagi.
Have a great day, Fellas.
Wassalamu'alaikuum.
With love,
-Trirati-
.
.
.
.
.
Sumber :
- https://muslim.or.id/8879-pengaruh-teman-bergaul.html
- askfm : @wrdmnsr
Senin, 22 Februari 2016
22 for the 66th time
Hai, Kamu..
Kali ini, aku tak akan bercerita tentang bagaimana beruntungnya aku memilikimu. Jika aku menceritakannya, mungkin novel Harry Potter karangan J.K Rowling akan kalah panjang dengan ceritaku tentangmu, hehehe.
Aku hanya ingin berterima kasih padamu.
Terima kasih untuk cinta yang tak biasa.
Aku bersamamu sejak lebih dari 5 tahun lalu. Dengan kehadiranmu, aku mempelajari banyak hal. Ketidak-sempurnaan yang aku miliki dapat dengan mudahnya kau tutupi, begitupun sebaliknya. Aku menyadari bahwa, aku tak akan menemukan pria yang sempurna, namun yang aku butuhkan adalah kamu yang memiliki sifat bertolak belakang denganku. Karena dengan begitu, kau dan aku dapat saling melengkapi.
Aku pun menyadari bahwa di suatu hubungan pasti menemukan ketidak-cocokan. Tak ada satu pun manusia yang dapat 100% cocok dengan pasangannya, karena perbedaan itu pasti. Karena perbedaanlah yang membuat aku dan kamu menjadi satu.
Terima kasih untuk selalu ada.
Kau adalah satu-satunya orang terdekatku yang tak pernah berjanji untuk selalu ada. Namun nyatanya, kau yang tak pernah pergi.
Kau yang selalu siap mengusir mendung lalu melukiskan pelangi hingga membuat senyumku merekah kembali. Kau yang selalu menghapus jejak di pipiku akibat hujan air mata yang tak dapat mereda hingga aku merasa lega.
Terima kasih untuk rasa nyaman dan aman.
Denganmu, aku selalu merasa nyaman serta aman. Dalam suatu hubungan yang terpenting adalah rasa nyaman. Dan aku menemukan rasa nyaman itu pada dirimu. Kau pun selalu mengorbankan kepentinganmu hanya untukku, bagaimana mungkin aku tidak merasa aman?
Aku tak bosan mendengar detak jantungmu, aku menyukai tatapan matamu, aku selalu merindukan senyummu, dan aku selalu membutuhkan bahumu. Bukan hanya sekedar bersandar dari lelahnya beban batinku, namun juga itulah tempat ternyamanku.
Terima kasih untuk kesetiaanmu.
Aku pastikan bahwa kau pernah merasa jenuh atau bosan denganku. Tak heran, bertahun-tahun sudah kau bersamaku, wajar saja bila dua hal itu sempat bersarang dibenakmu.
Di luar sana, pasti ada wanita cantik yang lebih baik dariku, yang memiliki wawasan lebih luas dariku, yang berpenampilan lebih menarik dariku. Namun nyatanya, saat ini kau tetap bersamaku, tanpa adanya pisah di antara kita.
Terima kasih untuk tetap menetap bersama wanita sepertiku, yang mungkin tak sebaik teman wanitamu yang lainnya. Terima kasih untuk tetap di hidupku yang rumit ini. Terima kasih untuk tidak pergi.
Terima kasih untuk kesabaranmu.
Terkadang, aku bersikap berlebihan padamu. Entah cemburu yang berlebihan, kepedulian yang berlebihan, perhatian yang berlebihan, atau bahkan ketidak-pengertian yang berlebihan. Namun, kau selalu sabar menanggapi segala berlebihan yang ada dalam diriku.
Tak jarang pula kau berhadapan dengan watak burukku. Watakku yang egois, tak mau mengalah, selalu ingin didengarkan, dan berjuta watak menyebalkan lainnya. Namun kau tetap sabar menanggapiku dan tak merasa lelah sedikit pun.
Terima kasih untuk diam dalam sabarmu ketika emosi meluap di kepalamu. Karena dengan diammu, kamu tak mudah mengucap kata pisah. Bahkan kata pisah itu tak pernah kau ucapkan.
Terima kasih untuk waktumu.
Aku memahami waktu sibukmu. Namun kamu selalu menyisihkan temu untuk melepas rindu. Walaupun hanya satu kali dalam seminggu, namun itu sudah cukup untuk sekedar mengurangi rindu yang selalu membelenggu.
Tak hanya itu, kau pun tak pernah merasa terganggu bila waktu kerjamu aku sela dengan keluh-kesahku. Kau tak pernah marah atau kesal atas sikap "mengganggu"-ku. Dan bahkan, kau tak jarang tidur larut hanya untuk menemani insomniaku, mengalahkan lelahmu hanya untukku.
Tetaplah bersamaku.
Aku memang tak tahu bagaimana ujung dari hubungan yang telah menahun ini. Namun, aku mengharapkan kamu yang menjadi pendamping di sisa usiaku.
Untukmu, tetaplah bersamaku. Tetap menjadi priaku, tetap menjadi pria terbaikku. Jadikan aku rumahmu, rumah yang kau jadikan alasan untuk pulang ketika kau lelah bermain di luar. Rumah yang tak akan kau tinggalkan. Karena jika kau tinggalkan, bisa saja rumahmu ini di tempati oleh orang lain. Dan ketika kau kembali, sudah ada orang lain yang menempati, sehingga kau pun harus pergi. Namun, aku tak pernah menginginkan kepergianmu. Maka, tetaplah bersamaku.
Untukmu, tetaplah menjadi pria yang ku kenal. Jangan berubah sedikit pun. Tetaplah menjadi Ilham Setianto yang ku kenal sejak lebih dari 6 tahun lalu.
Aku bahagia bersamamu, ku harap kau pun begitu.
Salam Cinta dariku,
Pemilik rindu yang hanya untukmu,
Ofitri Tiara.
Sabtu, 20 Februari 2016
Kritik Pedas lvl Lima Belas
"Udah gak usah dinasihati orang kaya dia, percuma. Dia tipe orang yang gak bisa dikritik. Padahal, kritik kan membangun, buat dia jadi lebih baik lagi"
"Ya itu urusan dia dong. Yang penting kita udah niat baik mau kasih masukan agar dia jadi lebih baik"
- "eh, gambar kamu bagus banget deh. Tapi, warnanya kurang cerah. Coba diberi sedikit sentuhan merah atau warna cerah lainnya. Aku jamin gambarmu makin bagus"
- "masakan kamu enak banget. Pasti masaknya pake cinta ya? Tapi, kayanya kurang garam sedikit deh, coba lain kali garamnya diberi lebih, tapi jangan terlalu banyak. Pasti makin enak"
- "aku baca puisi kamu di blog loh. Bagus bgt. Kata-katanya nyentuh. Tapi kayanya ada beberapa rima yang kurang nyambung deh. Lain kali, coba rimanya dibuat jadi lebih teratur. Pasti makin bagus & banyak yang suka"
- "eh gambar kamu kok warnanya gak nyambung gitu sih? Gak sepadan warnanya"
- "ya ampun, kamu masaknya asin banget. Kebelet kawin?"
- "eh aku abis baca puisi kamu di blog. Kok rimanya gak nyambung gitu deh? Tau rima kan?"
Hi!
![]() |
Senin, 11 Januari 2016
"Dia" Merindukanku
Ku penjamkan mataku untuk mengoreksi segala bentuk dari kasih sayangMu, dari kerinduanMu, dari kekuatan serta kekuasaanMu.
Tak ada yang mengetahui isi dari hati nuraniku. Jauh didalam lubuk hatiku. Bahkan mungkin, aku pun tak mengetahuinya. Hanya Kau yang mengetahui. Ya. Karena memang Kaulah yang Maha Mengetahui.
Mungkin memang aku mengharapkan sesuatu. Amat sangat berharap. Dan semua pengharapnku ini aku gantungkan padaMu. Mengapa? Karena aku percaya akan Kekuatan dan KekuasaanMu.
Mungkin semua orang mengasihaniku atas setiap jengkal masalah yang Kau hadiahkan untukku secara bertubi-tubi. Namun aku mengerti, ini adalah bukti kerinduanMu padaku.
Tuhanku, maafkan aku yang mungkin selama ini telah terpaut jauh dariMu. MeninggalkanMu, mengacuhkan segala perintahMu. Aku yang selalu menuntut keinginanku, menuntut agar setiap doa yang ku panjatkan segera Kau kabulkan. Namun aku tak mengindahkan perintahMu, tak menyadari bahwa Kau pun menginginkan sesuatu dariku. Aku meminta padaMu, tapi aku tak menghiraukan keinginanMu.
Aku pun kini menyadari bahwa Kau merindukanKu. Dari setiap "hadiah" yang kau berikan padaKu. Kau merindukan tangisanku. Kau merindukan sujud malamku. Mungkin, tiap aku meminta dalam tangisku, Kau sedang tersenyum padaku seraya berkata "Ini yang Aku rindukan darimu. Tangisanmu, permohonanmu. Kau pun menyadari bahwa tak ada yang mampu mengabulkan doamu kecuali Aku".
Aku menikmatinya, Tuhan.
Aku menikmati tiap sepertiga malamku hanya untuk bermesraan denganMu.
Aku menikmati tiap tetes air mataku yang dapat membuatmu tersenyum.
Aku menikmati setiap proses teguranMu agar aku menjadi hamba yang lebih baik lagi.
Aku percaya akan Kekuatan dan KekuasaanMu. Jika malam dapat dengan mudahnya Kau ganti dengan siang, maka aku yakin, Kau amat sangat mampu mengabulkan doaku dengan satu kali jentikan jari. Namun, saat ini mungkin Kau hanya ingin "bermesraan" denganku, melepaskan rinduMu karena aku yang telah terpaut jauh meninggalkanMu.
Aku tak mengetahui kapan Kau akan mengabulkan doaku. Namun aku percaya, bahwa janjiMu itu pasti.
Dengan ini aku percaya, Kau amat sangat menyayangiku. Kau tak memberikan nikmat berlebih hingga aku melupakanMu. Kau selalu menegurku ketika aku tersesat, ketika aku telah jauh dariMu, ketika aku mulai lalai beribadah padaMu. Entah, nikmat mana lagi yang mampu aku dustakan? :')
Kamis, 10 Desember 2015
"Cinta"
- "Jangan marah kalo cewe lu banyak mau. Mau punya cewe cantik tapi gak modal. Lu pikir perawatan ke salon murah? Tas sama make up gak mahal? Realistis lah, jangan munafik"
- "jangan munafik! Lu pikir setelah nikah bisa hidup cuma bermodal cinta. Mau makan apa kalau gak kerja? Makan tuh cinta"

























